Tampilan Hyundai Boulder, Penantang SUV Boxy Tiongkok
02 September 2026, 09:00 WIB
Bos Hyundai Indonesia menanggapi keputusan Pemerintah yang menolak untuk memberikan insentif mobil hybrid
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keputusan mengejutkan dikeluarkan oleh pemerintah. Mereka tidak akan memberikan bantuan atau subsidi mobil listrik di Tanah Air.
Tentu hal tersebut kembali menuai pro dan kontra. Apalagi sejumlah pihak sudah menunggu kucuran insentif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya.
Sebab subsidi mobil hybrid dianggap bisa menjadi dorongan bagi pasar otomotif. Terlebih penjualan kendaraan di Indonesia tengah tertekan dalam beberapa waktu.
Sehingga dinilai butuh stimulus agar penjualan kendaraan roda empat di Indonesia mampu menembus angka satu juta unit di 2024.
Meski begitu keputusan subsidi mobil hybrid dibatalkan tidak terlalu berdampak bagi Hyundai. Sebab mereka enggan ambil pusing mengenai bantuan satu ini.
“Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga sudah menjawab apa yang disampaikan Airlangga Hartarto, jadi No Problem sebetulnya,” ujar Fransiscus Soerjopranoto kini menjabat sebagai Chief Operating Officer HMID (Hyundai Motors Indonesia) di Katadata SAFE 2024.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau para pabrikan sudah memiliki strategi masing-masing. Sehingga Hyundai tidak mau ambil pusing.
Kemudian juga dia menilai kalau mobil hybrid tidak terlalu membutuhkan insentif. Sebab penjualannya sudah cukup positif.
“Menurut saya pak Airlangga sudah menjelaskan kalau hybrid secara Performance (penjualan) mencapai dua kali lipat daripada mobil listrik,” tegas Frans.
Memang sebelumnya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan kalau kendaraan roda empat ramah lingkungan satu ini cukup diminati oleh masyarakat.
Hal itu terjadi meski pemerintah tidak mengucurkan insentif. Sehingga mereka membiarkan kendaraan hybrid tumbuh dengan sendirinya.
“Penjualan mobil hybrid saat ini sudah dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar telah berjalan dengan mekanisme sekarang,” kata Airlangga.
Memang jika melihat data milik Gaikindo, penjualan Wholesales (dari pabrik ke diler) mobil hybrid cukup moncer. Bisa menyentuh angka sampai 25.751 unit selama enam bulan awal di 2024.
Jumlah di atas meningkat 49 persen bila dibandingkan periode serupa pada 2023. Sebab tahun lalu hanya mencatatkan 17.305 unit.
Sementara kondisi berbeda dialami oleh kendaraan setrum. Selama enam bulan pertama hanya ada 11.940 unit dikirim dari pabrik ke diler.
Angka tersebut naik sekitar 104.13 persen saja jika dibandingkan tahun lalu. Di Januari sampai Juni 2023 hanya ada 5.849 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini