Cara Alva Manjakan Para Konsumen, Buat Banyak Charging Station
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Berpeluang diikuti negara lain, ini kata Honda soal larangan motor bensin yang diwacanakan pemerintah Vietnam
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di era elektrifikasi, banyak negara berupaya menurunkan emisi gas karbon melalui berbagai kebijakan transportasi.
Terbarunya Vietnam menjadi sorotan. Sebab pemerintahnya berencana melarang penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin di Hanoi.
Padahal di Vietnam, produsen motor seperti Honda mendominasi pasar senilai 4,6 miliar USD atau sekitar Rp 76,3 triliun.
Larangan tersebut harapannya menjadi salah satu usaha pemerintah untuk mengendalikan polusi udara.
Bukan tidak mungkin kebijakan serupa diadopsi oleh negara-negara tetangga termasuk Indonesia.
Merespons hal tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai salah satu manufaktur di dalam negeri turut buka suara.
“Ya itu perlu dipertimbangkan, dilihat lagi berbagai aspek kalau misalkan itu diimplementasikan di Indonesia,” kata Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Sama seperti di Indonesia, motor merupakan moda transportasi yang banyak digunakan dan paling efisien di Vietnam.
Sehingga jika larangan motor bensin diterapkan, dampaknya diyakini akan masif.
Namun pihak PT AHM meyakini pemerintah bakal menerapkan kebijakan sesuai kondisi saat ini dan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.
“Saya kira setiap kebijakan itu harus diawali dengan diskusi atau mendengar suara dan keinginan masyarakat,” tegas dia.
Guna mendukung komitmen pemerintah dalam menekan emisi, Honda juga telah menyiapkan sejumlah model motor listrik buat konsumen.
Motor listrik pertama Honda di Indonesia adalah EM1 e:, hadir dalam dua varian dengan banderol di kisaran Rp 40 jutaan on the road Jakarta.
Setelah itu ada Icon e:, harganya lebih rendah yakni Rp 28 jutaan. Pilihan lainnya adalah CUV e: yang merupakan motor listrik termahal Honda di angka Rp 54,4 jutaan.
Keempat produk motor listrik yang dipasarkan itu sudah dirakit lokal di Indonesia.
Masing-masing juga diklaim telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri seperti yang diwajibkan pemerintah yaitu minimal 40 persen.
Penjualan motor listrik Honda masih dilakukan paralel dengan model-model bermesin konvensional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
28 April 2026, 15:00 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
15 April 2026, 18:00 WIB
Terkini
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri
11 Mei 2026, 07:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
11 Mei 2026, 06:59 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasinya
10 Mei 2026, 21:33 WIB
Penta Prima Paint incar konsumen modifikator di ajang The Elite Showcase 2026, lima produk baru diluncurkan
10 Mei 2026, 20:18 WIB
MotoGP Prancis 2026 jadi momentum bersejarah untuk Aprilia, Martin hingga Ogura mampu menyabet podium
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Wuling Eksion mendapatkan respons yang positif dari para konsumen di Tanah Air, ribuan unit terpesan
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati Indonesia menggelar ajang riding We Ride As One 2026 di Bali, libatkan lebih dari 100 peserta