Pemerintah Mengaku Masih Punya Skema Insentif Buat LCGC
13 Februari 2026, 12:00 WIB
Shoichiro Toyoda, putra pendiri Toyota meninggal dunia, salah satu kontribusinya ialah membantu ekspansi Toyota ke pasar AS
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Keluarga besar TMC (Toyota Motor Corporation) tengah berduka. Pasalnya, Shoichiro Toyoda yang merupakan putra pendiri Toyota meninggal dunia di usia 97 tahun.
Dilansir dari Japan Times, Rabu (15/2) ia mengalami gagal ginjal. Ia lahir pada 27 Februari 1925.
Shoichiro merupakan cucu dari Sakichi Toyoda selaku founder dari Toyota group dan anak dari penerus Toyota yakni Toyota Motor Co., yang bernama Kiichiro Toyota.
Ia turut bergabung dengan Toyota sebagai board member di usia yang masih terbilang muda yakni 27 tahun. Di 1961 Shoichiro menjadi managing director, terkenal karena ketelatenannya dalam mengembangkan kualitas produk.
Ia menjadi Executive Vice President di 1972 dan 1981, lalu menjadi presiden sales organization Toyota.
Salah satu perannya yang dikenang ialah saat ia mengambil alih Toyota di masa sulitnya pada 1950an. Dalam waktu tiga dekade, ia mengembangkan teknik perakitan hingga standar kontrol kualitas baru yang menjadi salah satu acuan di industri otomotif.
Shoichiro juga menetapkan sebuah peraturan baru yang akan menjadi budaya perusahaan untuk seterusnya.
Studi dari Harvard Business Review pernah memaparkan bahwa ada sejumlah aturan ‘kecil’ yang dibuatnya dan menjadi budaya perusahaan, termasuk mematikan lampu pabrik saat makan siang untuk menghemat biaya, serta mendesain kantor sesuai kebutuhan dan efisien biaya.
Di 1990 ia merombak struktur perusahaan. Staf dan bawahan dibuat dapat berhubungan langsung dengan para eksekutif, mencerminkan keyakinannya terhadap ‘genchi genbutsu’ (pentingnya melihat sesuatu secara langsung).
“Kami menderita ‘penyakit’ korporasi besar. Jadi kami mencari obatnya. Ada perumpamaan: Seorang pria besar pasti mengalami kesulitan untuk melatih kecerdasannya secara maksimal,” ucap Toyoda.
Pada tahun yang sama tepat sebelum melepas jabatannya sebagai chairman, ia mengumpulkan seluruh eksekutif Toyota dan menyuruh mereka untuk lebih mengadopsi gaya orang Amerika Serikat, yakni lebih memikirkan tahun kuartal fiskal berikutnya ketimbang rencana jangka panjang.
Ia juga mengembangkan brand luxury Lexus ke pasar global pada 1989, mempengaruhi merek model lainnya seperti Mercedes-Benz hingga BMW. Bahkan di 1990 inden Lexus di AS mencapai satu tahun.
Di bawah pimpinannya Toyota tumbuh secara global, bergabung dengan merek-merek dunia sejak 1980an dan menjadi salah satu pilar ekonomi Jepang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 12:00 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
06 Februari 2026, 20:59 WIB
06 Februari 2026, 09:21 WIB
05 Februari 2026, 17:40 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan