Toyota Berharap Dukungan Pemerintah Hadapi Kenaikan PPN 12 Persen

Toyota mengaku tengah menyusun beragam strategi guna menghadapi kenaikan PPN 12 persen di awal tahun depan

Toyota Berharap Dukungan Pemerintah Hadapi Kenaikan PPN 12 Persen
Satrio Adhy

KatadataOTO – Kenaikan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) jadi 12 persen mulai membuat resah sebagian pihak. Seperti yang sedang dirasakan oleh PT TAM (Toyota Astra Motor).

Mereka menilai kalau kebijakan yang bakal berlaku pada 1 Januari 2025 tersebut akan memberikan efek cukup besar bagi penjualan mobil.

“Tidak bisa dipungkiri memang kenaikan PPN ini akan berdampak meningkatkan banderol pada harga jual mobil bagi konsumen,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing TAM (Toyota Astra Motor) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Anton mengatakan bahwa mereka yakin ketentuan kenaikan PPN 12 persen diambil melalui pertimbangan banyak hal.

Mobil PHEV Toyota
Photo : Toyota

Kemudian bertujuan untuk membangun negara. Akan tetapi ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kami juga berharap adanya support atau dukungan dari pemerintah agar pasar otomotif tetap bergairah. Terutama terhadap produk-produk dalam negeri,” lanjut Anton.

Memang tidak bisa dipungkiri, penjualan mobil di Tanah Air menemui beragam bantu sandungan sepanjang 2024.

Seperti diselenggarakan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024, pengetatan kredit sampai banyaknya libur. Membuat pasar kendaraan roda empat loyo.

Sehingga Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) terpaksa merevisi penjualan mobil tahun ini, dari semula satu juta unit menjadi hanya 850 ribu unit saja.

Otomatis dengan adanya kenaikan tarif PPN 12 persen di awal 2025, dinilai jadi sebuah tantangan bagi industri otomotif.

“Dari sisi Toyota juga kita sedang berdiskusi strategi dengan diler maupun Value Chain untuk tetap menyediakan paket-paket solusi mobilitas yang kompetitif buat beragam kebutuhan,” tegas Anton.

Dengan begitu diharapkan pasar kendaraan roda empat di Tanah Air bakal kembali bergairah di tahun depan. Mengingat Gaikindo telah memasang target penjualan mobil di angka satu juta unit pada 2025.

Sebelumnya memang kenaikan PPN 12 persen diprediksi bakal membawa sejumlah dampak bagi penjualan mobil baru di Tanah Air.

Toyota Berniat Jual Mobil Hybrid Murah, Ini Syaratnya
Photo : TrenOto

“Ya pasti kenaikan harga, tetapi kalau mengenai Market mungkin masalahnya mesti di Gaikindo. Namun paling tidak (imbas PPN) menambah Pricing,” ujar Than Chian Hok, Chief Marketing and Sales Officer ACC (Astra Credit Companies).

Pria yang sering disapa Ahok tersebut tidak menampik bila kebijakan anyar milik pemerintah turut mempengaruhi daya beli masyarakat.

Sebab secara otomatis kenaikan PPN jadi 12 persen bakal membebani konsumen, sebab ditanggung langsung oleh pembeli.


Terkini

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse