Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Andry Ciu mengungkapkan bahwa pabrik Aion yang berada di Cikampek akan mulai produksi mobil di Maret 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aion menunjukan keseriusannya dalam menggarap pasar Indonesia. Sebab mereka akan segera memproduksi kendaraan di pabrik baru di Tanah Air.
Kemudian fasilitas produksi tersebut sudah siap untuk melakukan perakitan mobil-mobil listrik Aion.
“Mulai Maret 2025, tetapi itu kan baru trial. Kemudian ramp up, produksi tidak bisa langsung tinggi namun perlahan naik,” ungkap Andry Ciu, CEO Aion Indonesia di Yogyakarta pada Selasa (4/2).
Dia menuturkan bahwa pada kesempatan pertama, mereka bakal mulai merakit mobil listrik Aion V terlebih dahulu.
“Karena animo masyarakat untuk Aion V cukup bagus, jadi kita tarik maju proses produksinya,” lanjut dia.
Menurut Andry Ciu, sejatinya EV (Electric Vehicle) satu ini baru bakal dirakit pada Juli 2025. Namun karena minat konsumen tinggi, maka dimajukan.
Kemudian pada semester pertama, masih ada sejumlah model lagi yang akan dibuat secara lokal oleh mereka.
“Pada Mei 2025 kita mulai Hyptec HT. Sedangkan untuk Aion Y Plus menyusul di Juni,” tutur Andry Ciu.
Sekadar mengingatkan, pabrik Aion berada di kawasan industri Dawuan, Cikampek, Jawa Barat.
Memiliki kapasitas produksi yang cukup besar. Mampu membuat sampai 50 ribu unit kendaraan roda empat ramah lingkungan dalam satu tahun.
“Kami sedang mengatur jadwal, orang dari China akan datang gunting pita. Rencananya antara bulan depan atau April 2025 setelah lebaran,” tegas Andry Ciu.
Sementara sampai dua tahun ke depan, Aion masih fokus memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen.
Baru setelah itu, angka di atas bakal ditingkatkan. Menjadi sekitar 60 persen satu tahun berikutnya.
Patut diketahui, pabrik Aion di Cikampek akan menjadi tulang punggung guna membuat produk-produk setir kanan.
Dibantu dengan fasilitas produksi di Thailand. Sehingga kedua tempat tersebut bakal merakit mobil listrik yang berbeda.
Dengan begitu kendaraan roda empat setrum yang diproduksi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para konsumen di Tanah Air serta sejumlah negara tetangga.
“Kami ada rencana ekspor ke beberapa negara yang belum terdapat mobil Aion. Contoh paling dekat adalah Australia,” pungkas Andry Ciu.
Indonesia sendiri dipandang sebagai lokasi strategis, untuk memperluas pasar Aion di kawasan Asia Tenggara serta tempat-tempat lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta