Penjualan Merek Mobil Mewah Agustus 2026: BMW dan Lexus Sumringah
17 September 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota dan Lexus secara global mengalami pertumbuhan didorong tingginya permintaan mobil hybrid
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan Toyota dan Lexus pada semester pertama tahun fiskal 2026 telah mengalami pertumbuhan. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil melepas membuat 5,2 juta kendaraan ke pelanggan, lebih banyak dibanding periode serupa tahun lalu yang cuma 5,02 juta unit.
Dari jumlah tersebut, pasar kendaraan elektrifikasi mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Pasalnya pabrikan telah mengirim 2,47 juta unit, tumbuh bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang cuma 2,23 juta unit.
Catatan ini membuat penjualan mobil elektrifikasi Toyota dan Lexus menguasai 46,9 persen dari total pasar.
Jika dilihat lebih detail maka mobil hybrid menjadi kendaraan elektrifikasi paling diminati. Pasalnya ada 2,27 juta unit berhasil terjual ke pasar, jauh lebih tinggi ketimbang EV yang cuma dilepas 101.000 unit.
Sementara untuk kendaraan PHEV, Toyota dan Lexus telah melepas 98.000 unit di seluruh dunia. Jumlah ini tentu akan terus bertambah seiring dengan makin banyaknya pilihan model yang ditawarkan perusahaan kepada pasar.
Meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat, Toyota optimis terhadap pertumbuhan mereka di tahun fiskal 2026. Mereka bahkan merevisi proyeksi laba mereka menjadi lebih tinggi ketimbang sebelumnya.
Dalam laporannya mereka memperkirakan bakal mendapat laba 3,4 triliun Yen atau Rp 368,3 triliun sepanjang tahun fiskal 2026. Angka itu naik signifikan dibanding sebelumnya yang hanya 3,2 triliun yen atau Rp 346,7 triliun.
Pabrikan mobil terlaris di dunia tersebut mengakui bahwa adanya banyak tantangan di tahun ini. Mulai dari penerapan tarif baru di Amerika Serikat dan ketatnya persaingan kendaraan listrik di Cina.
“Tapi volume penjualan dan keuntungan perusahaan tetap optimal,” tegas Kenta Kon, Direktur Keuangan Toyota Motor Corporation.
Perusahaan juga akan melakukan strategi lain untuk meraih keuntungan lebih besar. Mulai dari meningkatkan volume penjualan di beberapa kawasan hingga memanfaatkan pelemahan mata uang.
Selain itu, Toyota juga akan mengoptimalkan pasar India yang dinilai memiliki prospek cerah. Pertumbuhan di sana dipercaya bisa mengimbangi tekanan dari Amerika Serikat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 15:00 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
05 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota