Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Toyota mengaku tengah menyusun beragam strategi guna menghadapi kenaikan PPN 12 persen di awal tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kenaikan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) jadi 12 persen mulai membuat resah sebagian pihak. Seperti yang sedang dirasakan oleh PT TAM (Toyota Astra Motor).
Mereka menilai kalau kebijakan yang bakal berlaku pada 1 Januari 2025 tersebut akan memberikan efek cukup besar bagi penjualan mobil.
“Tidak bisa dipungkiri memang kenaikan PPN ini akan berdampak meningkatkan banderol pada harga jual mobil bagi konsumen,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing TAM (Toyota Astra Motor) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Anton mengatakan bahwa mereka yakin ketentuan kenaikan PPN 12 persen diambil melalui pertimbangan banyak hal.
Kemudian bertujuan untuk membangun negara. Akan tetapi ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
“Kami juga berharap adanya support atau dukungan dari pemerintah agar pasar otomotif tetap bergairah. Terutama terhadap produk-produk dalam negeri,” lanjut Anton.
Memang tidak bisa dipungkiri, penjualan mobil di Tanah Air menemui beragam bantu sandungan sepanjang 2024.
Seperti diselenggarakan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024, pengetatan kredit sampai banyaknya libur. Membuat pasar kendaraan roda empat loyo.
Sehingga Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) terpaksa merevisi penjualan mobil tahun ini, dari semula satu juta unit menjadi hanya 850 ribu unit saja.
Otomatis dengan adanya kenaikan tarif PPN 12 persen di awal 2025, dinilai jadi sebuah tantangan bagi industri otomotif.
“Dari sisi Toyota juga kita sedang berdiskusi strategi dengan diler maupun Value Chain untuk tetap menyediakan paket-paket solusi mobilitas yang kompetitif buat beragam kebutuhan,” tegas Anton.
Dengan begitu diharapkan pasar kendaraan roda empat di Tanah Air bakal kembali bergairah di tahun depan. Mengingat Gaikindo telah memasang target penjualan mobil di angka satu juta unit pada 2025.
Sebelumnya memang kenaikan PPN 12 persen diprediksi bakal membawa sejumlah dampak bagi penjualan mobil baru di Tanah Air.
“Ya pasti kenaikan harga, tetapi kalau mengenai Market mungkin masalahnya mesti di Gaikindo. Namun paling tidak (imbas PPN) menambah Pricing,” ujar Than Chian Hok, Chief Marketing and Sales Officer ACC (Astra Credit Companies).
Pria yang sering disapa Ahok tersebut tidak menampik bila kebijakan anyar milik pemerintah turut mempengaruhi daya beli masyarakat.
Sebab secara otomatis kenaikan PPN jadi 12 persen bakal membebani konsumen, sebab ditanggung langsung oleh pembeli.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati Indonesia menggelar ajang riding We Ride As One 2026 di Bali, libatkan lebih dari 100 peserta
10 Mei 2026, 06:01 WIB
MG menilai kuota insentif mobil listrik yang tengah disiapkan pemerintah, masih kurang dan bisa ditambah lagi
09 Mei 2026, 20:35 WIB
Marco Bezzecchi cukup percaya diri untuk menjalani MotoGP Prancis 2026 berbekal kemenangan pada musim 2023
09 Mei 2026, 20:31 WIB
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi podium di Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Francesco Bagnaia sumbangkan poin
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan mobilitas konsumen, Alva Studio Indy Bintaro resmi didirikan di Tangerang Selatan
08 Mei 2026, 19:00 WIB
Ford memberikan sejumlah keuntungan bagi para pelanggan di Tanah Air, salah satunya adalah voucher bensin
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
08 Mei 2026, 09:00 WIB
Yadea Indonesia melakukan uji produk dengan melibatkan banyak pihak untuk membuktikan kualitas motor listrik