Buntut Kasus Sales Surabaya, Wuling Resmi Serahkan Unit Darion
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Elektrifikasi kendaraan kerap menghadapkan konsumen pilihan: beralih sepenuhnya ke mobil listrik atau tetap bertahan dengan mesin konvensional.
Wuling Eksion PHEV menawarkan jalan tengah lebih fleksibel, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan SUV 7-seater untuk berbagai karakter perjalanan.
Persoalan kemudian muncul ketika keluarga mulai mempertimbangkan mobil elektrifikasi adalah jarak tempuh. Untuk aktivitas dalam kota, mobil listrik murni sebenarnya sudah sangat masuk akal.
Jarak tempuh harian relatif mudah diprediksi, pengisian daya dapat dilakukan di rumah. Sementara karakter motor listrik (dinamo penggerak) menawarkan akselerasi responsif dan pengendaraan yang senyap.
Persoalannya muncul ketika mobil yang sama harus menjalankan fungsi sebagai kendaraan keluarga. Perjalanan akhir pekan bisa berubah menjadi perjalanan antarkota.
Tujuh kursi yang sehari-hari mungkin tidak terisi orang dapat mendadak penuh. Bagasi pun ikut bekerja lebih keras.
Dalam kondisi seperti ini, fleksibilitas daya jelajah menjadi sama pentingnya dengan efisiensi. Wuling Eksion PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mencoba menjawab kebutuhan tersebut.
Sekaligus membawa pendekatan elektrifikasi ke segmen SUV medium 7-seater. Konsepnya sederhana, tetapi relevan: untuk perjalanan sehari-hari, tenaga listrik dapat menjadi pilihan utama.
Ketika perjalanan semakin jauh, mesin pembakaran internal (ICE) memberikan fleksibilitas tambahan. Dengan demikian, pengguna tidak harus memilih secara mutlak antara listrik atau bensin.
“Didukung teknologi LING Power, Eksion PHEV menawarkan perpaduan antara fleksibilitas dan efisiensi, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman berkendara yang serba bisa tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors dikutip (16/09).
PHEV pada dasarnya menggabungkan dua sistem penggerak dalam satu kendaraan: motor listrik dan mesin pembakaran internal.
Berbeda dari hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal (charge).
Ini memungkinkan kendaraan digunakan dalam kondisi full-electric untuk perjalanan tertentu, sebelum mesin bensin mengambil peran ketika dibutuhkan. Konsep tersebut membuat PHEV berada pada posisi menarik dalam ekosistem elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 20:14 WIB
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Terkini
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi