Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penurunan emisi karbon yang dicanangkan Pemerintah, Toyota tekan emisi karbon dengan menggunakan sel surya di pabrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota Indonesia menegaskan bahwa mereka telah melakukan beragam pengembangan guna mendukung penurunan emisi karbon. Sesuai dengan program pemerintah, Toyota tekan emisi karbon untuk efisiensi energi.
Pengelolaan energi dan pengurangan gas emisi rumah kaca menjadi fokus Toyota Indonesia untuk berkontribusi menghadapi tantangan perubahan iklim. Pabrikan mobil asal Jepang ini telah mengelola energi secara efisien serta memaksimalkan penggunaaan energi baru dan terbarukan (EBT) di lingkungan aktivitas industri salah satunya di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Di antaranya adalah penerapan Eco-Plant yang dalam praktiknya menggunakan EBT pada tahapan proses produksi maupun kegiatan sehari-hari. Salah satunya adalah dari penggunaan sel surya di lingkungan pabrik untuk penerangan jalan.
Selain itu, TMMIN juga mengimplementasikan konsep penerangan alami di lingkungan pabrik. Modifikasi sistem dan penerapan konsep penerangan alami di lingkungan dalam pabrik ini terbukti membantu upaya efisiensi energi secara optimal.
Tak hanya itu, energi sisa dari sebagian proses operasional juga dimanfaatkan semaksimal mungkin guna menjalankan aktivitas. Kesadaran karyawan akan upaya pengurangan emisi karbon juga diwujudkan karyawan yang secara berkesinambungan melakukan inovasi perbaikan proses produksi untuk menghemat pengunaan energi selama beraktivitas.
Dalam melaksanakan proses logistik, TMMIN berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca melalui peningkatan efisiensi transportasi. Diantaranya menggunakan bahan bakar biofuel untuk truk logistik dan membuat inovasi transportasi dengan memaksimalkan daya angkut.
Metode ‘Through Line’ juga telah diterapkan di pabrik mesin TMMIN Plant 3 di Karawang. Dengan mengadopsi metode tersebut, seluruh proses produksi mesin mulai dari tahap awal casting hingga perakitan dapat dilakukan di bawah satu atap sehingga mampu mempersingkat waktu dan mengurangi logistik stok barang.
TMMIN juga menggunakan peralatan berteknologi baru. Salah satunya ‘Inorganic Sand Core Blinder’ yaitu pembakaran dengan suhu rendah sehingga proses pengerjaan menjadi lebih singkat.
Toyota Indonesia juga telah berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memberikan ragam pilihan lengkap kendaraan elektrifikasi berkonsep ‘Multi-pathway.’ Mulai dari mobil berefisiensi tinggi, Flexi Engine (bio-fuel), HEV, PHEV, BEV hingga FCEV berbahan bakar hidrogren yang sesuai kebutuhan konsumen dan kondisi Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika