Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Terus tumbuh, mobil listrik dikatakan masih memiliki potensi besar untuk berkembang pada tahun depan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia memang masih menghadapi tantangan besar. Belum lama Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga mengoreksi target.
Jika semula penjualan mobil baru disebut bakal menyentuh angka 850 ribu unit. Kini angka tersebut menyusut menjadi 780 ribu.
Meskipun mengalami penurunan pemasaran, namun pada segmen mobil listrik justru naik. Karena di 2024 pangsa pasar hanya berkisar 5 persen, akhir tahun diyakini menyentuh dua digit.
“Tahun ini tutup tahun mungkin kontribusi mobil listrik di kisaran 12-13 persen,” kata Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa pasar mobil listrik di Tanah Air masih memiliki potensi. Sehingga kendaraan setrum mampu berkembang lebih jauh lagi.
Selain VinFast yang memasarkan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Semakin banyak merek lain hadir memboyong kendaraan listrik ke dalam negeri.
“Kami yakin tahun depan (pasar mobil listrik) bisa melampaui 20 persen, dari total volume,” jelas Kerry.
Kemudian ia merasa optimis industri mobil listrik masih akan terus berkembang. Sejalan dengan kondisi perekonomian di Tanah Air.
VinFast sendiri masuk Indonesia bermodalkan mobil setrum. Mulai VF3, VF5, VF6, VF e34 hingga VF 7 sudah dipasarkan di dalam negeri.
Tidak hanya meniagakan kendaraan listrik, VinFast juga membangun ekosistem pendukung. Mulai dari jajaran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di berbagai tempat.
Lalu brand asal Vietnam ini juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak, dalam hal after sales.
Terbaru VinFast meresmikan pabrik mandiri di kawasan Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 171 hektar.
Resmi beroperasi pada Januari 2026, pabrik VinFast di Indonesia dikatakan bisa serap 15 ribu karyawan.
Angka di atas akan memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar pabrik.
Adapun VinFast telah menggelontorkan dana awal untuk investasi pabrik sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4.8 triliun.
Model pertama yang diproduksi di sana adalah SUV mini VF3. Kendaraan tersebut dianggap memiliki potensi besar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini