Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Peluangnya besar, Seva berminat menggandeng merek mobil listrik selain BYD dan Wuling di masa mendatang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Memasuki 2025, pasar otomotif tanah air banyak kedatangan manufaktur baru asal China yang memasarkan mobil listrik. Dari segi harga juga cukup bersaing, sehingga diklaim mulai diminati masyarakat.
Platform jual beli dan kredit mobil Seva melihat adanya peluang besar pembiayaan di sektor mobil listrik. Pilihannya semakin beragam dengan rentang harga bervariasi.
“Secara performance kita belum bisa bilang cukup baik, kita baru mulai. Tetapi market penjualan mobil listrik persentasenya memang semakin meningkat,” kata David Thamrin, Product and Growth Division Head Seva saat ditemui di Jakarta, Kamis (06/03).
Sejauh ini, dia mengungkapkan bahwa Seva baru memulai kerja sama dengan BYD dan Wuling untuk pembiayaan mobil listrik di Indonesia.
BYD sendiri merupakan salah satu pendatang baru asal Tiongkok yang menawarkan lima model EV (Electric Vehicle) yaitu Dolphin, Atto 3, Seal, M6 dan Sealion 7.
Mereka juga turut memboyong MPV (Multi Purpose Vehicle) Denza D9, namun tetap dengan harga bersaing dibandingkan rivalnya yakni Rp 950 jutaan on the road Jakarta.
Di masa mendatang Seva tidak menutup kemungkinan buat menggandeng berbagai merek mobil listrik lain. Menurut dia masih ada potensi besar, mengingat banyak konsumen melakukan pembelian kendaraan secara kredit atau mengangsur.
“Ke depannya Seva punya rencana untuk semakin memperlengkap line up produk-produknya. Ada beberapa brand yang memang belum kerja sama, kita sedang penjajakan,” tegas David.
Sebagai informasi, Seva mengalami pertumbuhan penjualan mobil sepanjang 2024 dibandingkan 2023. Meskipun ada berbagai tantangan, angkanya tembus 17.400 BSTK (Berita Serah Terima Kendaraan).
Sejauh ini, LCGC (low cost green car) menjadi pilihan para konsumen Seva. Umumnya pelanggan merupakan first car buyer atau baru pertama kali membeli kendaraan.
Tahun ini tantangan masih akan ada, seperti kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) jadi 12 persen dan opsen di sejumlah daerah luar Jakarta.
Pihak Seva mengandalkan momentum lebaran yang kerap dijadikan waktu pembelian mobil, guna membantu mendongkrak angka penjualan mobil di 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
03 Juli 2026, 06:16 WIB
para pengguna mobil harus memperhatikan pelat nomornya jika ingin melintas karena ada ganjil genap Jakarta
03 Juli 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
03 Juli 2026, 06:00 WIB
Simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta menjelang akhir pekan hari ini, Jumat 3 Juli 2026
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km