Wuling Raup 3.290 SPK di GIIAS 2026, Aira ev Dominan
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
Pemerintah tengah menggodok rencana menambah dua pabrikan penerima subsidi mobil listrik di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah terus menggenjot pengguna kendaraan ramah lingkungan. Terbaru produsen penerima subsidi mobil listrik akan ditambah.
Sehingga tidak hanya Wuling serta Hyundai yang kecipratan insentif tersebut. Dengan begitu diharapkan dapat mendongkrak industri otomotif guna bersaing sama negara-negara tetangga.
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah sedang melaksanakan rapat rutin guna merealisasikan hal itu.
Kendati demikian dia belum mau memberi bocoran dua nama pabrikan calon penerima subsidi mobil listrik. Namun pembantu presiden tersebut memastikan bakal menggaet merek besar.
“Saya belum mau menyebutkan namanya. Kami tengah bicarakan hari ini, besok dan lusa. Nanti kita lihat semua tidak seperti jual kacang goreng," ujar Luhut seperti dikutip dari Katadata, Rabu (15/3).
Lebih lanjut langkah sedang dipersiapkan penting dilakukan pemerintah. Pasalnya dapat menstimulus penggunaan kendaraan setrum di Tanah Air.
"Ini perlu, tapi tidak mau mereka yang ngatur. Kita tak boleh kalah kompetisi sama negara-negara di sekitar," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan.
Sebelumnya pemerintah akan memberi subsidi mobil listrik mulai 20 Maret 2023. Namun hanya ada dua pabrikan mendapatkannya, yakni Wuling juga Hyundai.
Bahkan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian memberi bocoran besarannya. Untuk Hyundai Ioniq 5 bakal menerima Rp70 juta hingga Rp80 juta.
Sedangkan insentif bagi Wuling Air Ev yaitu sekitar Rp25 juta sampai Rp35 juta. kendati demikian semuanya belum diputuskan secara resmi sebab masih menunggu hitung-hitungan.
Selain itu Agus menerangkan hanya dua merek di atas yang baru memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebanyak 40 persen.
Agus mengatakan program tersebut akan berlaku untuk satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau KTP. Pemerintah sudah menyiapkan skema penyaluran insentif kendaraan listrik melibatkan beberapa lembaga termasuk perbankan, produsen dan regulator.
“Bantuan ini berlaku satu kali belanja, tidak bisa dibeli kemudian dijual lagi,” katanya.
Adapun kuota subsidi mobil listrik disiapkan pemerintah adalah 35.900 unit. Agus menuturkan bahwa pedoman umum terkait insentif kendaraan elektrik akan diberikan pada minggu depan.
“Bantuan untuk roda empat sudah ada tabelnya di sini. Nanti bakal segera kita umumkan,” Agus menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda