Jetour T2 i-DM Segera Masuk Indonesia, Menambah Opsi Mobil PHEV
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan insentif mobil hybrid yang terjual lebih banyak tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah tengah mengkaji pemberikan insentif mobil hybrid di masa depan. Pasalnya saat ini penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia memang didominasi oleh teknologi tersebut.
Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di ajang Indonesia International Motor Show 2024. Namun ia tidak menyebut kapan kemudahan itu bisa diberikan.
“Pembicaraan antara industri dan presiden memang meminta adanya insentif untuk kendaraan hybrid. Kalau kita lihat penjualannya memang sekarang lebih tinggi dari Battery Electric Vehicle sehingga bisa menjadi solusi menengah,” ungkap Airlangga setelah pembukaan IIMS 2024 (15/02).
Perlu diketahui bahwa penjualan kendaraan elektrifikasi pada 2023 mencapai 71.510 unit. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang cuma menorehkan angka sebesar 20.694 unit.
Teknologi hybrid memang digadang-gadang bisa menjadi segmen peralihan dari konvensional ke listrik. Pasalnya mobil tersebut tidak memerlukan pembangunan infrastruktur baru seperti SPKLU.
“(Kendaraan) hybrid akan menjadi solusi menengah sehingga akan dikaji lebih lanjut,” jelas Airlangga kemudian.
Masyarakat juga tidak perlu mengubah kebiasaan secara signifikan seperti pada BEV. Pasalnya mereka masih harus mengisi bensin agar dapat beroperasi penuh.
Meski demikian, konsumsi bbm terbilang lebih kecil hingga 40 persen dibandingkan mobil berteknologi konvensional. Sehingga cukup menarik minat pelanggan.
Walau banyak keunggulan tetapi harga mobil hybrid terbilang masih lebih tinggi dibandingkan konvensional. Hal ini membuat pabrikan otomotif kurang agresif untuk masuk ke dalam segmen tersebut.
Saat ini Toyota masih menjadi salah satu pabrikan yang cukup agresif dalam mengenalkan kendaraan hybrid. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menjual 37.763 unit dengan Kijang Innova Zenix HEV sebagai model terlarisnya.
MPV tersebut tercatat berhasil terjual sebanyak 27.750 unit sepanjang 2023. Kemudian mereka juga melepas 5.476 unit Yaris Cross HEV.
Kedua model itu tidak cuma sukses di Tanah Air, Toyota juga memanfaatkannya sebagai ujung tombak untuk segmen ekspor. Beberapa kawasan seperti Asia, Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah telah menjadi negara tujuan mobil hybrid buatan Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 19:00 WIB
03 Juni 2026, 14:03 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
24 Mei 2026, 17:10 WIB
19 Mei 2026, 13:29 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan