Rapor Penjualan Mobil Baru September 2026: Turun 2,6 Persen
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Tambahan insentif dari pemerintah dinilai bisa membuat penjualan mobil baru yang lesu kembali bergairah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif menemui banyak rintangan di tiga bulan awal 2025. Membuat penjualan mobil baru cukup lesu.
Menurut catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terdapat 205.160 mobil anyar yang dikirim dari pabrik ke diler atau biasa disebut wholesales.
Jumlah tersebut didapatkan sepanjang Januari hingga Maret 2025. Lalu pencapaian di atas terkoreksi 4,7 persen bila dibandingkan dengan periode serupa pada tahun lalu.
Tahun ini pemerintah telah memberikan insentif untuk mobil listrik maupun hybrid. Sedangkan pasar elektrifikasi dalam negeri baru sebesar lima persen dari penjualan keseluruhan.
Melihat situasi tersebut, pemberian insentif tambahan untuk kendaraan roda empat konvensional dari pemerintah dinilai bisa membuat penjualan mobil baru bangkit.
"Jelas adanya regulasi (insentif) ini sangat membantu untuk mendorong (pasar)," kata Donny Saputra, Deputy Managing Director SIS (Suzuki Indomobil Sales) di Karawang beberapa waktu lalu.
Donny menjelaskan kalau sebenarnya pemerintah sudah memberikan berbagai macam stimulus. Seperti potongan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil hybrid.
Insentif itu ternyata cukup membantu, namun belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan mobil baru di Tanah Air.
Oleh sebab itu, Donny mengatakan kalau Gaikindo terbuka jika Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri ingin memberi insentif tambahan.
"Bisa didiskusikan kepada kami di Gaikindo atau ada ide-ide baru dari rekan-rekan pemerintah atau regulator, kami terbuka untuk itu," Donny menuturkan.
Di sisi lain, kondisi penjualan mobil baru yang lesu turut terjadi pada industri lain. Tidak hanya dialami oleh para produsen otomotif.
"Kita lihat ekonomi situasinya seperti sekarang ini. Tidak hanya otomotif, tetapi beberapa industri lain mungkin juga agak-agak mirip," Donny menuturkan.
Sebelumnya Menperin (Menteri Perindustrian) memberi perhatian khusus bagi industri kendaraan roda empat di Tanah Air.
"Bagi pemerintah, penurunan harus menjadi catatan penting karena kontribusi otomotif sangat tinggi,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin dalam kesempatan terpisah.
Salah satu pembantu Presiden Prabowo Subianto ini pun memberikan sejumlah saran bagi para produsen di dalam negeri.
“Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru, misal bukan arahan (seperti) sacrifice margin atau menurunkan harga jual kendaraan,” sambung Menperin.
Dia pun berharap dengan saran di atas, maka bisa membangkitkan penjualan mobil baru di 2025.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia