Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Penjualan mobil listrik dinilai akan bertumbuh secara alami tanpa insentif, jika pangsa pasarnya 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di Indonesia mendapatkan bantuan dari pemerintah, berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen.
Jika dilihat sepanjang 2024, pangsa pasar mobil listrik terhadap total wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) secara nasional adalah 4,95 persen.
Angka tersebut naik drastis dari capaian di 2023 yaitu 17.051 unit menjadi 43.188 unit pada 2024. Insentif mobil listrik disebut memegang peranan penting.
Namun bisa dibilang penjualan mobil listrik belum terlalu tinggi sesuai harapan. Mobil hybrid justru naik pamor, ditambah kehadiran produk Cina yang memboyong Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai alternatif.
Oleh karena itu, keberadaan insentif mobil listrik masih dinilai penting dan perlu diberlakukan dalam jangka waktu panjang.
Pengamat menilai, ada syarat yang harus dipenuhi supaya Electric Vehicle (EV) terjual optimal, yakni penjualan mobil listrik harus bisa tembus 10 persen dari total keseluruhan pasar.
“Begitu penjualannya 10 persen dari jumlah pasar, dia akan secara alamiah tumbuh dengan atau tanpa insentif pendukung,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pengamat otomotif di Tangerang beberapa waktu lalu.
Sebab butuh waktu agar harga mobil listrik bisa stabil dan pilihannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang jadi target konsumen.
Kebijakan pemerintah lain juga dapat mendukung bertumbuhnya penggunaan dan pembelian mobil listrik. Di kota besar seperti Jakarta, contohnya adalah aturan ganjil genap.
Perlu diketahui, mobil listrik termasuk salah satu jenis kendaraan yang terbebas dari aturan ganjil genap dan tetap dapat melintas di berbagai ruas jalan saat regulasi itu diberlakukan.
Masyarakat di kota besar menurutnya juga dapat mulai mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik karena menawarkan berbagai kemudahan.
“Biaya operasional lima tahun, istilahnya kita masih untung,” kata Yannes.
Sebagai perbandingan, mobil hybrid saat ini masih mendominasi penjualan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada 2024, pangsa pasarnya berhasil tembus 6,9 persen dengan angka wholesales sebanyak 59.903 unit, naik dari capaian 2023 di 54.179 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan