10 Merek Mobil Terlaris Februari 2026, Toyota Kian Mendominasi
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Fokus pada pengembangan mobil listrik secara global, Toyota kejar BYD dan tesla untuk mempercepat produksi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Toyota siapkan strategi produksi kendaraan listrik mulai tahun depan. TMC (Toyota Motor Corporation) dikabarkan akan segera menyiapkan penyesuaian strategi untuk mengejar ketertinggalan dengan para pesaingnya yakni Tesla dan BYD.
Dikutip dari Reuters, Senin (12/12) pabrikan otomotif asal Jepang ini akan mulai merinci perencanaan produksi mobil listrik pada awal 2026 dengan mengkomunikasikannya ke supplier.
Toyota sendiri saat ini sedang terus mengembangkan cara untuk lebih kompetitif di bidang EV (electric vehicle) tahun ini. Seorang sumber internal menyebut bahwa Toyota mempercepat peningkatkan teknologi untuk kinerja EV.
Beberapa hal menjadi fokus pengembangan seperti sistem penggerak listrik ke elektronik, mengubah daya dari grid menjadi energi lalu kemudian disimpan ke dalam baterai. Sistem pemanas dan pendingin baterai juga disediakan terintegrasi dengan mobil.
Pengembangan yang disiapkan Toyota ini nantinya menjadi penerus dua mobil listrik murni pertama keluaran Toyota yaitu bZ4X dan Lexus RZ. Di bulan Februari Toyota juga disebut akan mengadakan pertemuan dengan pemasok besar, menjadi pertemuan pemasok global pertama setelah pandemi.
Pada sebuah keterangan yang diterima Reuters disebutkan juga bahwa Toyota secara aktif berdiskusi dengan supplier dan rekanan untuk mencapai netralitas karbon. Namun belum ada detail lain mengenai program pengembangan EV ini.
Diberitakan pada Oktober 2022 Toyota memang sedang mempertimbangkan ulang strategi untuk bersaing di segmen mobil listrik. Ini dilakukan untuk bersaing dengan produsen mobil listrik lainnya seperti Tesla.
Pabrikan otomotif asal Jepang ini juga akan mempertimbangkan penerus e-TNGA atau platform pendukung EV, meluncur pada 2019. Menurut sumber internal ini memungkinkan Toyota untuk menurunkan biaya produksi.
Sebelumnya, Henry Tanoto selaku Vice President Toyota Astra Motor memaparkan bahwa Toyota akan berhati-hati melihat kebutuhan masyarakat. Tahun ini Toyota sudah mengeluarkan dua model pengisi jajaran EV-nya yaitu bZ4X dan Kijang Innova Zenix Hybrid.
“Itu mengapa strateginya tahun ini kita luncurkan bZ4X yang harganya masih untuk segmen atas tapi juga kita lengkapi dengan Zenix termasuk hybrid-nya, yang saya rasa harganya juga lebih rendah dari hybrid kita sebelumnya yaitu Corolla Cross,” ucap Henry di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Henry penyematan teknologi seperti mesin hybrid ke model populer sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini juga dapat membuat harga mobil ramah lingkungan bisa lebih terjangkau.
“Jadi kalau ditanya soal elektrifikasi yang lebih affordable saya rasa pasti arahnya ke sana. Cuma kita lihat kebutuhan masyarakat secara lebih baik,” ucap Henry.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 20:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Lebih dari sekadar mobil listrik secara umum di pasar otomotif Indonesia, Changan Deepal S07 lebih unggul
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk memanfaatkan SIM keliling Jakarta, simak detailnya
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta di Ibu Kota kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga
11 Maret 2026, 06:00 WIB
ITC Kebon Pala menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh para pengendara
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Daihatsu memamerkan kelengkapan fasilitas mereka termasuk Part Center yang betujuan untuk menyediakan suku cadang di Indonesia
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Aito M9 menjadi salah satu kandidat kuat mobil baru DFSK yang segera dipasarkan di semester kedua tahun ini
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota merajai 10 merek mobil terlaris pada Februari 2026, mereka berhasil mencatatkan retail 44.878 unit