Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil listrik dinilai akan bertumbuh secara alami tanpa insentif, jika pangsa pasarnya 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di Indonesia mendapatkan bantuan dari pemerintah, berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen.
Jika dilihat sepanjang 2024, pangsa pasar mobil listrik terhadap total wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) secara nasional adalah 4,95 persen.
Angka tersebut naik drastis dari capaian di 2023 yaitu 17.051 unit menjadi 43.188 unit pada 2024. Insentif mobil listrik disebut memegang peranan penting.
Namun bisa dibilang penjualan mobil listrik belum terlalu tinggi sesuai harapan. Mobil hybrid justru naik pamor, ditambah kehadiran produk Cina yang memboyong Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai alternatif.
Oleh karena itu, keberadaan insentif mobil listrik masih dinilai penting dan perlu diberlakukan dalam jangka waktu panjang.
Pengamat menilai, ada syarat yang harus dipenuhi supaya Electric Vehicle (EV) terjual optimal, yakni penjualan mobil listrik harus bisa tembus 10 persen dari total keseluruhan pasar.
“Begitu penjualannya 10 persen dari jumlah pasar, dia akan secara alamiah tumbuh dengan atau tanpa insentif pendukung,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pengamat otomotif di Tangerang beberapa waktu lalu.
Sebab butuh waktu agar harga mobil listrik bisa stabil dan pilihannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang jadi target konsumen.
Kebijakan pemerintah lain juga dapat mendukung bertumbuhnya penggunaan dan pembelian mobil listrik. Di kota besar seperti Jakarta, contohnya adalah aturan ganjil genap.
Perlu diketahui, mobil listrik termasuk salah satu jenis kendaraan yang terbebas dari aturan ganjil genap dan tetap dapat melintas di berbagai ruas jalan saat regulasi itu diberlakukan.
Masyarakat di kota besar menurutnya juga dapat mulai mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik karena menawarkan berbagai kemudahan.
“Biaya operasional lima tahun, istilahnya kita masih untung,” kata Yannes.
Sebagai perbandingan, mobil hybrid saat ini masih mendominasi penjualan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada 2024, pangsa pasarnya berhasil tembus 6,9 persen dengan angka wholesales sebanyak 59.903 unit, naik dari capaian 2023 di 54.179 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda