Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Toyota dan Lexus secara global mengalami pertumbuhan didorong tingginya permintaan mobil hybrid
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan Toyota dan Lexus pada semester pertama tahun fiskal 2026 telah mengalami pertumbuhan. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil melepas membuat 5,2 juta kendaraan ke pelanggan, lebih banyak dibanding periode serupa tahun lalu yang cuma 5,02 juta unit.
Dari jumlah tersebut, pasar kendaraan elektrifikasi mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Pasalnya pabrikan telah mengirim 2,47 juta unit, tumbuh bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang cuma 2,23 juta unit.
Catatan ini membuat penjualan mobil elektrifikasi Toyota dan Lexus menguasai 46,9 persen dari total pasar.
Jika dilihat lebih detail maka mobil hybrid menjadi kendaraan elektrifikasi paling diminati. Pasalnya ada 2,27 juta unit berhasil terjual ke pasar, jauh lebih tinggi ketimbang EV yang cuma dilepas 101.000 unit.
Sementara untuk kendaraan PHEV, Toyota dan Lexus telah melepas 98.000 unit di seluruh dunia. Jumlah ini tentu akan terus bertambah seiring dengan makin banyaknya pilihan model yang ditawarkan perusahaan kepada pasar.
Meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat, Toyota optimis terhadap pertumbuhan mereka di tahun fiskal 2026. Mereka bahkan merevisi proyeksi laba mereka menjadi lebih tinggi ketimbang sebelumnya.
Dalam laporannya mereka memperkirakan bakal mendapat laba 3,4 triliun Yen atau Rp 368,3 triliun sepanjang tahun fiskal 2026. Angka itu naik signifikan dibanding sebelumnya yang hanya 3,2 triliun yen atau Rp 346,7 triliun.
Pabrikan mobil terlaris di dunia tersebut mengakui bahwa adanya banyak tantangan di tahun ini. Mulai dari penerapan tarif baru di Amerika Serikat dan ketatnya persaingan kendaraan listrik di Cina.
“Tapi volume penjualan dan keuntungan perusahaan tetap optimal,” tegas Kenta Kon, Direktur Keuangan Toyota Motor Corporation.
Perusahaan juga akan melakukan strategi lain untuk meraih keuntungan lebih besar. Mulai dari meningkatkan volume penjualan di beberapa kawasan hingga memanfaatkan pelemahan mata uang.
Selain itu, Toyota juga akan mengoptimalkan pasar India yang dinilai memiliki prospek cerah. Pertumbuhan di sana dipercaya bisa mengimbangi tekanan dari Amerika Serikat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri
11 Mei 2026, 07:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
11 Mei 2026, 06:59 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasinya
10 Mei 2026, 21:33 WIB
Penta Prima Paint incar konsumen modifikator di ajang The Elite Showcase 2026, lima produk baru diluncurkan
10 Mei 2026, 20:18 WIB
MotoGP Prancis 2026 jadi momentum bersejarah untuk Aprilia, Martin hingga Ogura mampu menyabet podium
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Wuling Eksion mendapatkan respons yang positif dari para konsumen di Tanah Air, ribuan unit terpesan
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati Indonesia menggelar ajang riding We Ride As One 2026 di Bali, libatkan lebih dari 100 peserta