8 dari 10 Orang di Jateng Pakai Sepeda Motor Honda

populasi sepeda motor honda di kawasan DIY - Jateng cukup mendominasi meskipun tengah didera deflasi

8 dari 10 Orang di Jateng Pakai Sepeda Motor Honda
Denny Basudewa

KatadataOTO – Penjualan sepeda motor Honda di Indonesia terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Pada periode Januari – September 2024 saja sudah 3,8 juta unit terjual.

Terdapat kenaikan sebesar 3 persen dari 2023 dan dikatakan hal ini sejalan dengan pergerakan pasar di Tanah Air. Sejumlah model baru diluncurkan untuk tetap merangsang konsumen.

Pertumbuhan penjualan sepeda motor Honda sendiri ditopang dari beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY Yogyakarta.

Disebutkan jika populasi kuda besi berlambang sayap mengepak cukup mendominasi di sana. Beberapa model unggulan mendapat respon positif dari masyarakat.

Honda
Photo : Istimewa

“Berdasarkan data yang kami punya, 8 dari 10 motor di sini (DIY – Jateng) Honda. Bahkan orang-orang kalau menyebut kendaraan roda dua ya Honda,” kata Arnanto Gunara, Regional Head Astra Motor Yogyakarta di Klaten, Jawa Tengah (26/10).

Lebih lanjut dikatakan bahwa penjualan sepeda motor Honda di wilayah DIY – Jateng periode Januari – September 2024 mencapai 450 ribu unit. Adapun angka tersebut terbilang stabil dibandingkan tahun lalu.

Dijelaskan jika penjualan unit di DIY – Jateng cukup bergantung dengan sektor pertanian. Sehingga pola pemasaran sudah terbentuk sejak lama.

Lalu adanya deflasi di Tanah Air, membuat masyarakat penurunan daya beli. Namun kembali disebutkan kondisi pasar masih terbilang stabil.

“Efek (Deflasi) untuk penjualan di Jogja – Jateng ada yang naik dan turun karena masing-masing area berbeda. Contoh ada beberapa yang panen dan naik (penjualannya), tapi ada juga gagal dan pasti terkoreksi,” ungkap Arnanto kemudian.

Perkembangan EV di Jateng

Motor Listrik Baru Honda
Photo : KatadataOTO

Dalam acara Honda Bikers Day (HBD) 2024 akhir pekan lalu, AHM juga ikut memamerkan produk-produk ramah lingkungan mereka. Termasuk dua model anyar yang baru saja diluncurkan di Jakarta.

“Kehadiran motor EV AHM di HBD 2024 adalah untuk bisa semakin mendekatkan sepeda motor listrik ke kalangan bikers. Di sini yang hadir lebih dari 20 ribu orang dan mereka adalah Honda Enthusiast,” tutur Ahmad Muhibuddin, General Manager Corporate Communication AHM di tempat sama.

Kemudian diharapkan dengan dipamerkannya motor listrik Honda di HBD 2024, para Bikers diharapkan bisa lebih mengenal teknologi yang diusung EV dari pabrikan asal Jepang tersebut.


Terkini

mobil
Mobil listrik Changan

Kata Changan soal Penundaan Insentif EV: Jangan Terlalu Berharap

Changan tak mengandalkan insentif mobil listrik untuk dongkrak penjualan, tetapi tetap ingin ada kepastian

otosport
MotoGP Jerman 2026

Bezzecchi Bertekad Bangkit di MotoGP Jerman 2026, Tantang Marquez

Setelah tanpa kemenangan pada tiga balapan lalu, Marco Bezzecchi ingin tampil maksimal di MotoGP Jerman 2026

mobil
Mobil listrik Cina

Penjualan Mobil Cina Anjlok 13 Persen, Insentif Jadi Biang Kerok

Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar

mobil
Bocoran Spesifikasi Xpeng GX, Range Rover versi Cina

Bocoran Spesifikasi Xpeng GX, Range Rover versi Cina

Xpeng GX menjadi salah satu kandidat SUV premium REEV yang bakal masuk pasar Indonesia di masa mendatang

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 08 Juli 2026, Ada Jobfair di Kuningan

SIstem Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah kota DKI untuk menurunkan tingkat kemacetan

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026

Layanan SIM keliling Jakarta bermaksud mempermudah masyarakat dalam memperpanjang SIM, simak persyaratannya

news
SIM Keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Beroperasi 8 Juli 2026, Catat Lokasinya

SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara

mobil
LiDAR

LiDAR Dinilai Belum Relevan untuk Jalanan di Indonesia

Leapmotor menilai ada beberapa faktor yang membuat LiDAR belum optimal dan cocok di jalanan Indonesia