Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Pemesan Aletra pilih tipe tertinggi karena sejumlah alasan, misal pertimbangan jarak tempuh lebih lebih jauh
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Model mobil listrik di Indonesia semakin beragam khususnya jelang akhir 2024. Banyak pendatang baru termasuk Aletra, perusahaan dari grup Geely yang mengembangkan mobil khusus kebutuhan konsumen Indonesia.
Debut di GJAW 2024 (Gaikindo Jakarta Auto Week), PT Aletra Mobil Nusantara mengklaim bahwa angka pemesanan atau SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) mereka diestimasikan tembus 300 unit.
“Kalau data kita belum dapat update dari sales ya, kita masih terus melakukan pameran mall-to-mall. Tetapi 300 lebih sih, karena di GJAW sendiri sudah 300-an,” kata Christo Antyo, Product Manager Aletra di Jakarta Selatan, Senin (13/1).
Mayoritas konsumen disebut memilih untuk beli tipe tertinggi yakni Aletra L8s. Padahal indennya sedikit lebih lama dibandingkan L8 yakni Juni 2025.
Tipe L8 sendiri sebenarnya dihadirkan sebagai pelengkap saja buat para konsumen yang tidak ingin menunggu terlalu lama.
“Baterai baru ini (Short Blade Battery untuk tipe tertinggi L8s) launching di Juni 2024, artinya baru beberapa bulan kita proses development, jadi kita pertimbangkan hadirkan versi short (range) menggunakan baterai dari Gotion delivery lebih cepat di April,” jelas Christo.
Namun ternyata konsumen bersedia menunggu sampai Juni 2025 demi mendapatkan tipe tertinggi dari Aletra L8.
“Masyarakat Indonesia itu senang jaga-jaga, walaupun belum tentu dua tahun sekali (misalnya) perjalanan ke Jakarta-Surabaya. Yang penting punya senjata atau kendaraannya,” kata Djoko Purwanto, Technical Director Aletra dalam kesempatan sama.
Di masa mendatang ia berharap infrastruktur atau ekosistem pendukung kendaraan listrik yakni SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) bisa terus dikembangkan.
Sehingga meminimalisir ketakutan dari para konsumen apabila ingin memakai mobil listrik buat perjalanan jarak jauh sekalipun.
“Barangkali nanti kemungkinan kita akan mencoba ke arah situ (pengembangan SPKLU), sempat ada pembicaraan,” tegas Djoko.
Sebagai informasi, Aletra baru menghadirkan satu model buat konsumen tanah air yakni L8. Belum ada pembicaraan rinci tentang produk baru di Indonesia, tetapi ada beberapa kandidat seperti RL7 yang sempat dipamerkan di GJAW 2024.
Bicara harga, banderolnya tidak berbeda jauh dari rivalnya yakni BYD M6. Aletra dilego mulai Rp 435 jutaan sampai Rp 488 jutaan OTR (On The Road) Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta