Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan mobil listrik dinilai akan bertumbuh secara alami tanpa insentif, jika pangsa pasarnya 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di Indonesia mendapatkan bantuan dari pemerintah, berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen.
Jika dilihat sepanjang 2024, pangsa pasar mobil listrik terhadap total wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) secara nasional adalah 4,95 persen.
Angka tersebut naik drastis dari capaian di 2023 yaitu 17.051 unit menjadi 43.188 unit pada 2024. Insentif mobil listrik disebut memegang peranan penting.
Namun bisa dibilang penjualan mobil listrik belum terlalu tinggi sesuai harapan. Mobil hybrid justru naik pamor, ditambah kehadiran produk Cina yang memboyong Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai alternatif.
Oleh karena itu, keberadaan insentif mobil listrik masih dinilai penting dan perlu diberlakukan dalam jangka waktu panjang.
Pengamat menilai, ada syarat yang harus dipenuhi supaya Electric Vehicle (EV) terjual optimal, yakni penjualan mobil listrik harus bisa tembus 10 persen dari total keseluruhan pasar.
“Begitu penjualannya 10 persen dari jumlah pasar, dia akan secara alamiah tumbuh dengan atau tanpa insentif pendukung,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pengamat otomotif di Tangerang beberapa waktu lalu.
Sebab butuh waktu agar harga mobil listrik bisa stabil dan pilihannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang jadi target konsumen.
Kebijakan pemerintah lain juga dapat mendukung bertumbuhnya penggunaan dan pembelian mobil listrik. Di kota besar seperti Jakarta, contohnya adalah aturan ganjil genap.
Perlu diketahui, mobil listrik termasuk salah satu jenis kendaraan yang terbebas dari aturan ganjil genap dan tetap dapat melintas di berbagai ruas jalan saat regulasi itu diberlakukan.
Masyarakat di kota besar menurutnya juga dapat mulai mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik karena menawarkan berbagai kemudahan.
“Biaya operasional lima tahun, istilahnya kita masih untung,” kata Yannes.
Sebagai perbandingan, mobil hybrid saat ini masih mendominasi penjualan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada 2024, pangsa pasarnya berhasil tembus 6,9 persen dengan angka wholesales sebanyak 59.903 unit, naik dari capaian 2023 di 54.179 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
01 April 2026, 15:00 WIB
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
Terkini
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif