Motor Listrik Greentech Mirip Honda Scoopy Dijual Rp9 Jutaan

Motor listrik Greentech yang mirip dengan Honda Scoopy bisa dibeli dengan harga Rp9 juta di PEVS 2023

Motor Listrik Greentech Mirip Honda Scoopy Dijual Rp9 Jutaan
Satrio Adhy

TRENOTO – Berbagai merek motor listrik turut meriahkan gelaran PEVS 2023. Salah satunya adalah Greentech yang memajang kendaraan roda dua setrum di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Bahkan Andri Suryana selaku Head Region Manager Greentech menyebut produknya sudah memenuhi persyaratan subsidi motor listrik dari Presiden Joko Widodo. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya.

“Di PEVS 2023 motor-motor kami telah memenuhi syarat dapat insentif pemerintah Rp7 juta,” kata Andri Kamis (18/5).

Photo : TrenOto

Menurut Andri pihaknya sengaja memboyong 10 tipe motor listrik Greentech. Namun hanya ada tiga model telah dipastikan dapat bantuan dari Pemerintah.

Sebut saja seperti Greentech Scood yang desainnya mirip Honda Scoopy. Terlihat dari desain retro dengan model lampu bulat.

Produk ini mengandalkan dinamo 1.000 watt. Diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal sampai 60 km per jam.

Sedangkan kapasitas baterainya 60V/32Ah, yang bisa membawa motor listriknya hingga jarak 95-105 km dalam sekali pengisian.

Pada kaki-kaki Greentech Scood dibekali ban 90/90-10. Sementara pengereman disematkan cakram 180 mm satu piston di depan dan belakang pakai tromol.

Baca Juga: Motor Listrik Selis E-Max LR Unjuk Gigi, Tembus 200 Km

Harga Greentech Scood sendiri adalah Rp16.579 juta. Namun jumlahnya masih berkurang setelah mendapat subsidi motor listrik.

“Berkat subsidi pemerintah Rp7 juta maka pengunjung bisa beli dengan harga Rp9.5 juta saja,” kata Andri.

Guna menikmati bantuan dari Presiden Joko Widodo, konsumen cukup membawa KTP untuk dicek NIK (Nomor Induk Kependudukan) di aplikasi.

"Bila disetujui nanti tinggal pilih unit mau yang mana dan konsumen juga bisa pilih metode pembayarannya mau cash atau kredit," tegasnya.

Kemudian masih ada motor listrik lainnya. Seperti Greentech New VP harga normal Rp16.7 juta jadi Rp9.7 juta. Setelah itu Greentech Aero awalnya dibanderol Rp15.9 juta kini hanya Rp8.904 juta.

Greentech tak lupa memberikan berbagai kemudahan buat calon pembelinya. Salah satunya Anda bakal dapat free charging selama dua tahun berlaku di KKBrothers & Greentech Charging Station.

Photo : TrenOto

Sebagai informasi PEVS 2023 digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran otomotif tersebut berlangsung dari 17-21 Mei.

Terdapat berbagai pabrikan yang meramaikannya. Mulai dari produk roda dua, empat serta industri pendukung lainnya.


Terkini

news
Mitsubishi Colt L300

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak 27 Februari 2026, Awas Diputar Balik

Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama

news
Yogyakarta

8 Juta Orang Diperkirakan Melintas di DIY Saat Mudik Lebaran 2026

Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas