Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Shoichiro Toyoda, putra pendiri Toyota meninggal dunia, salah satu kontribusinya ialah membantu ekspansi Toyota ke pasar AS
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Keluarga besar TMC (Toyota Motor Corporation) tengah berduka. Pasalnya, Shoichiro Toyoda yang merupakan putra pendiri Toyota meninggal dunia di usia 97 tahun.
Dilansir dari Japan Times, Rabu (15/2) ia mengalami gagal ginjal. Ia lahir pada 27 Februari 1925.
Shoichiro merupakan cucu dari Sakichi Toyoda selaku founder dari Toyota group dan anak dari penerus Toyota yakni Toyota Motor Co., yang bernama Kiichiro Toyota.
Ia turut bergabung dengan Toyota sebagai board member di usia yang masih terbilang muda yakni 27 tahun. Di 1961 Shoichiro menjadi managing director, terkenal karena ketelatenannya dalam mengembangkan kualitas produk.
Ia menjadi Executive Vice President di 1972 dan 1981, lalu menjadi presiden sales organization Toyota.
Salah satu perannya yang dikenang ialah saat ia mengambil alih Toyota di masa sulitnya pada 1950an. Dalam waktu tiga dekade, ia mengembangkan teknik perakitan hingga standar kontrol kualitas baru yang menjadi salah satu acuan di industri otomotif.
Shoichiro juga menetapkan sebuah peraturan baru yang akan menjadi budaya perusahaan untuk seterusnya.
Studi dari Harvard Business Review pernah memaparkan bahwa ada sejumlah aturan ‘kecil’ yang dibuatnya dan menjadi budaya perusahaan, termasuk mematikan lampu pabrik saat makan siang untuk menghemat biaya, serta mendesain kantor sesuai kebutuhan dan efisien biaya.
Di 1990 ia merombak struktur perusahaan. Staf dan bawahan dibuat dapat berhubungan langsung dengan para eksekutif, mencerminkan keyakinannya terhadap ‘genchi genbutsu’ (pentingnya melihat sesuatu secara langsung).
“Kami menderita ‘penyakit’ korporasi besar. Jadi kami mencari obatnya. Ada perumpamaan: Seorang pria besar pasti mengalami kesulitan untuk melatih kecerdasannya secara maksimal,” ucap Toyoda.
Pada tahun yang sama tepat sebelum melepas jabatannya sebagai chairman, ia mengumpulkan seluruh eksekutif Toyota dan menyuruh mereka untuk lebih mengadopsi gaya orang Amerika Serikat, yakni lebih memikirkan tahun kuartal fiskal berikutnya ketimbang rencana jangka panjang.
Ia juga mengembangkan brand luxury Lexus ke pasar global pada 1989, mempengaruhi merek model lainnya seperti Mercedes-Benz hingga BMW. Bahkan di 1990 inden Lexus di AS mencapai satu tahun.
Di bawah pimpinannya Toyota tumbuh secara global, bergabung dengan merek-merek dunia sejak 1980an dan menjadi salah satu pilar ekonomi Jepang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang