Toyota Minta Maaf Karena Lamanya Pengiriman Veloz Hybrid
27 Januari 2026, 09:00 WIB
Toyota Avanza dan Veloz selama bertahun-tahun menjadi penguasa pasar dan sulit digoyahkan pesaingnya
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Toyota Avanza lahir pada 2003 telah melalui berbagai kondisi ekonomi Indonesia, salah satunya krisis moneter. Selama belasan tahun berkiprah di pasar otomotif Tanah Air, Avanza tetap kokoh sebagai pemimpin di segmennya.
Toyota Veloz sendiri hadir pada 2011 dan diposisikan lebih tinggi daripada Avanza. Toyota Avanza dan Veloz hingga saat ini mampu menjadi kendaraan keluarga yang dicintai dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Toyota Avanza dan Veloz terus menjadi pemimpin pasar yang sangat sulit untuk digoyahkan para pesaingnya. Beberapa merek mobil mencoba peruntungan namun nasibnya justru tragis.
Sebut saja GM (General Motors) memperkenalkan Chevrolet Spin pada 2013. Pada awalnya Spin menjadi buah bibir karena sebagai penantang Avanza dan Veloz, penjualannya cukup moncer.
Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena pada 30 Juni 2015, produksi Chevrolet Spin dihentikan. Hanya 3.000 unit kendaraan berjenis MPV (Multi Purpose Vehicle) tersebut diproduksi di pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi.
Gurihnya pasar Low MPV di Tanah Air sangat menggiurkan produsen kendaraan lainnya. Tidak hanya pabrikan asal Amerika Serikat, manufaktur asal Jepang juga terpancing ikut bersaing.
Honda Mobilio pertama kali masuk Indonesia pada 2013 dan lagi-lagi menantang Avanza dan Veloz. Namun seiring dengan perjalanan waktu, pasar Mobilio menciut bahkan saat ini PT Honda Prospect Motor (HPM) hanya memasarkan varian termurahnya saja.
Belakangan pabrikan mobil asal Korea Selatan yakni Hyundai tengah bersiap untuk masuk ke segmen LMPV. Melalui kendaraan bernama Stargazer, Hyundai tentunya tidak hanya hadir sebagai penggembira di Tanah Air.
Bicara potensi, pasar Indonesia yang unik akan menyulitkan Hyundai Stargazer. Selain menghadapi nama besar Avanza dan Veloz dengan julukan mobil sejuta umat.
Karakter konsumen Indonesia tidak mudah berpaling dari merek-merek Jepang. Terlebih brand Toyota sudah melekat kuat di masyarakat.
Toyota Avanza dan Veloz pada 2020 telah menguasai pasar LMPV sebesar 37 persen. Toyota Avanza 25 persen dan Veloz 12 persen dan menjadi penguasa yang sulit untuk dikalahkan.
Lalu pada akhir 2021 Toyota memperkenalkan Avanza dan Veloz Full Model Change (FMC). Kemudian pada 2022 menjadi salah satu titik tertinggi pencapaian Toyota di segmen LMPV.
Saat ini penjualan keduanya berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 41.2 persen. Menariknya market share Veloz sekarang melonjak hingga hampir 17 persen, sedangkan Avanza tetap konsisten di 24 persen.
Bahkan ketika dihajar pandemi sekalipun, penjualan Avanza dan Veloz justru meningkat. Catatan tersebut setidaknya akan membuat pihak Hyundai memuluskan strategi jitu untuk bersaing.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Januari 2026, 09:00 WIB
18 Januari 2026, 13:00 WIB
14 Januari 2026, 10:00 WIB
12 Desember 2025, 10:00 WIB
25 November 2025, 08:00 WIB
Terkini
12 Maret 2026, 11:00 WIB
VOID Chapter bogor menggelar aksi sosial di Ramadan, yakni buka bersama dan memberi santunan kepada anak yatim
12 Maret 2026, 08:43 WIB
Harga Denza B5 di Indonesia nanti diyakini tidak akan berbeda jauh dari estimasinya yakni Rp 1,2 miliar
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dilaksanakan secara ketat dengan pengawasan ketat dari berbagai titik termasuk kamera ETLE
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian sengaja menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memfasilitasi para pengendara di Kota Kembang
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Persyaratannya mirip perpanjangan di kantor Satpas, simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta hari ini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi