Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Terus tumbuh, mobil listrik dikatakan masih memiliki potensi besar untuk berkembang pada tahun depan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia memang masih menghadapi tantangan besar. Belum lama Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga mengoreksi target.
Jika semula penjualan mobil baru disebut bakal menyentuh angka 850 ribu unit. Kini angka tersebut menyusut menjadi 780 ribu.
Meskipun mengalami penurunan pemasaran, namun pada segmen mobil listrik justru naik. Karena di 2024 pangsa pasar hanya berkisar 5 persen, akhir tahun diyakini menyentuh dua digit.
“Tahun ini tutup tahun mungkin kontribusi mobil listrik di kisaran 12-13 persen,” kata Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa pasar mobil listrik di Tanah Air masih memiliki potensi. Sehingga kendaraan setrum mampu berkembang lebih jauh lagi.
Selain VinFast yang memasarkan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Semakin banyak merek lain hadir memboyong kendaraan listrik ke dalam negeri.
“Kami yakin tahun depan (pasar mobil listrik) bisa melampaui 20 persen, dari total volume,” jelas Kerry.
Kemudian ia merasa optimis industri mobil listrik masih akan terus berkembang. Sejalan dengan kondisi perekonomian di Tanah Air.
VinFast sendiri masuk Indonesia bermodalkan mobil setrum. Mulai VF3, VF5, VF6, VF e34 hingga VF 7 sudah dipasarkan di dalam negeri.
Tidak hanya meniagakan kendaraan listrik, VinFast juga membangun ekosistem pendukung. Mulai dari jajaran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di berbagai tempat.
Lalu brand asal Vietnam ini juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak, dalam hal after sales.
Terbaru VinFast meresmikan pabrik mandiri di kawasan Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 171 hektar.
Resmi beroperasi pada Januari 2026, pabrik VinFast di Indonesia dikatakan bisa serap 15 ribu karyawan.
Angka di atas akan memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar pabrik.
Adapun VinFast telah menggelontorkan dana awal untuk investasi pabrik sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4.8 triliun.
Model pertama yang diproduksi di sana adalah SUV mini VF3. Kendaraan tersebut dianggap memiliki potensi besar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah
02 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM yang mudah untuk warga Jakarta, simak lokasinya
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah