Hyundai Beri Sinyal Kehadiran Stargazer Facelift Tahun Ini
01 April 2025, 11:00 WIB
Bos Hyundai Indonesia menanggapi keputusan Pemerintah yang menolak untuk memberikan insentif mobil hybrid
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keputusan mengejutkan dikeluarkan oleh pemerintah. Mereka tidak akan memberikan bantuan atau subsidi mobil listrik di Tanah Air.
Tentu hal tersebut kembali menuai pro dan kontra. Apalagi sejumlah pihak sudah menunggu kucuran insentif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya.
Sebab subsidi mobil hybrid dianggap bisa menjadi dorongan bagi pasar otomotif. Terlebih penjualan kendaraan di Indonesia tengah tertekan dalam beberapa waktu.
Sehingga dinilai butuh stimulus agar penjualan kendaraan roda empat di Indonesia mampu menembus angka satu juta unit di 2024.
Meski begitu keputusan subsidi mobil hybrid dibatalkan tidak terlalu berdampak bagi Hyundai. Sebab mereka enggan ambil pusing mengenai bantuan satu ini.
“Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga sudah menjawab apa yang disampaikan Airlangga Hartarto, jadi No Problem sebetulnya,” ujar Fransiscus Soerjopranoto kini menjabat sebagai Chief Operating Officer HMID (Hyundai Motors Indonesia) di Katadata SAFE 2024.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau para pabrikan sudah memiliki strategi masing-masing. Sehingga Hyundai tidak mau ambil pusing.
Kemudian juga dia menilai kalau mobil hybrid tidak terlalu membutuhkan insentif. Sebab penjualannya sudah cukup positif.
“Menurut saya pak Airlangga sudah menjelaskan kalau hybrid secara Performance (penjualan) mencapai dua kali lipat daripada mobil listrik,” tegas Frans.
Memang sebelumnya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan kalau kendaraan roda empat ramah lingkungan satu ini cukup diminati oleh masyarakat.
Hal itu terjadi meski pemerintah tidak mengucurkan insentif. Sehingga mereka membiarkan kendaraan hybrid tumbuh dengan sendirinya.
“Penjualan mobil hybrid saat ini sudah dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar telah berjalan dengan mekanisme sekarang,” kata Airlangga.
Memang jika melihat data milik Gaikindo, penjualan Wholesales (dari pabrik ke diler) mobil hybrid cukup moncer. Bisa menyentuh angka sampai 25.751 unit selama enam bulan awal di 2024.
Jumlah di atas meningkat 49 persen bila dibandingkan periode serupa pada 2023. Sebab tahun lalu hanya mencatatkan 17.305 unit.
Sementara kondisi berbeda dialami oleh kendaraan setrum. Selama enam bulan pertama hanya ada 11.940 unit dikirim dari pabrik ke diler.
Angka tersebut naik sekitar 104.13 persen saja jika dibandingkan tahun lalu. Di Januari sampai Juni 2023 hanya ada 5.849 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2025, 11:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
30 Maret 2025, 07:00 WIB
27 Maret 2025, 18:02 WIB
26 Maret 2025, 18:28 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen