Cara Ford Dukung Aktivitas Pelanggan di Tengah Kenaikan Harga BBM
08 Mei 2026, 19:00 WIB
Militer Amerika Serikat meninggalkan 65 ribu Humvee dan Ford Ranger dan dimanfaatkan oleh pejuang Taliban
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Buntut ketika pasukan Amerika Serikat (AS) ditarik keluar dari Afghanistan adalah ditinggalkannya sekitar 65 ribu Humvee dan Ford Rangger. Kedua mobil andalan militer AS ini tetap ditinggal alias tidak dibawa pulang dan kini dikuasai oleh pejuang Taliban.
Menurut laporan, secara total pemerintah AS membeli 76 ribu kendaraan perang. Terbagi dari 22 ribu Humvee, Ranger Pickup mencapai 43 ribu sementara lainnya adalah 900 MRAP (kendaraan anti ranjau).
Sekitar 70 persen kendaraan di atas dipergunakan untuk kebutuhan militer Afghanistan serta sisanya diberikan kepada Polisi setempat. Dan kini hampir pasti semua kendaraan tersebut berada di tangan pihak Taliban.
Untuk diketahui, pembelian kendaraan perang tersebut disebutkan dari kurun waktu 2005 sampai 2016. Dan data lainnya menyebutkan bahwa jumlah Ranger yang akhirnya ditinggal di Afghanistan tersebut totalnya sama dengan penjualan di dalam negeri AS pada delapan bulan pertama 2019.
Menarik untuk disimak adalah laporan terakhir yang dari Washington Post. Disebutkan bahwa tentara AS tidak bodoh dengan begitu saja meninggalkan peralatan perang mereka, ternyata mereka sudah merusaknya sebelum dikuasai Taliban.
Menurut Jendral Kenneth F McKenzie Jr, Kepala Pusat Komando AS, menyebutkan bahwa sebelum meninggalkan bandara Kabul, pihaknya telah melumpuhkan 70 MRAP, 27 Humvee dan 73 pesawat. Ia memastikan bahwa kerusakan yang ditimbulkan bersifat permanen alias tidak akan bisa digunakan lagi.
Meski demikian, dipastikan banyak peralatan militer yang masih bisa dimanfaatkan Taliban. Dilaporkan dengan suka cita para pejuang memanfaatkan banyak peralatan perang yang ditinggalkan. Tentu ini jadi keuntungan tersendiri untuk dapat menyusun kekuatan perang baru di masa depan
Dari peralatan perang yang ditinggalkan disebutkan bahwa pejuang Taliban mendapat keuntungan senilai 83 juta dollar atau sekitar Rp 1.1 triliun.
Pertanyaannya, sampai kapan peralatan perang tersebut termasuk Ranger dan Humvee akan berfungsi? Karena tentu jika terjadi kerusakan karena pemakaian, pejuang Taliban tentu akan kesulitan untuk mencari sparepartnya.
Atau pihak Taliban punya rencana lain? Seperti jika berspekulasi, mereka akan menjual di pasar gelap peralatan perang yang sepertinya siap menampungnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Mei 2026, 19:00 WIB
21 April 2026, 09:00 WIB
13 November 2025, 21:30 WIB
31 Oktober 2025, 09:00 WIB
08 April 2024, 16:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya