Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Terus tumbuh, mobil listrik dikatakan masih memiliki potensi besar untuk berkembang pada tahun depan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia memang masih menghadapi tantangan besar. Belum lama Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga mengoreksi target.
Jika semula penjualan mobil baru disebut bakal menyentuh angka 850 ribu unit. Kini angka tersebut menyusut menjadi 780 ribu.
Meskipun mengalami penurunan pemasaran, namun pada segmen mobil listrik justru naik. Karena di 2024 pangsa pasar hanya berkisar 5 persen, akhir tahun diyakini menyentuh dua digit.
“Tahun ini tutup tahun mungkin kontribusi mobil listrik di kisaran 12-13 persen,” kata Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa pasar mobil listrik di Tanah Air masih memiliki potensi. Sehingga kendaraan setrum mampu berkembang lebih jauh lagi.
Selain VinFast yang memasarkan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Semakin banyak merek lain hadir memboyong kendaraan listrik ke dalam negeri.
“Kami yakin tahun depan (pasar mobil listrik) bisa melampaui 20 persen, dari total volume,” jelas Kerry.
Kemudian ia merasa optimis industri mobil listrik masih akan terus berkembang. Sejalan dengan kondisi perekonomian di Tanah Air.
VinFast sendiri masuk Indonesia bermodalkan mobil setrum. Mulai VF3, VF5, VF6, VF e34 hingga VF 7 sudah dipasarkan di dalam negeri.
Tidak hanya meniagakan kendaraan listrik, VinFast juga membangun ekosistem pendukung. Mulai dari jajaran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di berbagai tempat.
Lalu brand asal Vietnam ini juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak, dalam hal after sales.
Terbaru VinFast meresmikan pabrik mandiri di kawasan Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 171 hektar.
Resmi beroperasi pada Januari 2026, pabrik VinFast di Indonesia dikatakan bisa serap 15 ribu karyawan.
Angka di atas akan memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar pabrik.
Adapun VinFast telah menggelontorkan dana awal untuk investasi pabrik sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4.8 triliun.
Model pertama yang diproduksi di sana adalah SUV mini VF3. Kendaraan tersebut dianggap memiliki potensi besar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini