Suzuki Antisipasi Lonjakan Permintaan Sparepart di Musim Mudik
17 Maret 2025, 15:00 WIB
Suzuki memiliki dua terapan teknologi masa depan, yakni platform HEARTECT dan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus mengalami perkembangan, seluruh pabrikan otomotif berlomba menghadirkan teknologi yang mampu menekan polusi gas buang pada kendaraan, tak terkecuali Suzuki.
Melakukan penerapan Green Technology, Suzuki memiliki dua terapan teknologi yang menjadi fokus utama, yakni platform HEARTECT dan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle.
Selain lebih terjangkau, kedua teknologi tersebut diklaim mampu melakukan transisi teknologi secara bertahap, sebelum beralih ke fase elektrifikasi secara penuh.
“Suzuki terus mengembangkan beragam alternatif teknologi yang ramah lingkungan. Menggunakan konsep, Kecil, Sedikit, Ringan, Pendek dan Rapi, Suzuki ingin menciptakan kendaraaan yang lebih rendah konsumsi bahan bakar,” kata Mahardian Ismadi Brata, Asst To Design Development, Engineering Administration & Homologation Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor.
HEARTECT merupakan platform generasi terbaru yang mengedepankan bobot ringan sehingga kontribusi pada kinerja kendaraan mampu mengalami peningkatan. Tak hanya itu, platform ini juga memiliki sistem keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara.
Sasis dan suspensi dirancang lebih ringan agar kendaraan memiliki konsumsi bahan bakar lebih irit. Sasis tersebut juga mampu membuat kendaraan lebih stabil saat menikung dan berhenti dengan jarak lebih pendek.
Untuk pengurangan 100 kilogram bobot, peningkatan efisiensi bahan bakar akan menurun 5-6 persen. Penggunaan platform HEARTECT juga diklaim lebih rigid 10 persen serta lebih ringan hingga 15 persen.
Saat ini, SHVS dibangun dengan kombinasi perangkat ISG atau Integrated Starter Generator serta Lithium-Ion Battery. Kombinasi kedua perangkat ini mampu meningkatkan pengalaman berkendara, membuat kinerja bahan bakar lebih efisien, ringan, dan compact.
“Teknologi ini sesuai untuk compact car, teknologi ini dikenal sebagai Mild Hybrid,” ujar Mahardian di kesempatan yang sama.
Kehadiran ISG pada SHVS berfungsi sebagai motor penggerak, menggantikan alternator konvensional. Tenaga yang dihasilkan ISG juga mampu menghidupkan kembali mesin dan membantunya saat berakselerasi.
Menggunakan Lithium-Ion Battery yang ringan dan ringkas, deselerasi daya yang dihasilkan oleh ISG akan disimpan dan digunakan kembali setiap kali diperlukan untuk engine assist.
Sistem SHVS akan bekerja ketika pedal kopling ditekan selama mesin berhenti. Motor penggerak ISG juga mampu menghidupkan mesin. Saat akselerasi, listrik yang disimpan selama deselerasi akan menggerakkan motor untuk membantu mesin, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Meningkatnya performa kendaraan juga menjadi daya tarik sistem ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Maret 2025, 15:00 WIB
15 Maret 2025, 19:14 WIB
15 Maret 2025, 07:00 WIB
14 Maret 2025, 21:17 WIB
07 Maret 2025, 17:11 WIB
Terkini
04 April 2025, 21:17 WIB
Alex Marquez yang tampil konsisten sejak awal MotoGP 2025, menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan
04 April 2025, 16:00 WIB
Kemacetan di Puncak Bogor menurun setelah adanya larangan angkot untuk beroperasi selama arus balik Lebaran
04 April 2025, 14:00 WIB
Jasa Marga mencatat bahwa sudah ada 455.994 balik ke Jabotabek sehingga rekayasa lalu lintas sudah harus disiapkan
04 April 2025, 12:00 WIB
Penting bagi pemudik pengguna mobil listrik untuk selalu melakukan pengecekan ke bengkel sebelum perjalanan
04 April 2025, 10:00 WIB
Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 bakal dimulai pada Sabtu (05/04) sampai Senin
04 April 2025, 08:00 WIB
Kondisinya semakin membaik, Jorge Martin bersiap kembali berlaga membela Aprilia di MotoGP Qatar 2025
04 April 2025, 06:00 WIB
Versi terbaru dari Hyundai Ioniq 6 resmi dirilis di negara asalnya, varian N Line hadir menambah pilihan
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025