Yadea Tawarkan Program Khusus di Pekan Raya Jakarta 2026
08 Juni 2026, 18:00 WIB
Maka Motors menilai kalau motor listrik asal China belum mampu menggoda para konsumen yang ada di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tarif impor Amerika Serikat dipercaya bakal membawa banyak dampak. Terutama bagi sektor atau industri otomotif.
Sejumlah negara seperti China yang terkena aturan anyar Donald Trump ini, berpotensi mencari alternatif pasar selain Negeri Paman Sam.
Indonesia bisa menjadi salah satu kandidat negara tujuan guna menjual berbagai produk otomotif mereka, seperti motor listrik.
Oleh sebab itu banyak pihak ketakutan kendaraan roda dua setrum asal Tiongkok dengan harga kompetitif bakal membanjiri pasar di dalam negeri.
Jika hal tersebut terjadi, diprediksi bakal mengganggu penjualan para manufaktur asal Indonesia yang sudah lebih dulu bermain di segmen EV (Electric Vehicle).
Akan tetapi, kondisi tersebut tidak membuat Maka Motors gentar. Menurut mereka, kehadiran produk dari China telah terjadi lama di Tanah Air.
“Merek-merek motor listrik terbesar dari China sebenarnya sudah memasuki pasar Indonesia jauh sebelum muncul wacana perubahan kebijakan pemerintah,” kata Raditya Wibowo, CEO and Founder Maka Motors kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Raditya menjelaskan bahwa populasi kendaraan roda dua setrum di dalam negeri terbilang masin sangat rendah. Baru sekitar satu persenan dari total penjualan motor baru.
Menurut dia, hal itu membuktikan bahwa kehadiran motor listrik asal China belum bisa menggoda para konsumen di sini.
“Untuk meningkatkan penetrasi motor listrik diperlukan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Tetapi produk asal China yang sudah ada belum bisa menjawab kebutuhan ini,” lanjut Raditya.
Dengan begitu masih ada celah besar atau peluang buat para pabrikan di Indonesia buat bersaing di pasar EV.
Terutama dengan meniagakan motor-motor listrik yang memang diciptakan sesuai karakteristik pembeli di dalam negeri.
“Maka Motors sejak awal berfokus untuk merancang dan memproduksi motor listrik yang cocok bagi pasar Indonesia,” Raditya menambahkan.
Lebih jauh dia mengungkapkan bahwa, pengguna komponen lokal bukan sekadar untuk mengejar jumlah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Melainkan agar suku cadang mudah didapatkan oleh konsumen. Lalu kualitasnya bisa terjaga dengan baik.
“Sebab pemasok lokal paham betul dengan kebutuhan pengguna motor di sini,” tegas petinggi Maka Motors ini.
Sebagai informasi, Maka Motors juga mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto untuk melonggarkan aturan TKDN lalu digantikan dengan pemberian insentif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Juni 2026, 18:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
31 Mei 2026, 19:57 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
26 Mei 2026, 19:13 WIB
Terkini
10 Juni 2026, 17:00 WIB
Yamaha Classy Modifest 2026 perdana di Surabaya sukses diikuti oleh puluhan modifikator di Jawa Timur
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Honda menghadapi tantangan, terdepak dari lima besar merek mobil terlaris Mei 2026 secara wholesales
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Sejumlah SPBU swasta melakukan penyesuaian harga BBM RON 92 serta 95, kebijakan ini berlaku mulai Rabu (10/06)
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Konsumen disebut melakukan penundaan pembelian imbas ketidakpastian ekonomi, penjualan mobil terdampak
10 Juni 2026, 11:00 WIB
BYD kembali memantik pembicaraan soal keterlibatannya di ajang balap bergengsi Formula 1 pasca GP Monako
10 Juni 2026, 09:00 WIB
Massimo Rivola menilai kalau Jorge Martin tidak seharusnya melakukan kesalahan yang membuat kecelakaan
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bbm non-subsidi, mulai dari Pertamax hingga Green 95
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian hari ini menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat, hal ini agar memaksimalkan pelayanan