Komitmen Leapmotor Penuhi TKDN 60 Persen, Potensi Harga Naik
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Maka Motors menilai kalau motor listrik asal China belum mampu menggoda para konsumen yang ada di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tarif impor Amerika Serikat dipercaya bakal membawa banyak dampak. Terutama bagi sektor atau industri otomotif.
Sejumlah negara seperti China yang terkena aturan anyar Donald Trump ini, berpotensi mencari alternatif pasar selain Negeri Paman Sam.
Indonesia bisa menjadi salah satu kandidat negara tujuan guna menjual berbagai produk otomotif mereka, seperti motor listrik.
Oleh sebab itu banyak pihak ketakutan kendaraan roda dua setrum asal Tiongkok dengan harga kompetitif bakal membanjiri pasar di dalam negeri.
Jika hal tersebut terjadi, diprediksi bakal mengganggu penjualan para manufaktur asal Indonesia yang sudah lebih dulu bermain di segmen EV (Electric Vehicle).
Akan tetapi, kondisi tersebut tidak membuat Maka Motors gentar. Menurut mereka, kehadiran produk dari China telah terjadi lama di Tanah Air.
“Merek-merek motor listrik terbesar dari China sebenarnya sudah memasuki pasar Indonesia jauh sebelum muncul wacana perubahan kebijakan pemerintah,” kata Raditya Wibowo, CEO and Founder Maka Motors kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Raditya menjelaskan bahwa populasi kendaraan roda dua setrum di dalam negeri terbilang masin sangat rendah. Baru sekitar satu persenan dari total penjualan motor baru.
Menurut dia, hal itu membuktikan bahwa kehadiran motor listrik asal China belum bisa menggoda para konsumen di sini.
“Untuk meningkatkan penetrasi motor listrik diperlukan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Tetapi produk asal China yang sudah ada belum bisa menjawab kebutuhan ini,” lanjut Raditya.
Dengan begitu masih ada celah besar atau peluang buat para pabrikan di Indonesia buat bersaing di pasar EV.
Terutama dengan meniagakan motor-motor listrik yang memang diciptakan sesuai karakteristik pembeli di dalam negeri.
“Maka Motors sejak awal berfokus untuk merancang dan memproduksi motor listrik yang cocok bagi pasar Indonesia,” Raditya menambahkan.
Lebih jauh dia mengungkapkan bahwa, pengguna komponen lokal bukan sekadar untuk mengejar jumlah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Melainkan agar suku cadang mudah didapatkan oleh konsumen. Lalu kualitasnya bisa terjaga dengan baik.
“Sebab pemasok lokal paham betul dengan kebutuhan pengguna motor di sini,” tegas petinggi Maka Motors ini.
Sebagai informasi, Maka Motors juga mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto untuk melonggarkan aturan TKDN lalu digantikan dengan pemberian insentif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat