TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Volkswagen Group digoda oleh pemerintah untuk berinvestasi di Indonesia untuk memproduksi bahan baku baterai mobil listrik
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Wolkswagen Group digoda untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun industri bahan baku baterai kendaraan listrik. Hal ini disampaikan langsung oleh Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dalam kunjungan kerjanya ke Wolfsburg, Jerman pekan lalu, Bahlil mengatakan bahwa dirinya bertemu langsung dengan Thomas Schmall, Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components.
Pada kesempatan tersebut Bahlil mengajak pihak Volkswagen Group untuk melakukan investasi di Indonesia. Adapun investasinya sendiri berkaitan dengan kendaraan listrik yang mulai serius perkembangannya di Indonesia.
“Saya datang langsung ke sini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan karena akan kami urus langsung,” ucapnya seperti dikutip Antara.
Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia serius dalam mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air dari hulu ke hilir. Sebelumnya investasi dari Korea Selatan telah masuk untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Volkswagen Group sendiri merupakan jenama asal Jerman yang cukup serius dalam mengembangkan kendaraan listrik. Oleh karena itu kerja sama antara kedua belah pihak dianggap sejalan.
BPKM menyatakan bahwa pemerinta siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.
Dalam hal ini, Volswagen nantinya akan memproduksi pemurnian nikel hingga membuat Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.
Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia dikatakan memiliki potensi untuk menggaet investor. Belakangan ini cukup banyak investor dari beberapa negara yang digaet guna mewujudkan misi full elektrifikasi atau zero emision pada 2060.
“Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia. Mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada, kami berharap dukungan dari pemerintah untuk mewujudkannya,” ucap Thomas.
Selain itu, Ia juga berharap pemerintah Indonesia bisa menjamin rekomendasi bahan baku dan biaya yang stabil untuk produksi baterai. Diketahui bahwa baterai pertama Volkswagen akan mulai diproduksi pada triwulan II 2025.
Volkswagen Group tidak hanya akan memproduksi baterai untuk dipasarkan di Indonesia namun juga ekspor. Oleh karena itu mereka dikatakan ingin mendapatkan kejelasan regulasi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan