Wholesales Motor Baru Juli 2026 Melonjak, Sentuh 600 Ribu Unit
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI menyebut akan ada peningkatan penjualan motor baru pada dua minggu sebelum dan sesudah Lebaran 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor baru diprediksi bakal meningkat kembali dalam waktu dekat. Sebab Lebaran 2025 menyisakan beberapa waktu lagi.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak masyarakat yang memboyong kendaraan roda dua anyar untuk digunakan pada hari raya nanti.
“Biasanya kenaikan (penjualan motor baru) dua minggu sebelum dan sesudah lebaran,” buka Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) kepada KatadataOTO, Rabu (12/03).
Sigit menjelaskan bahwa fenomena ini membawa berkah bagi industri kendaraan roda dua. Pasalnya penjualan mereka bisa meroket di hari raya.
Bahkan jumlah didapat terbilang cukup besar. Menjadi angin segar bagi para pabrikan saat kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Tahun-tahun sebelumnya (peningkatan penjualan motor Baru) sekitar lima sampai tujuh persen,” Sigit melanjutkan.
Menurut Sigit ada beberapa faktor yang membuat masyarakat membeli kendaraan anyar jelang Lebaran 2025. Pertama adalah kebutuhan akan mobilitas.
“Tetapi ada yang mungkin ingin tampil gaya pas pulang (kampung) kan bisa juga,” tegas Sigit.
Selain itu diskon diberikan para diler turut menstimulus masyarakat untuk mempunyai kendaraan roda dua ketika Lebaran 2025.
Sehingga membuat penjualan motor baru mengalami peningkatan cukup besar menjelang serta sesudah hari raya.
Sementara itu di Februari 2025, AISI mencatat ada 581.277 kendaraan roda dua yang terkirim dari pabrik ke diler atau biasa disebut wholesales.
Jumlah di atas meningkat 4.04 persen jika dibandingkan dengan data Februari 2024. Pasalnya pada periode tersebut hanya membukukan 558.685 unit.
Melihat pencapaian di atas, AISI mengaku cukup senang atas performa moncer penjualan motor baru di Tanah Air.
AISI mengungkapkan terdapat sejumlah aspek kenapa pasar kendaraan roda dua kembali bergeliat pada bulan kedua 2025.
"Pertama sepeda motor saat ini dirasakan konsumen sebagai alat transportasi yang harganya terjangkau," ujar Sigit.
Lalu ada beberapa stimulus yang jadi pendorong masyarakat mau membelanjakan harta mereka. Seperti contoh pilihan uang muka atau DP (Down Payment) ringan, sehingga banyak orang mau membeli motor baru.
"Kemudian kalau dilihat (angka) kredit sepeda motor saat ini kondisinya stabil. Tidak ada gejolak atau kenaikan juga," Sigit menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
26 Juli 2026, 22:05 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda