Kenaikan Tarif Transjakarta Sasar Rute Jauh Blok M - Soetta
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Bos Hyundai Indonesia menanggapi keputusan Pemerintah yang menolak untuk memberikan insentif mobil hybrid
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keputusan mengejutkan dikeluarkan oleh pemerintah. Mereka tidak akan memberikan bantuan atau subsidi mobil listrik di Tanah Air.
Tentu hal tersebut kembali menuai pro dan kontra. Apalagi sejumlah pihak sudah menunggu kucuran insentif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya.
Sebab subsidi mobil hybrid dianggap bisa menjadi dorongan bagi pasar otomotif. Terlebih penjualan kendaraan di Indonesia tengah tertekan dalam beberapa waktu.
Sehingga dinilai butuh stimulus agar penjualan kendaraan roda empat di Indonesia mampu menembus angka satu juta unit di 2024.
Meski begitu keputusan subsidi mobil hybrid dibatalkan tidak terlalu berdampak bagi Hyundai. Sebab mereka enggan ambil pusing mengenai bantuan satu ini.
“Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga sudah menjawab apa yang disampaikan Airlangga Hartarto, jadi No Problem sebetulnya,” ujar Fransiscus Soerjopranoto kini menjabat sebagai Chief Operating Officer HMID (Hyundai Motors Indonesia) di Katadata SAFE 2024.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau para pabrikan sudah memiliki strategi masing-masing. Sehingga Hyundai tidak mau ambil pusing.
Kemudian juga dia menilai kalau mobil hybrid tidak terlalu membutuhkan insentif. Sebab penjualannya sudah cukup positif.
“Menurut saya pak Airlangga sudah menjelaskan kalau hybrid secara Performance (penjualan) mencapai dua kali lipat daripada mobil listrik,” tegas Frans.
Memang sebelumnya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan kalau kendaraan roda empat ramah lingkungan satu ini cukup diminati oleh masyarakat.
Hal itu terjadi meski pemerintah tidak mengucurkan insentif. Sehingga mereka membiarkan kendaraan hybrid tumbuh dengan sendirinya.
“Penjualan mobil hybrid saat ini sudah dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar telah berjalan dengan mekanisme sekarang,” kata Airlangga.
Memang jika melihat data milik Gaikindo, penjualan Wholesales (dari pabrik ke diler) mobil hybrid cukup moncer. Bisa menyentuh angka sampai 25.751 unit selama enam bulan awal di 2024.
Jumlah di atas meningkat 49 persen bila dibandingkan periode serupa pada 2023. Sebab tahun lalu hanya mencatatkan 17.305 unit.
Sementara kondisi berbeda dialami oleh kendaraan setrum. Selama enam bulan pertama hanya ada 11.940 unit dikirim dari pabrik ke diler.
Angka tersebut naik sekitar 104.13 persen saja jika dibandingkan tahun lalu. Di Januari sampai Juni 2023 hanya ada 5.849 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Juni 2026, 18:11 WIB
13 Juni 2026, 20:27 WIB
06 Juni 2026, 19:00 WIB
03 Juni 2026, 14:03 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi