Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajah Pintu Gerbang Sumatera
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Pemerintah diminta untuk membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong pasar motor baru berkembang di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pada 2025 pasar motor baru menghadapi berbagai rintangan. Membuat kinerjanya sempat sedikit tersendat.
Namun di penghujung tahun justru perlahan-lahan pulih. Pasar pun kembali sedikit bergairah.
Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menaruh harapan besar, terhadap situasi pasar kendaraan roda dua anyar di dalam negeri.
"Dari APM pinginnya tetap ke arah tumbuh (di 2026) seperti itu," ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community YIMM di Jakarta pekan lalu.
Yamaha berharap pemerintah bisa membantu industri otomotif. Terkhusus pada segmen motor baru agar kian meningkat.
Seperti dengan membuat kebijakan atau stimulus yang dapat mendorong pertumbuhan pada tahun depan.
Dengan begitu, pasar kendaraan roda dua mampu terus menunjukkan kinerja positif. Jadi dapat memberi dampak ke banyak sektor.
"Semoga kebijakan-kebijakan pemerintah juga bisa men-support pertumbuhan industri otomotif," lanjut Rifki.
Sekadar mengingatkan, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada bulan lalu ada 523.591 unit tersalurkan dari pabrik ke diler (wholesales).
Jika dilihat, jumlah di atas melemah sampai 11,31 persen bila dibandingkan dengan perolehan di satu bulan sebelumnya.
Sebab pada Oktober 2025, wholesales motor baru di Tanah Air sempat menembus 590.362 unit.
Akan tetapi bila dibandingkan dengan November 2024 menunjukkan kenaikan. Mencapai 2,08 persen dari 512.942 unit.
Sementara bila ditotal wholesales motor baru sepanjang 2025, berhasil berada di level 5.950.844 unit.
Sudah melampaui jumlah tahun lalu yang hanya 5.929.830 unit. Ada selisih lebih tinggi sekitar 0,35 persen.
Hasil tersebut bisa dibilang cukup baik. Mengingat ada banyak rintangan sepanjang 2025 yang memengaruhi wholesales motor baru.
Di sisi lain, AISI turut melaporkan wholesales motor baru di pasar ekspor. Pada November 2025 mencatatkan 43.426 unit.
Kembali terkoreksi 11,39 persen bila dibandingkan dengan 49.009 unit sepanjang Oktober 2025.
Secara total Yamaha, Honda, Suzuki, TVS sampai Kawasaki berhasil mengekspor 502.592 unit kendaraan roda dua dari Januari sampai November 2025.
Melihat data-data di atas, banyak pihak yang memprediksi wholesales motor baru bisa finis di angka 6,4 juta unit.
Hal di atas bisa saja terjadi, mengingat di akhir tahun biasanya para pabrikan berlomba-lomba saling menggoda masyarakat.
Seperti dengan menghadirkan beragam program menarik. Semisal diskon, potongan tenor hingga opsi cicilan ringan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 14:44 WIB
12 Mei 2026, 19:21 WIB
07 Mei 2026, 07:00 WIB
15 April 2026, 18:00 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta