Honda Beat Dipercantik Pakai Baju Baru Lebih Meriah
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Persaingan ketat dan menurunnya minat konsumen terhadap mobil listrik membuat Honda lebih fokus pada hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Rencana elektrifikasi dan pengembangan mobil listrik Honda nampaknya menemui rintangan. Di tengah persaingan dengan manufaktur Cina, Honda memutuskan buat mundur selangkah.
Dilansir dari Insideevs, Jumat (13/05) investasi pengembangan mobil listrik generasi terbaru Honda akan dikurangi 30 persen karena permintaan yang semakin melemah.
“Melihat perlambatan pasar saat ini kami memprediksi penjualan EV di 2030 akan jatuh di bawah 30 persen yang kami harapkan,” kata Toshihiro Mibe, CEO Honda.
Per 2030, Toshihiro mengungkapkan bahwa mobil listrik ditargetkan menyumbang 20 persen dari total penjualan Honda.
Perlu diketahui sebelumnya total investasi Honda dalam pengembangan mobil listrik adalah 10 triliun yen (Rp 1,1 kuadriliun). Tetapi angka itu dikurangi menjadi 7 triliun yen (Rp 792,1 triliun).
Ternyata Honda skeptis bisa menjual mobil listrik sebanyak target ambisius yang ditetapkan sebelumnya.
Ambisi Honda bersaing di era elektrifikasi diawali dengan kehadiran 0 Saloon dan 0 SUV yang memiliki desain futuristik, pakai konsep berbeda dari lini kendaraan ramah lingkungan mereka lainnya.
Masih ada model-model lain direncanakan melengkapi seri 0 tersebut, namun nampaknya dibatalkan setelah Honda mengumumkan pengurangan nominal investasi EV (Electric Vehicle).
Sebagai ganti target itu, Honda fokus mengembangkan dan menjual teknologi serta model-model hybrid yang cukup diminati konsumen, karena lebih praktis.
Di Indonesia, Honda turut menerapkan hal serupa. PT HPM (Honda Prospect Motor) masih melihat HEV (Hybrid Electric Vehicle) sebagai jembatan ke arah elektrifikasi total.
“Buat sekarang, kami percaya diri hybrid lebih diterima di Indonesia. Dilihat secara global termasuk Eropa, AS juga seperti itu,” kata Shugo Watanabe, Presiden Direktur PT HPM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan, pihak Honda masih terus mencari cara agar mobil listrik atau BEV (Battery Electric Vehicle) bisa populer di dalam negeri.
“Teknologinya kami sudah punya di global, tinggal waktunya kapan buat akselerasi (elektrifikasi di Indonesia). Tetapi tidak sekarang,” kata dia.
Saat ini, Honda menawarkan satu model mobil listrik di RI yakni e:N1. Itupun tidak dijual massal, tetapi menggunakan skema penyewaan minimal lima tahun dengan biaya Rp 22 jutaan per bulan.
Sementara model hybrid Honda lebih variatif mulai dari CR-V, Accord, Civic sampai HR-V.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 11:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia
28 Juni 2026, 07:15 WIB
X9 Facelitft dan G6 AWD menjadi andalan baru bagi Xpeng untuk menggoda para konsumen berkantong tebal
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu