Bali Jadi Tempat Ducati Semarakkan Perayaan Ulang Tahun ke-100
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Menurut Ducati Indonesia wacana moge boleh masuk jalan tol dapat memberikan dampak positif ke berbagai sektor
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Wacana moge (motor gede) boleh masuk tol kembali menjadi pembahasan. Beberapa pihak mendorong ide tersebut dapat terealisasi.
Dukungan pun datang dari para pabrikan kendaraan roda dua. Satu di antaranya dilontarkan Ducati Indonesia.
“Bagus dong, jangan dianggap itu (moge masuk tol) sebagai hal tidak baik. Kita mesti ambil sisi positifnya,” ungkap Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Jimmy jika moge boleh masuk tol, dapat memberikan dampak positif. Ambil contoh meningkatkan penerimaan negara.
Sehingga uang yang dibayarkan bisa untuk membangun berbagai fasilitas. Terutama buat memanjakan para pengendara.
Kemudian turut memberi efek positif bagi para manufaktur kendaraan roda dua. Karena dinilai mampu mengerek penjualan moge.
“Ducati turut menikmati tetapi tidak besar, yang paling banyak tentunya merek-merek lain dengan harga lebih murah,” lanjut dia.
Berangkat dari fakta di atas, Ducati Indonesia sangat mendorong adanya wacana moge bisa masuk ke jalan tol di Tanah Air.
“Kesampingkan saya sebagai penjual Ducati, namun untuk bangsa ini menurut saya baik. Sebab semua negara maju sudah menerapkan,” tegas Jimmy.
Kendati demikian Jimmy menyarankan jika rencana di atas mau dijalankan mesti ada beberapa penyesuaian. Misal pemerintah melakukan edukasi terlebih dahulu.
Jadi para pemilik motor Ducati, Aprilia, Kawasaki, KTM, BMW, Harley Davidson serta yang lain makin taat aturan lalu lintas.
Efeknya dapat menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. Sehingga wacana moge boleh masuk tol berjalan lancar.
“Ya diedukasilah, contohnya saat Tol Trans Jawa dibuka berapa banyak kecelakaan yang ada. Jadi mereka perlu diberi pemahaman agar terbiasa,” ia menuturkan.
Patut diketahui, wacana moge boleh masuk jalan tol sempat dikatakan beberapa waktu lalu oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Hal tersebut dia sampaikan dalam rapat bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, Kepala Basarnas maupun Kakorlantas Polri.
“Sekadar masukan saja, selama ini kita lihat motor pengawal kan bisa masuk. Kalau boleh dibilang nothing different lah dengan motor gede lain,” ungkap Andi Iwan Darmawan Aras, Wakil Ketua Komisi 5 DPR RI di akun YouTube TV Parlemen.
Andi menjelaskan ada beberapa pertimbangan kenapa ia mengusulkan moge boleh masuk jalan tol. Seperti contoh potensi pendapatan baru.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 09:00 WIB
24 April 2026, 09:00 WIB
22 April 2026, 21:03 WIB
24 Maret 2026, 17:00 WIB
22 Maret 2026, 06:31 WIB
Terkini
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal
12 Mei 2026, 06:06 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk bisa mengurai sedikit kemacetan di Ibu Kota
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri