Test Drive Toyota Veloz Hybrid, Pilihan Buat yang Males Ngecharge
23 September 2026, 17:49 WIB
Toyota Avanza dan Veloz selama bertahun-tahun menjadi penguasa pasar dan sulit digoyahkan pesaingnya
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Toyota Avanza lahir pada 2003 telah melalui berbagai kondisi ekonomi Indonesia, salah satunya krisis moneter. Selama belasan tahun berkiprah di pasar otomotif Tanah Air, Avanza tetap kokoh sebagai pemimpin di segmennya.
Toyota Veloz sendiri hadir pada 2011 dan diposisikan lebih tinggi daripada Avanza. Toyota Avanza dan Veloz hingga saat ini mampu menjadi kendaraan keluarga yang dicintai dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Toyota Avanza dan Veloz terus menjadi pemimpin pasar yang sangat sulit untuk digoyahkan para pesaingnya. Beberapa merek mobil mencoba peruntungan namun nasibnya justru tragis.
Sebut saja GM (General Motors) memperkenalkan Chevrolet Spin pada 2013. Pada awalnya Spin menjadi buah bibir karena sebagai penantang Avanza dan Veloz, penjualannya cukup moncer.
Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena pada 30 Juni 2015, produksi Chevrolet Spin dihentikan. Hanya 3.000 unit kendaraan berjenis MPV (Multi Purpose Vehicle) tersebut diproduksi di pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi.
Gurihnya pasar Low MPV di Tanah Air sangat menggiurkan produsen kendaraan lainnya. Tidak hanya pabrikan asal Amerika Serikat, manufaktur asal Jepang juga terpancing ikut bersaing.
Honda Mobilio pertama kali masuk Indonesia pada 2013 dan lagi-lagi menantang Avanza dan Veloz. Namun seiring dengan perjalanan waktu, pasar Mobilio menciut bahkan saat ini PT Honda Prospect Motor (HPM) hanya memasarkan varian termurahnya saja.
Belakangan pabrikan mobil asal Korea Selatan yakni Hyundai tengah bersiap untuk masuk ke segmen LMPV. Melalui kendaraan bernama Stargazer, Hyundai tentunya tidak hanya hadir sebagai penggembira di Tanah Air.
Bicara potensi, pasar Indonesia yang unik akan menyulitkan Hyundai Stargazer. Selain menghadapi nama besar Avanza dan Veloz dengan julukan mobil sejuta umat.
Karakter konsumen Indonesia tidak mudah berpaling dari merek-merek Jepang. Terlebih brand Toyota sudah melekat kuat di masyarakat.
Toyota Avanza dan Veloz pada 2020 telah menguasai pasar LMPV sebesar 37 persen. Toyota Avanza 25 persen dan Veloz 12 persen dan menjadi penguasa yang sulit untuk dikalahkan.
Lalu pada akhir 2021 Toyota memperkenalkan Avanza dan Veloz Full Model Change (FMC). Kemudian pada 2022 menjadi salah satu titik tertinggi pencapaian Toyota di segmen LMPV.
Saat ini penjualan keduanya berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 41.2 persen. Menariknya market share Veloz sekarang melonjak hingga hampir 17 persen, sedangkan Avanza tetap konsisten di 24 persen.
Bahkan ketika dihajar pandemi sekalipun, penjualan Avanza dan Veloz justru meningkat. Catatan tersebut setidaknya akan membuat pihak Hyundai memuluskan strategi jitu untuk bersaing.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 17:49 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
31 Juli 2026, 13:29 WIB
20 Juli 2026, 20:33 WIB
19 Mei 2026, 13:29 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan