10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Elektrifikasi kendaraan kerap menghadapkan konsumen pilihan: beralih sepenuhnya ke mobil listrik atau tetap bertahan dengan mesin konvensional.
Wuling Eksion PHEV menawarkan jalan tengah lebih fleksibel, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan SUV 7-seater untuk berbagai karakter perjalanan.
Persoalan kemudian muncul ketika keluarga mulai mempertimbangkan mobil elektrifikasi adalah jarak tempuh. Untuk aktivitas dalam kota, mobil listrik murni sebenarnya sudah sangat masuk akal.
Jarak tempuh harian relatif mudah diprediksi, pengisian daya dapat dilakukan di rumah. Sementara karakter motor listrik (dinamo penggerak) menawarkan akselerasi responsif dan pengendaraan yang senyap.
Persoalannya muncul ketika mobil yang sama harus menjalankan fungsi sebagai kendaraan keluarga. Perjalanan akhir pekan bisa berubah menjadi perjalanan antarkota.
Tujuh kursi yang sehari-hari mungkin tidak terisi orang dapat mendadak penuh. Bagasi pun ikut bekerja lebih keras.
Dalam kondisi seperti ini, fleksibilitas daya jelajah menjadi sama pentingnya dengan efisiensi. Wuling Eksion PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mencoba menjawab kebutuhan tersebut.
Sekaligus membawa pendekatan elektrifikasi ke segmen SUV medium 7-seater. Konsepnya sederhana, tetapi relevan: untuk perjalanan sehari-hari, tenaga listrik dapat menjadi pilihan utama.
Ketika perjalanan semakin jauh, mesin pembakaran internal (ICE) memberikan fleksibilitas tambahan. Dengan demikian, pengguna tidak harus memilih secara mutlak antara listrik atau bensin.
“Didukung teknologi LING Power, Eksion PHEV menawarkan perpaduan antara fleksibilitas dan efisiensi, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman berkendara yang serba bisa tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors dikutip (16/09).
PHEV pada dasarnya menggabungkan dua sistem penggerak dalam satu kendaraan: motor listrik dan mesin pembakaran internal.
Berbeda dari hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal (charge).
Ini memungkinkan kendaraan digunakan dalam kondisi full-electric untuk perjalanan tertentu, sebelum mesin bensin mengambil peran ketika dibutuhkan. Konsep tersebut membuat PHEV berada pada posisi menarik dalam ekosistem elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 September 2026, 09:00 WIB
09 September 2026, 20:14 WIB
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama