PLN Tambah Jumlah SPKLU Saat Musim Mudik Lebaran 2026
12 Maret 2026, 21:00 WIB
PLN dan IBC menggandeng tiga pabrikan untuk melakukan standarisasi baterai motor listrik di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – PT PLN (Persero) mendukung penuh langkah PT IBC (Indonesia Battery Corporation) guna memudahkan pemakaian motor listrik. Salah satunya adalah melakukan standarisasi baterai.
Langkah tersebut ditandai penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan tiga pabrikan. Mulai dari Gesits, Volta serta Alva.
Di dalamnya disepakati kalau IBC sebagai pemasok baterai kepada tiga produsen motor listrik itu. sementara suplai daya dan infrastruktur stasiun penukaran akan diatur oleh PLN.
Jadi perusahaan listrik negara tersebut bertekad mengkampanyekan penggunaan kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat. Seperti menjalin kerja sama dengan himpunan bank milik negara (Himbara).
"Apapun motor elektriknya baterainya dari IBC dan listriknya dari PLN," ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN seperti dikutip dari Katadata, Rabu (29/3).
Lebih jauh Darmawan menilai kalau satu kendaraan roda dua setrum dapat menyerap 2 Kwh hingga 2.5 Kwh per hari setara 912.5 KWh satu tahunnya.
Melihat data di atas, bila dikalkulasikan dengan jumlah motor listrik yang telah mengaspal sebanyak 18.000 unit, maka konsumsi setrum dari pengguna pada tahun ini mencapai 16. 425 KWh atau 16.4 MWh.
“Dengan penambahan fasilitas penukaran baterai motor listrik diperbanyak di tiap lokasi, tentu ke depan peningkatan konsumsi harus disediakan oleh PLN,” tegasnya.
Di sisi lain Toto Nugroho selaku Direktur Utama IBC mengungkapkan pihaknya bakal menjadi pemasok tunggal suplai baterai motor listrik di dalam negeri. Bahkan produknya memiliki standarisasi yang sama mulai dari volume, kapasitas, bobot hingga model kepala steker atau colokan pada fasilitas pengisian.
Jadi bisa memudahkan masyarakat dalam menggunakan kendaraan elektrik. Terlebih pemerintah sudah mengucurkan dana untuk memberikan subsidi.
Tak heran jika langkah yang dilakukan PLN dan IBC disambut hangat oleh para pabrikan. PT WIMA (Wika Industri Manufaktur) selaku produsen Gesits menilai ini merupakan awal memperluas cakupan penggunaan produknya.
"Kami kompak untuk membuat standarisasi baterai sehingga dapat dipakai secara bersama-sama baik dari fasilitas penukaran hingga pengecasan,” pungkas Bernardi Djumiril, Direktur PT WIMA.
Bernardi mengatakan transisi dari kendaraan BBM ke listrik memang tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kolaborasi juga proses penyempurnaan terus menerus menjawab kebutuhan pelanggan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Maret 2026, 21:00 WIB
26 Januari 2026, 17:01 WIB
12 Desember 2025, 08:00 WIB
06 November 2025, 07:00 WIB
05 November 2025, 08:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung