Marc Marquez Masih Jadi Momok Menakutkan Bagi Pedro Acosta
29 Januari 2026, 16:00 WIB
KTM sedang menghadapi krisis finansial, 1.800 karyawan manufaktur asal Austria tersebut terancam dirumahkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif sedang menghadapi badai cukup besar. Setelah Nissan, kini kondisi KTM juga tidak kalah krisis.
Menurut laporan Motorcyclenews pada Kamis (15/05), manufaktur asal Austria tersebut tengah di ambang kebangkrutan karena masalah finansial.
Pierer Mobility mengungkapkan, kerugian KTM sebelum pajak sebesar 1,28 miliar euro atau setara dengan Rp 21,7 triliun.
Kemudian pendapatan mereka juga merosot sampai 29,4 persen dari 2,66 miliar euro atau Rp 45,2 triliun di 2025 menjadi Rp 1,8 miliar euro setara Rp 31,9 trilun.
Selanjutnya utang bersih KTM dikabarkan melonjak, hingga menyentuh 1,6 miliar euro atau Rp 27,8 triliun.
"Produksi di pabrik Mattighofen milik KTM telah dihentikan sejak Desember 2024. Lalu baru dimulai kembali pada pertengahan Maret berkat suntikan dana 150 juta euro atau Rp 2,5 triliun dari Bajaj," tulis Motorcyclenews.
Di sisi lain keempat lini produksi KTM akan kembali beroperasi pada musim panas jika pendanaan tersedia.
Lalu persediaan dipotong sebesar 18 persen dari 2024 melalui pemangkasan produksi yang ditargetkan.
Jumlah karyawan juga terdampak, hingga Desember 2024 jumlah staf turun sebanyak 874 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan 750 orang yang diberhentikan pada awal 2025 dan 220 orang lagi diperkirakan akan terkena PHK menyusul rencana penjualan MV Agusta.
Secara keseluruhan, KTM telah merumahkan 1.859 orang karyawanannya di tengah kondisi krisis yang sedang dialami.
Mirisnya lagi, Pierer Mobility akan keluar sepenuhnya dari pasar sepeda motor pada 2025 ini. Mereka juga berencana menjual saham di Husqvarna dan GasGas, lalu meninjau kembali 70 persen sahamnya di merek felt.
Sekadar informasi, Grup Pierer menjual 292.497 kendaraan roda sepanjang tahun lalu. Turun 21 persen dari 372.511 pada 2023.
![]()
Lebih dari 60 ribu di antarannya dijual melalui mitra India Bajaj. Sedangkan pasar Eropa tetap menjadi bagian terbesar dengan 38 persen dari total penjualan.
Sementara itu, Amerika Utara menyumbang 24 persen, dengan India dan Indonesia berbagi 21 persen.
Pierer Mobility membutuhkan suntikan dana segar sebesar 600 juta euro atau Rp 10,2 triliun untuk melanjutkan bisnis mereka.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Januari 2026, 16:00 WIB
01 Desember 2025, 08:00 WIB
04 November 2025, 16:00 WIB
21 Oktober 2025, 13:00 WIB
06 Oktober 2025, 16:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru