Cek Harga Motor Matic 150 cc September 2027, Ada Aerox dan Stylo
27 September 2026, 20:20 WIB
Federal mengaku tidak merasa dampak dari lesunya pasar motor baru yang sedang terjadi dalam beberapa waktu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri oli atau pelumas di Indonesia menunjukan kinerja positif. Terutama ketika pasar motor baru sedang lesu.
Setidaknya hal tersebut yang dirasakan oleh ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) selaku produsen Federal Oil.
"Intinya pelumas masih potensial di Indonesia, terutama untuk kendaraan (roda dua) matic," ungkap Alfin Kurnadi, B2C Sales Director EMLI di Jakarta Selatan, Rabu (01/10).
Alfin mengungkapkan bahwa pasar motor matic di dalam negeri terus bertumbuh jika dibandingkan model lain.
Hal tersebut mendatangkan kesempatan bagi Federal Oil guna memasarkan produk andalan mereka di Indonesia.
"Peluang kita untuk mengembangkan pelumas matic maupun sintetik itu masih sangat besar di Indonesia, baik untuk Federal Oil," Alfin melanjutkan.
Memang jika dilihat, Federall Oil memiliki beragam lini produk bagi konsumen di dalam negeri. Terbagi atas dua kategori utama, yakni matic dan non-matic.
Di segmen pelumas sintetik mereka menghadirkan Federal Racing sebagai produk flagship.
Sementara untuk pemilik kendaraan roda dua matic, mereka memasarkan Federal Oil Matic.
Selain itu ada juga produk telah lama eksis di pasar, semisal Federal Ultratec yang sudah lebih dari 11 tahun diniagakan.
"Penjualan yang paling banyak tentu produk yang lebih lama serta sudah ada di pasaran seperti Ultratec. Kita juga melihat pertumbuhan positif untuk Ultratec serta matic," pungkas Alfin.
Perlu diketahui, Federal Ultratec sendiri diperuntukan bagi motor bebek lawas. Sehingga masih digandrungi para konsumen.
Dengan begitu tetap memberikan kontribusi positif bagi Federal Oil meski pelumas khusus motor matic mendominasi.
Sekadar mengingatkan, pasar motor baru di Indonesia mengalami kelesuan sejak awal 2025. Situasi itu terlihat dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Pada Agustus 2025, distribusi kendaraan roda dua anyar dari pabrik ke diler (wholesales) hanya berkisar 578.041 unit.
Jumlah di atas terkoreksi sekitar 1,53 persen bila dibandingkan dengan Juli 2025 yang berhasil mencapai 587.048 unit.
Sementara secara akumulasi sejak Januari sampai Agustus 2025, hanya ada 4.269.718 kendaraan roda dua anyar terdistribusi.
Angka wholesales tersebut jelas terkoreksi 1,7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab di 2024 mencapai 4.343.781 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 September 2026, 20:20 WIB
17 September 2026, 22:00 WIB
12 September 2026, 11:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan