Alasan Wuling Air ev Dicintai Oleh Konsumen di Tanah Air
10 Februari 2026, 13:00 WIB
Pemerintah tengah menggodok rencana menambah dua pabrikan penerima subsidi mobil listrik di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah terus menggenjot pengguna kendaraan ramah lingkungan. Terbaru produsen penerima subsidi mobil listrik akan ditambah.
Sehingga tidak hanya Wuling serta Hyundai yang kecipratan insentif tersebut. Dengan begitu diharapkan dapat mendongkrak industri otomotif guna bersaing sama negara-negara tetangga.
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah sedang melaksanakan rapat rutin guna merealisasikan hal itu.
Kendati demikian dia belum mau memberi bocoran dua nama pabrikan calon penerima subsidi mobil listrik. Namun pembantu presiden tersebut memastikan bakal menggaet merek besar.
“Saya belum mau menyebutkan namanya. Kami tengah bicarakan hari ini, besok dan lusa. Nanti kita lihat semua tidak seperti jual kacang goreng," ujar Luhut seperti dikutip dari Katadata, Rabu (15/3).
Lebih lanjut langkah sedang dipersiapkan penting dilakukan pemerintah. Pasalnya dapat menstimulus penggunaan kendaraan setrum di Tanah Air.
"Ini perlu, tapi tidak mau mereka yang ngatur. Kita tak boleh kalah kompetisi sama negara-negara di sekitar," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan.
Sebelumnya pemerintah akan memberi subsidi mobil listrik mulai 20 Maret 2023. Namun hanya ada dua pabrikan mendapatkannya, yakni Wuling juga Hyundai.
Bahkan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian memberi bocoran besarannya. Untuk Hyundai Ioniq 5 bakal menerima Rp70 juta hingga Rp80 juta.
Sedangkan insentif bagi Wuling Air Ev yaitu sekitar Rp25 juta sampai Rp35 juta. kendati demikian semuanya belum diputuskan secara resmi sebab masih menunggu hitung-hitungan.
Selain itu Agus menerangkan hanya dua merek di atas yang baru memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebanyak 40 persen.
Agus mengatakan program tersebut akan berlaku untuk satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau KTP. Pemerintah sudah menyiapkan skema penyaluran insentif kendaraan listrik melibatkan beberapa lembaga termasuk perbankan, produsen dan regulator.
“Bantuan ini berlaku satu kali belanja, tidak bisa dibeli kemudian dijual lagi,” katanya.
Adapun kuota subsidi mobil listrik disiapkan pemerintah adalah 35.900 unit. Agus menuturkan bahwa pedoman umum terkait insentif kendaraan elektrik akan diberikan pada minggu depan.
“Bantuan untuk roda empat sudah ada tabelnya di sini. Nanti bakal segera kita umumkan,” Agus menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 13:00 WIB
08 Februari 2026, 13:00 WIB
05 Februari 2026, 14:15 WIB
23 Januari 2026, 13:14 WIB
19 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan