Merek Mobil Mewah Terlaris Juni 2026, Retail Sales BMW Turun
16 Juli 2026, 19:27 WIB
Tambahan insentif dari pemerintah dinilai bisa membuat penjualan mobil baru yang lesu kembali bergairah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif menemui banyak rintangan di tiga bulan awal 2025. Membuat penjualan mobil baru cukup lesu.
Menurut catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terdapat 205.160 mobil anyar yang dikirim dari pabrik ke diler atau biasa disebut wholesales.
Jumlah tersebut didapatkan sepanjang Januari hingga Maret 2025. Lalu pencapaian di atas terkoreksi 4,7 persen bila dibandingkan dengan periode serupa pada tahun lalu.
Tahun ini pemerintah telah memberikan insentif untuk mobil listrik maupun hybrid. Sedangkan pasar elektrifikasi dalam negeri baru sebesar lima persen dari penjualan keseluruhan.
Melihat situasi tersebut, pemberian insentif tambahan untuk kendaraan roda empat konvensional dari pemerintah dinilai bisa membuat penjualan mobil baru bangkit.
"Jelas adanya regulasi (insentif) ini sangat membantu untuk mendorong (pasar)," kata Donny Saputra, Deputy Managing Director SIS (Suzuki Indomobil Sales) di Karawang beberapa waktu lalu.
Donny menjelaskan kalau sebenarnya pemerintah sudah memberikan berbagai macam stimulus. Seperti potongan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil hybrid.
Insentif itu ternyata cukup membantu, namun belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan mobil baru di Tanah Air.
Oleh sebab itu, Donny mengatakan kalau Gaikindo terbuka jika Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri ingin memberi insentif tambahan.
"Bisa didiskusikan kepada kami di Gaikindo atau ada ide-ide baru dari rekan-rekan pemerintah atau regulator, kami terbuka untuk itu," Donny menuturkan.
Di sisi lain, kondisi penjualan mobil baru yang lesu turut terjadi pada industri lain. Tidak hanya dialami oleh para produsen otomotif.
"Kita lihat ekonomi situasinya seperti sekarang ini. Tidak hanya otomotif, tetapi beberapa industri lain mungkin juga agak-agak mirip," Donny menuturkan.
Sebelumnya Menperin (Menteri Perindustrian) memberi perhatian khusus bagi industri kendaraan roda empat di Tanah Air.
"Bagi pemerintah, penurunan harus menjadi catatan penting karena kontribusi otomotif sangat tinggi,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin dalam kesempatan terpisah.
Salah satu pembantu Presiden Prabowo Subianto ini pun memberikan sejumlah saran bagi para produsen di dalam negeri.
“Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru, misal bukan arahan (seperti) sacrifice margin atau menurunkan harga jual kendaraan,” sambung Menperin.
Dia pun berharap dengan saran di atas, maka bisa membangkitkan penjualan mobil baru di 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Juli 2026, 19:27 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
13 Juli 2026, 18:43 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris