Festival Vokasi Satu Hati 2026 Jaring Talenta Muda Siap Kerja
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah. Bahkan pada Rabu (02/04) sempat menyentuh Rp 16.732 per dolar.
Jumlah tersebut merupakan yang terendah sejak awal tahun ini. Lalu titik paling rendah setelah pandemi Covid-19.
Kemudian hampir mendekati titik terendah kurs pada saat krisis moneter 1998, yakni Rp 16.800 per dolar Amerika Serikat.
Tentu kondisi di atas sedikit banyak bakal mempengaruhi industri otomotif di Tanah Air. Salah satunya pada kenaikan harga motor baru.
AHM (Astra Honda Motor) pun buka suara terkait situasi yang sedang dialami oleh konsumen di Indonesia.
Jenama asal Jepang tersebut masih mengantisipasi kenaikan harga motor Honda meski nilai tukar rupiah terus melemah.
“Kalau harga ke konsumen serta benefit atau value ke pembeli kami pertahankan yang terbaik,” ungkap Octavianus Dwi Putro, Direktur Pemasaran AHM di Sunter Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Octa menuturkan, melemahnya nilai tukar rupiah pasti membawa dampak pada mereka. Seperti kenaikan material, biaya produksi dan lain-lain.
Namun mereka masih menghitung berapa besar kenaikan harga motor Honda, jika dolar Amerika Serikat terus menguat.
“Kenaikan (harga motor) nanti akan ada banyak faktor. Bukan hanya material cost saja, ada biaya misalkan untuk surat-surat, BBNKB dan segala macam,” lanjut dia.
Oleh sebab itu mereka masih belum bisa memberi kepastian apakah harga motor Honda bakal naik dalam waktu dekat atau tidak.
“Penyesuaian lebih ke sana, jadi kami berusaha memberikan yang terbaik buat konsumen dalam situasi tidak mudah ini,” tutur Octa.
Meski begitu, Octa tidak menampik bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak hanya berdampak ke harga motor Honda saja. Akan tetapi juga ke suku cadang.
“Kemungkinan ada dampaknya, tetapi tidak hanya faktor itu. Nanti kami akan hitung juga,” tegas Octa.
Ketika disinggung apakah banderol suku cadang motor Honda bakal mengalami peningkatan di bulan depan atau April 2025, Octa juga tidak bisa memastikan.
“Kami coba tahan supaya tidak membebani konsumen,” kata petinggi PT AHM satu ini.
Dia pun berharap situasi sulit seperti sekarang bisa segera berakhir. Sehingga tidak membawa banyak efek negatif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 18:02 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
12 Februari 2026, 08:00 WIB
11 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik