Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Shoichiro Toyoda, putra pendiri Toyota meninggal dunia, salah satu kontribusinya ialah membantu ekspansi Toyota ke pasar AS
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Keluarga besar TMC (Toyota Motor Corporation) tengah berduka. Pasalnya, Shoichiro Toyoda yang merupakan putra pendiri Toyota meninggal dunia di usia 97 tahun.
Dilansir dari Japan Times, Rabu (15/2) ia mengalami gagal ginjal. Ia lahir pada 27 Februari 1925.
Shoichiro merupakan cucu dari Sakichi Toyoda selaku founder dari Toyota group dan anak dari penerus Toyota yakni Toyota Motor Co., yang bernama Kiichiro Toyota.
Ia turut bergabung dengan Toyota sebagai board member di usia yang masih terbilang muda yakni 27 tahun. Di 1961 Shoichiro menjadi managing director, terkenal karena ketelatenannya dalam mengembangkan kualitas produk.
Ia menjadi Executive Vice President di 1972 dan 1981, lalu menjadi presiden sales organization Toyota.
Salah satu perannya yang dikenang ialah saat ia mengambil alih Toyota di masa sulitnya pada 1950an. Dalam waktu tiga dekade, ia mengembangkan teknik perakitan hingga standar kontrol kualitas baru yang menjadi salah satu acuan di industri otomotif.
Shoichiro juga menetapkan sebuah peraturan baru yang akan menjadi budaya perusahaan untuk seterusnya.
Studi dari Harvard Business Review pernah memaparkan bahwa ada sejumlah aturan ‘kecil’ yang dibuatnya dan menjadi budaya perusahaan, termasuk mematikan lampu pabrik saat makan siang untuk menghemat biaya, serta mendesain kantor sesuai kebutuhan dan efisien biaya.
Di 1990 ia merombak struktur perusahaan. Staf dan bawahan dibuat dapat berhubungan langsung dengan para eksekutif, mencerminkan keyakinannya terhadap ‘genchi genbutsu’ (pentingnya melihat sesuatu secara langsung).
“Kami menderita ‘penyakit’ korporasi besar. Jadi kami mencari obatnya. Ada perumpamaan: Seorang pria besar pasti mengalami kesulitan untuk melatih kecerdasannya secara maksimal,” ucap Toyoda.
Pada tahun yang sama tepat sebelum melepas jabatannya sebagai chairman, ia mengumpulkan seluruh eksekutif Toyota dan menyuruh mereka untuk lebih mengadopsi gaya orang Amerika Serikat, yakni lebih memikirkan tahun kuartal fiskal berikutnya ketimbang rencana jangka panjang.
Ia juga mengembangkan brand luxury Lexus ke pasar global pada 1989, mempengaruhi merek model lainnya seperti Mercedes-Benz hingga BMW. Bahkan di 1990 inden Lexus di AS mencapai satu tahun.
Di bawah pimpinannya Toyota tumbuh secara global, bergabung dengan merek-merek dunia sejak 1980an dan menjadi salah satu pilar ekonomi Jepang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal