Diskon Motor Matic Honda di Akhir Februari 2026, Ada Vario Street
24 Februari 2026, 09:00 WIB
Produksi motor Honda diakui mulai terimbas krisi cip semikonduktor yang juga dialami industri lain di dunia
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Produksi motor Honda belakangan mulai terganggu sehingga menimbulkan inden panjang. Diakui bahwa hal ini disebabkan oleh adanya krisis cip semikonduktor.
Diketahui bahwa shortage raw material atau susahnya mendapatkan cip semikonduktor banyak dialami sektor industri. Tidak hanya otomotif, namun berbagai industri lain juga mengalami masalah yang sama.
Berbicara kepada awak media dalam kesempatan silaturahmi virtual yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM) Senin, (25/04). Pabrikan sepeda motor berlambang sayap mengepak tersebut mengakui pihaknya mengalami dampak negatif dari krisis cip tersebut.
“Ada krisis raw material cip semi konduktor yang dialami secara global. Ini berdampak pada produksi hingga pengiriman unit ke konsumen,” ucap Thomas Wijaya, Direktur Marketing AHM.
Kekurangan komponen yang dialami AHM membuat beberapa model harus tertunda produksinya. Disampaikan bahwa dibandingkan tahun lalu terdapat penurunan sebanyak 5 persen.
“Harapannya Juni – Juli konsumen sudah bisa mendapatkan unit sepeda motornya. Kami percaya konsumen bisa menunggu dan percaya bahwa kualitas motor Honda,” jelasnya kemudian.
Lebih jauh mengenai model terkait krisis cip semikonduktor, AHM tidak secara gamblang menyebutkan unitnya. Lalu untuk inden saat ini konsumen perlu menunggu dalam batas waktu tertentu.
“Modelnya matic pada beberapa tipe mulai dari entry level hingga medium. Konsumen perlu menunggu unit datang dikirim satu bulan,” tuturnya.
Sepeda motor jenis matic yang dipasarkan AHM di Indonesia cukup banyak dan beragam. Namun jika disebutkan kelas entry hingga medium level akan mengarah pada Honda Beat hingga PCX 160.
Konsumen yang hendak membeli skutik tersebut di atas dipastikan harus menunggu unitnya datang selama 1 bulan.
Pihak AHM sendiri mengatakan sudah memiliki beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut di atas. Produsen dengan identitas warna Merah ini telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi dari masalah krisis cip.
“Untuk urusan cip semikonduktor ini kami dan partner sudah memiliki solusi. Kami sudah mengantungi beberapa alternatif dan setelah Lebaran sudah bisa running,” kata Johannes Loman, Executive Vice President Direktur PT AHM dalam kesempatan sama.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Februari 2026, 09:00 WIB
12 Februari 2026, 08:00 WIB
11 Desember 2025, 12:00 WIB
08 November 2025, 17:00 WIB
17 Agustus 2025, 15:00 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung