Daftar Harga Motor Matic 150 cc Agustus 2026, Nmax dan PCX Stabil
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha belum berniat menaikan harga produk mereka meski dolar tak juga membaik dalam beberapa waktu belakangan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah belum juga membaik sejak anjlok beberapa bulan lalu. Hal ini menjadi batu sandungan bagi dunia otomotif di Tanah Air.
Sebab dapat membawa sejumlah dampak negatif ke para pabrikan. Salah satunya adalah ongkos produksi yang membengkak.
Hal itu membuat sejumlah pelaku industri otomotif di Tanah Air menaikan harga produk mereka. Akan tetapi langkah berbeda justru dilakukan oleh YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing).
“Sejauh ini kita tidak menaikan harga, karena kami mencoba mengatur segala hal. Artinya menjaga supaya banderol produk Yamaha tidak naik turun,” ujar Antonius Widiantoro, Asst. General Manager - Public Relation, PT YIMM.
Anton menjelaskan kalau pihaknya berusaha menjaga daya beli masyarakat. Sehingga belum berniat melakukan penyesuaian harga motor Yamaha.
Meski begitu dia tidak memungkiri kalau pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar memberi dampak bagi pabrikan berlambang garpu tala tersebut.
Apalagi untuk beberapa sparepart dari produknya yang masih diimpor. Sebab biaya harus ditanggung menjadi lebih besar.
Akan tetapi Anton enggan menjelaskan sampai kapan jenama asal Jepang ini menahan harga Yamaha Nmax, Xmax serta produk lain.
“Sampai sekarang kita belum ada niatan (menaikan harga). Itu harus dibicarakan juga dengan tim Manufacturing produksi karena banyak faktor harus dipertimbangkan,” Anton menambahkan.
Ia pun menjelaskan bakal mengumumkan ke publik jika Yamaha ingin menaikan harga. Sehingga para konsumen tidak terkejut mendengarnya.
Konsumen pun diminta tidak perlu khawatir terhadap pelemahan rupiah. Sebab masih bisa membeli motor Yamaha dengan banderol cukup terjangkau.
Patut diketahui produsen roda empat sampai industri pendukung sudah melakukan penyesuaian harga jual. Hal ini akibat dari nilai tukar rupiah tak kunjung membaik dalam beberapa waktu belakangan.
Rupiah sendiri berada di level Rp 16.293 per dolar Amerika Serikat pada Jumat (26/7) pagi. Jumlah tersebut melemah sekitar 0,3 persen.
Bahkan diprediksi bakal terus merosot sampai ke angka Rp 16.300. Hal ini karena PDB kuartal II AS lebih tinggi dari ekspetasi pasar, yakni 2,8 persen.
Jadi bisa mendorong kenaikan inflasi di negeri paman sam. Kemudian memperkecil peluang pemangkasan suku bunga Amerika Serikat.
Dengan begitu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi belum akan membaik dalam beberapa waktu ke depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
04 Agustus 2026, 12:00 WIB
22 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.