Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki memiliki dua terapan teknologi masa depan, yakni platform HEARTECT dan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus mengalami perkembangan, seluruh pabrikan otomotif berlomba menghadirkan teknologi yang mampu menekan polusi gas buang pada kendaraan, tak terkecuali Suzuki.
Melakukan penerapan Green Technology, Suzuki memiliki dua terapan teknologi yang menjadi fokus utama, yakni platform HEARTECT dan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle.
Selain lebih terjangkau, kedua teknologi tersebut diklaim mampu melakukan transisi teknologi secara bertahap, sebelum beralih ke fase elektrifikasi secara penuh.
“Suzuki terus mengembangkan beragam alternatif teknologi yang ramah lingkungan. Menggunakan konsep, Kecil, Sedikit, Ringan, Pendek dan Rapi, Suzuki ingin menciptakan kendaraaan yang lebih rendah konsumsi bahan bakar,” kata Mahardian Ismadi Brata, Asst To Design Development, Engineering Administration & Homologation Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor.
HEARTECT merupakan platform generasi terbaru yang mengedepankan bobot ringan sehingga kontribusi pada kinerja kendaraan mampu mengalami peningkatan. Tak hanya itu, platform ini juga memiliki sistem keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara.
Sasis dan suspensi dirancang lebih ringan agar kendaraan memiliki konsumsi bahan bakar lebih irit. Sasis tersebut juga mampu membuat kendaraan lebih stabil saat menikung dan berhenti dengan jarak lebih pendek.
Untuk pengurangan 100 kilogram bobot, peningkatan efisiensi bahan bakar akan menurun 5-6 persen. Penggunaan platform HEARTECT juga diklaim lebih rigid 10 persen serta lebih ringan hingga 15 persen.
Saat ini, SHVS dibangun dengan kombinasi perangkat ISG atau Integrated Starter Generator serta Lithium-Ion Battery. Kombinasi kedua perangkat ini mampu meningkatkan pengalaman berkendara, membuat kinerja bahan bakar lebih efisien, ringan, dan compact.
“Teknologi ini sesuai untuk compact car, teknologi ini dikenal sebagai Mild Hybrid,” ujar Mahardian di kesempatan yang sama.
Kehadiran ISG pada SHVS berfungsi sebagai motor penggerak, menggantikan alternator konvensional. Tenaga yang dihasilkan ISG juga mampu menghidupkan kembali mesin dan membantunya saat berakselerasi.
Menggunakan Lithium-Ion Battery yang ringan dan ringkas, deselerasi daya yang dihasilkan oleh ISG akan disimpan dan digunakan kembali setiap kali diperlukan untuk engine assist.
Sistem SHVS akan bekerja ketika pedal kopling ditekan selama mesin berhenti. Motor penggerak ISG juga mampu menghidupkan mesin. Saat akselerasi, listrik yang disimpan selama deselerasi akan menggerakkan motor untuk membantu mesin, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Meningkatnya performa kendaraan juga menjadi daya tarik sistem ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
09 Agustus 2026, 13:55 WIB
08 Agustus 2026, 23:50 WIB
08 Agustus 2026, 23:50 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika