Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Penjualan mobil listrik dinilai akan bertumbuh secara alami tanpa insentif, jika pangsa pasarnya 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di Indonesia mendapatkan bantuan dari pemerintah, berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen.
Jika dilihat sepanjang 2024, pangsa pasar mobil listrik terhadap total wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) secara nasional adalah 4,95 persen.
Angka tersebut naik drastis dari capaian di 2023 yaitu 17.051 unit menjadi 43.188 unit pada 2024. Insentif mobil listrik disebut memegang peranan penting.
Namun bisa dibilang penjualan mobil listrik belum terlalu tinggi sesuai harapan. Mobil hybrid justru naik pamor, ditambah kehadiran produk Cina yang memboyong Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai alternatif.
Oleh karena itu, keberadaan insentif mobil listrik masih dinilai penting dan perlu diberlakukan dalam jangka waktu panjang.
Pengamat menilai, ada syarat yang harus dipenuhi supaya Electric Vehicle (EV) terjual optimal, yakni penjualan mobil listrik harus bisa tembus 10 persen dari total keseluruhan pasar.
“Begitu penjualannya 10 persen dari jumlah pasar, dia akan secara alamiah tumbuh dengan atau tanpa insentif pendukung,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pengamat otomotif di Tangerang beberapa waktu lalu.
Sebab butuh waktu agar harga mobil listrik bisa stabil dan pilihannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang jadi target konsumen.
Kebijakan pemerintah lain juga dapat mendukung bertumbuhnya penggunaan dan pembelian mobil listrik. Di kota besar seperti Jakarta, contohnya adalah aturan ganjil genap.
Perlu diketahui, mobil listrik termasuk salah satu jenis kendaraan yang terbebas dari aturan ganjil genap dan tetap dapat melintas di berbagai ruas jalan saat regulasi itu diberlakukan.
Masyarakat di kota besar menurutnya juga dapat mulai mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik karena menawarkan berbagai kemudahan.
“Biaya operasional lima tahun, istilahnya kita masih untung,” kata Yannes.
Sebagai perbandingan, mobil hybrid saat ini masih mendominasi penjualan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada 2024, pangsa pasarnya berhasil tembus 6,9 persen dengan angka wholesales sebanyak 59.903 unit, naik dari capaian 2023 di 54.179 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat