BMW Mengaku Penjualannya Tidak Terganggu Kondisi Ekonomi
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Penjualan Toyota Indonesia pada Januari - November 2021 disebutkan mengalami kenaikan sebesar 84 persen berkat adanya PPnBM DTP
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Toyota Astra Motor (TAM) membukukan angka penjualan sangat positif periode Januari – November 2021. Disebutkan bahwa penjualan Toyota mengalami kenaikan sebesar 84 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Sebanyak 263 ribu unit kendaraan terkirim dari pabrik ke dealer atau whole sales. Anton Jimmy Suwandy selaku Direktur Pemasaran TAM menyebutkan Toyota Indonesia meraup pangsa pasar hingga 33 persen selama 11 bulan pada 2021.
Melesatnya penjualan mobil baru Toyota Indonesia dikatakan tidak lepas dari program Pemerintah. Adanya kemudahan yang diberikan terbukti mampu mendongkrak pergerakkan industri otomotif ke arah positif.
“Kami apresiasi support Pemerintah dan PPnBM terbukti bekerja untuk industri otomotif nasional. Penjualannya menjadi melesat naik dibandingkan periode sebelumnya,” ucap Anton kepada awak media secara virtual (21/12/2021).
Ia tidak menjelaskan secara spesifik jumlah penjualan setiap modelnya. Namun dikatakan kenaikan penjualan dialami pada model-model seperti Toyota Avanza, Rush, Innova, produk-produk LCGC dan Raize.
“Model seperti Rush, Avanza kenaikkannya cukup tinggi mencapai 70 – 80 persen jika digabung. Sementara Vios kenaikkannya mencapai 350 persen meskipun angkanya tidak tinggi,” jelasnya kemudian.
Mengutip data wholesales pasar otomotif nasional, Anton menyebutkan angkanya sudah mencapai 790 ribu unit. Sehingga target yang dicanangkan sebesar 800 ribu unit akan bisa tercapai pada akhir tahun.
“Tahun ini bisa melebihi target, mudah-mudahan tahun depan bisa di atas itu dengan semakin stabilnya kondisi ekonomi. Kami ingin menjadi nomor satu dengan market share 33 persen,” katanya.
Relaksasi PPnBM yang digulirkan sejak Maret 2021 tidak hanya membuat harga mobil menjadi lebih terjangkau. Namun memberikan peluang pada perusahaan lokal untuk mendapatkan kesempatan lebih.
“kebijakan ini memberikan dampak positif pada penjualan mobil di pasar domestik. Tidak hanya itu, efeknya pada produksi lokal dan kinerja supply chain karena lebih dari 90 persen produk-produk Toyota adalah karya anak bangsa,” tutur Anton.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dengan meningkatnya demand, akan seiring dengan roda perekonomian berputar positif. Lalu efek dominonya kemudian akan semakin baik untuk kondisi di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 09:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
04 Juni 2026, 07:37 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM