Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Toyota mengaku tengah menyusun beragam strategi guna menghadapi kenaikan PPN 12 persen di awal tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kenaikan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) jadi 12 persen mulai membuat resah sebagian pihak. Seperti yang sedang dirasakan oleh PT TAM (Toyota Astra Motor).
Mereka menilai kalau kebijakan yang bakal berlaku pada 1 Januari 2025 tersebut akan memberikan efek cukup besar bagi penjualan mobil.
“Tidak bisa dipungkiri memang kenaikan PPN ini akan berdampak meningkatkan banderol pada harga jual mobil bagi konsumen,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing TAM (Toyota Astra Motor) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Anton mengatakan bahwa mereka yakin ketentuan kenaikan PPN 12 persen diambil melalui pertimbangan banyak hal.
Kemudian bertujuan untuk membangun negara. Akan tetapi ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
“Kami juga berharap adanya support atau dukungan dari pemerintah agar pasar otomotif tetap bergairah. Terutama terhadap produk-produk dalam negeri,” lanjut Anton.
Memang tidak bisa dipungkiri, penjualan mobil di Tanah Air menemui beragam bantu sandungan sepanjang 2024.
Seperti diselenggarakan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024, pengetatan kredit sampai banyaknya libur. Membuat pasar kendaraan roda empat loyo.
Sehingga Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) terpaksa merevisi penjualan mobil tahun ini, dari semula satu juta unit menjadi hanya 850 ribu unit saja.
Otomatis dengan adanya kenaikan tarif PPN 12 persen di awal 2025, dinilai jadi sebuah tantangan bagi industri otomotif.
“Dari sisi Toyota juga kita sedang berdiskusi strategi dengan diler maupun Value Chain untuk tetap menyediakan paket-paket solusi mobilitas yang kompetitif buat beragam kebutuhan,” tegas Anton.
Dengan begitu diharapkan pasar kendaraan roda empat di Tanah Air bakal kembali bergairah di tahun depan. Mengingat Gaikindo telah memasang target penjualan mobil di angka satu juta unit pada 2025.
Sebelumnya memang kenaikan PPN 12 persen diprediksi bakal membawa sejumlah dampak bagi penjualan mobil baru di Tanah Air.
“Ya pasti kenaikan harga, tetapi kalau mengenai Market mungkin masalahnya mesti di Gaikindo. Namun paling tidak (imbas PPN) menambah Pricing,” ujar Than Chian Hok, Chief Marketing and Sales Officer ACC (Astra Credit Companies).
Pria yang sering disapa Ahok tersebut tidak menampik bila kebijakan anyar milik pemerintah turut mempengaruhi daya beli masyarakat.
Sebab secara otomatis kenaikan PPN jadi 12 persen bakal membebani konsumen, sebab ditanggung langsung oleh pembeli.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse