Federal Sebut Industri Oli Tak Terdampak Lesunya Pasar Motor Baru

Federal mengaku tidak merasa dampak dari lesunya pasar motor baru yang sedang terjadi dalam beberapa waktu

Federal Sebut Industri Oli Tak Terdampak Lesunya Pasar Motor Baru
Satrio Adhy

KatadataOTO – Industri oli atau pelumas di Indonesia menunjukan kinerja positif. Terutama ketika pasar motor baru sedang lesu.

Setidaknya hal tersebut yang dirasakan oleh ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) selaku produsen Federal Oil.

"Intinya pelumas masih potensial di Indonesia, terutama untuk kendaraan (roda dua) matic," ungkap Alfin Kurnadi, B2C Sales Director EMLI di Jakarta Selatan, Rabu (01/10).

Alfin mengungkapkan bahwa pasar motor matic di dalam negeri terus bertumbuh jika dibandingkan model lain.

Federal Sebut Industri Oli Tak Terdampak Lesunya Pasar Motor Baru
Photo : KatadataOTO

Hal tersebut mendatangkan kesempatan bagi Federal Oil guna memasarkan produk andalan mereka di Indonesia.

"Peluang kita untuk mengembangkan pelumas matic maupun sintetik itu masih sangat besar di Indonesia, baik untuk Federal Oil," Alfin melanjutkan.

Memang jika dilihat, Federall Oil memiliki beragam lini produk bagi konsumen di dalam negeri. Terbagi atas dua kategori utama, yakni matic dan non-matic.

Di segmen pelumas sintetik mereka menghadirkan Federal Racing sebagai produk flagship.

Sementara untuk pemilik kendaraan roda dua matic, mereka memasarkan Federal Oil Matic.

Selain itu ada juga produk telah lama eksis di pasar, semisal Federal Ultratec yang sudah lebih dari 11 tahun diniagakan.

"Penjualan yang paling banyak tentu produk yang lebih lama serta sudah ada di pasaran seperti Ultratec. Kita juga melihat pertumbuhan positif untuk Ultratec serta matic," pungkas Alfin.

Perlu diketahui, Federal Ultratec sendiri diperuntukan bagi motor bebek lawas. Sehingga masih digandrungi para konsumen.

Dengan begitu tetap memberikan kontribusi positif bagi Federal Oil meski pelumas khusus motor matic mendominasi.

Lesunya Pasar Motor Baru

Sekadar mengingatkan, pasar motor baru di Indonesia mengalami kelesuan sejak awal 2025. Situasi itu terlihat dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Pada Agustus 2025, distribusi kendaraan roda dua anyar dari pabrik ke diler (wholesales) hanya berkisar 578.041 unit.

Federal Oil
Photo : Istimewa

Jumlah di atas terkoreksi sekitar 1,53 persen bila dibandingkan dengan Juli 2025 yang berhasil mencapai 587.048 unit.

Sementara secara akumulasi sejak Januari sampai Agustus 2025, hanya ada 4.269.718 kendaraan roda dua anyar terdistribusi.

Angka wholesales tersebut jelas terkoreksi 1,7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab di 2024 mencapai 4.343.781 unit.


Terkini

mobil
BMW

Penjualan Datar, BMW Tetap Pede Bawa iX3 di GIIAS 2026

BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar

mobil
Changan S05

Changan S05 EV dan REEV Bisa Dipesan, Estimasi Harga Rp 500 Juta

Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan

mobil
Gaikindo

Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja

Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit

mobil
Chery Q EV

Chery Q Tawarkan Standar Baru di Segmen Mobil EV Rp200 Jutaan

Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa

mobil
Jetour

JETOUR T1, Opsi Baru SUV Urban Bernuansa Tangguh

SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Akhir Juni 2026

Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung Terakhir di Juni 2026

Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil

news
Ganjil Genap Jakarta

Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Berlaku Kecuali 7 Jenis Kendaraan

Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi