Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Volkswagen Group digoda oleh pemerintah untuk berinvestasi di Indonesia untuk memproduksi bahan baku baterai mobil listrik
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Wolkswagen Group digoda untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun industri bahan baku baterai kendaraan listrik. Hal ini disampaikan langsung oleh Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dalam kunjungan kerjanya ke Wolfsburg, Jerman pekan lalu, Bahlil mengatakan bahwa dirinya bertemu langsung dengan Thomas Schmall, Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components.
Pada kesempatan tersebut Bahlil mengajak pihak Volkswagen Group untuk melakukan investasi di Indonesia. Adapun investasinya sendiri berkaitan dengan kendaraan listrik yang mulai serius perkembangannya di Indonesia.
“Saya datang langsung ke sini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan karena akan kami urus langsung,” ucapnya seperti dikutip Antara.
Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia serius dalam mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air dari hulu ke hilir. Sebelumnya investasi dari Korea Selatan telah masuk untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Volkswagen Group sendiri merupakan jenama asal Jerman yang cukup serius dalam mengembangkan kendaraan listrik. Oleh karena itu kerja sama antara kedua belah pihak dianggap sejalan.
BPKM menyatakan bahwa pemerinta siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.
Dalam hal ini, Volswagen nantinya akan memproduksi pemurnian nikel hingga membuat Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.
Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia dikatakan memiliki potensi untuk menggaet investor. Belakangan ini cukup banyak investor dari beberapa negara yang digaet guna mewujudkan misi full elektrifikasi atau zero emision pada 2060.
“Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia. Mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada, kami berharap dukungan dari pemerintah untuk mewujudkannya,” ucap Thomas.
Selain itu, Ia juga berharap pemerintah Indonesia bisa menjamin rekomendasi bahan baku dan biaya yang stabil untuk produksi baterai. Diketahui bahwa baterai pertama Volkswagen akan mulai diproduksi pada triwulan II 2025.
Volkswagen Group tidak hanya akan memproduksi baterai untuk dipasarkan di Indonesia namun juga ekspor. Oleh karena itu mereka dikatakan ingin mendapatkan kejelasan regulasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM