Susunan Pembalap MotoGP 2027 Sudah Lengkap, Banyak Nama Baru
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
Astra Honda Motor menantikan sejumlah daerah kembali memberikan relaksasi opsen PKB dan BBNKB di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Relaksasi opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) di sejumlah daerah akan segera berakhir. Seperti contoh di Jawa Tengan serta Jawa Barat.
Hal tersebut tentu menuai banyak respon berbagai pihak. Termasuk dari salah satu pabrikan, yakni AHM (Astra Honda Motor).
Menurut manufaktur berlambang sayap mengepak tersebut, jika relaksasi opsen BBNKB dan PKB berakhir akan berdampak pada harga jual motor baru.
Oleh sebab itu mereka menunggu, apakah Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Jawa Tengah bakal kembali memberikan kelonggaran atau tidak.
“Kita tunggu masing-masing gubernur di provinsi itu punya kebijakan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Octavianus Dwi, Direktur Pemasaran AHM di Sunter, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Akan tetapi Octa menjelaskan bahwa beberapa daerah sudah memberikan kepastian mengenai relaksasi opsen PKB serta BBNKB.
Seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk kembali memberikan kelonggaran bagi para pembeli motor baru.
“Yang saya dengar beberapa akan keep (tetap menghadirkan relaksasi). Tetapi sejumlah provinsi sudah memberi informasi akan ada kenaikan, ya kita bakal sesuaikan,” lanjut Octa.
Ia menuturkan bahwa jika relaksasi opsen PKB dan BBNKB berakhir, maka penyesuaian harga motor baru Honda bakal mereka lakukan.
Dengan rentan harga mulai Rp 700 ribu sampai Rp 1 jutaan. Namun peningkatan banderol itu tergantung dari tipe juga daerah.
“Balik lagi ya kenaikannya tidak semua maksimal. Masing-masing provinsi punya kebijakan yang melihat kebutuhan konsumen,” tegas Octa.
Sebagai informasi, sebelumnya AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) meminta relaksasi opsen PKB serta BBNKB bisa dilanjutkan.
Untuk itu mereka mengaku terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mencari jalan keluar dari tantangan satu ini.
“Perlu kita bicarakan dengan mereka, karena kalau penjualan turun ini akan berpengaruh ke industri. Akibatnya pajak yang diterima oleh pemerintah daerah juga bakal turun,” kata Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI kepada KatadataOTO dalam kesempatan terpisah.
Dia pun sudah memiliki beberapa saran untuk pemerintah daerah ketika relaksasi opsen PKB serta BBNKB di wilayah mereka selesai.
“Paling ditunda (penerapan opsen) atau kenaikannya bertahap. Sementara dua itu saja untuk solusinya,” Sigit menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
29 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027