HIM Buka Suara Terkait Rencana Ford Produksi di Pabrik Handal
24 Desember 2025, 19:00 WIB
Cenderung tak terganggu situasi ekonomi, bos Ford sorot penyebab di balik turunnya penjualan mobil mewah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil mewah di Indonesia dianggap tak terganggu dengan adanya pelemahan daya beli dan serbuan mobil listrik.
Namun per Oktober 2025, terlihat angka penjualan mobil mewah mulai terganggu dan alami penurunan cukup drastis yakni 33 persen.
Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil mewah secara retail (pengiriman dari diler ke konsumen) adalah 391 unit. Padahal September 2025 angkanya berhasil mencapai 588 unit.
Walaupun cenderung tidak terganggu situasi ekonomi, bos Ford menilai ada faktor eksternal lain diyakini jadi salah satu penyebab penjualan mobil mewah atau segmen premium mengalami penurunan.
“Apa yang kita lihat adalah banyak orang memilih kendaraan listrik sebagai mobil kedua,” kata Roelof Lambert, Regional Director RMA Indonesia di Jakarta, Selasa (11/11).
Menurut Roelof, beragam konsumen di segmen premium akhirnya menggantikan mobil mewah dengan mobil listrik. Ia mengatakan pasar mobil mewah di harga Rp 1 miliar ke atas menurun 40 persen di 2025.
Apalagi melihat gempuran produk Cina yang semakin masif di Indonesia. Terbarunya, sub merek Chery yakni Jaecoo menghadirkan Sport Utility Vehicle (SUV) listrik J5 EV dengan banderol Rp 200 jutaan ke atas.
Rangkaian produk Tiongkok itu tentu menjadi pertimbangan terkhusus untuk konsumen yang ingin memiliki kendaraan kedua.
Kemudian jadi alternatif menarik buat pelanggan lintas segmen sebab ada variasi model, bahkan sampai ke Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Denza D9 di Rp 950 jutaan.
“Jadi ya, itu adalah fenomena yang menarik dan mungkin tidak terduga. Tetapi saya yakin (penjualan mobil mewah) akan kembali bangkit,” kata Roelof.
Roelof yang sebelumnya menahkodai Mercedes-Benz di Tanah Air, menilai pasar otomotif Indonesia tetap bisa pulih meskipun beberapa kali dilanda tantangan.
Menghadapi ketatnya persaingan industri otomotif di Indonesia, Roelof menegaskan pihaknya terus berusaha untuk memperkuat merek Ford di dalam negeri demi menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Jejak kita masih sangat sedikit di Indonesia dan tentu akan kita coba tingkatkan di masa mendatang. Kita bakal menambahkan diler, membuat konsumen semakin mudah mengenal kita dan produk-produk Ford,” tegas Roelof.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Desember 2025, 19:00 WIB
24 Desember 2025, 17:03 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 15:00 WIB
16 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya