Prediksi Tampilan Hyundai Stargazer Cartenz Versi Baru
17 September 2026, 09:00 WIB
Target penjualan Hyundai naik 30 persen dengan mulai dikembangkannya mobil hybrid sebagai line up di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Target penjualan Hyundai Motor di 2030 meningkat menjadi 5,55 juta unit di 2030 atau tumbuh 30 persen dari 2023. Penambahan tersebut disebabkan mereka akan menambah jajaran produk hybridnya untuk mengatasi perlambatan permintaan mobil listrik global.
Perusahaan asal Korea Selatan tersebut juga mengatakan bakal membeli kembali saham mereka senilai US$ 3 miliar sepanjang 2025 hingga 2027. Perusahaan bakal membayar deviden kepada pemilik saham lebih besar dari seharusnya.
Sebagai salah satu perusahaan otomotif tersebsar di dunia, pabrikan tersebut sebenarnya masih mempertahankan target penjualan mobil listriknya yaitu 2 juta unit pada 2030. Namun untuk hybrid jumlah unitnya akan naik 40 persen menjadi 1,33 juta di 2028.
“Baru-baru ini kecepatan pertumbuhan mobil listrik melambat. Sementara permintaan mobil hybrid terus meningkat dan menjadi pilihan alternatif bagi pelanggan,” ungkap Jaehoon Chang, President and CEO Hyundai Motor.
Tak hanya itu, jumlah model yang ditawarkan juga bakal ditingkatkan menjadi 14 karena diperkirakan terjadi lonjakan permintaan khususnya di kawasan Amerika Utara. Sayangnya mereka tidak menyampaikan jadwal peluncuran dari masing-masing model.
Meski mengambil keputusan untuk mulai mengembangkan kendaraan hybrid, tetapi Hyundai akan mengambil jalur yang berbeda dibandingkan Toyota dan pabrikan Jepang lain. Pasalnya mereka dikabarkan masuk ke segmen Extended Range Electric Vehicle (EREV).
Segmen ini sudah cukup populer di China tetapi belum mendapat perhatian dari masyarakat secara global. Mobil menggunakan baterai yang lebih kapasitasnya lebih besar ketimbang Plug-In Hybrid dan hanya menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya.
Sementara mesin bensinnya hanya berfungsi untuk mengisi ulang daya baterai bila sudah hampir habis.
Hyundai berencana memproduksi mobilnya di Amerika dan China pada akhir 2026. Jarak tempuh yang bisa dicapai pun dikabarkan bisa mencapai 900 km saat terisi penuh.
Perusahaan juga mengumumkan akan menawarkan platform dan teknologi kendaraan otonomnya kepada perusahaan yang ingin memproduksi kendaraan tersebut.
“Kami bakal terus mengejar strategi dengan berorientasi pada laba agar meningkatkan keuntungan jangka menengah hingga panjang sebesar 10 persen atau lebih,” tegas Seung Jo Lee, CFO Hyundai.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 09:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
02 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang