ACC Sebut Pembiayaan Mobil Baru Masih Kondusif
23 Juli 2026, 23:04 WIB
Mengalami penipuan dari oknum sales Honda, calon konsumen Brio RS mengalami kerugian hingga Rp47 juta
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Penipuan terhadap calon konsumen mobil kembali terjadi. Kejadian kali ini membuat korban mengalami kerugian hingga Rp47 juta dan melibatkan oknum sales Honda MT Haryono.
Dalam wawancara korban kepada TrenOto, calon konsumen dengan inisial YS tersebut mengatakan dirinya ingin membeli Honda Brio RS pada awal Februari 2022.
Melalui situs jual beli online, YS mendapat nomor telepon seorang sales Honda bernama Ruhan. Usai berbincang melalui telepon, keduanya janjian bertemu di diler resmi Honda MT Haryono, Jakarta.
"Saya tiba di diler resmi Honda MT Haryono, lalu masuk ke showroom dan bertemu Ruhan. Dia berpakaian lengkap sales Honda, termasuk memakai ID card dan memberikan kartu namanya. Dia menemani saya keliling showroom untuk melihat unit Brio," kata YS.
Tak hanya satu sales, korban juga bertemu supervisor bernama Dedi. Hal tersebut membuat dirinya yakin bila sales yang menemani dirinya merupakan tenaga penjual resmi perusahaan mobil pabrikan Jepang tersebut.
"Saat saya melihat unit Brio, Ruhan memanggil Dedi Ashadi. Di saat itu Ruhan mengatakan bahwa Dedi adalah supervisornya," ujarnya.
Setelah satu jam melihat unit yang akan dibeli, YS akhirnya setuju membeli Honda Brio RS dengan diskon Rp10 juta. Selain unit mobil, Ia juga menambah beberapa aksesori kendaraan agar terlihat lebih sporti.
"Ruhan menawari saya untuk upgrade sparepart supaya menjadi Brio tipe RS karena yang saya beli Brio tipe E (kelas di bawah RS) dengan harga upgrade sparepart Rp7 juta. Hal ini sudah mendapat persetujuan Dedi selaku supervisor," tuturnya.
Sebagai tanda pembelian, sales meminta YS untuk melakukan pembayaran booking fee sebesar Rp10 juta. Namun, transaksi yang berlangsung pada hari Minggu tak bisa dilakukan karena kasir resmi diler tutup.
Melihat hal ini, sales akhirnya menawarkan pembayaran dengan transfer ke rekening Dedi selaku supervisor. Korban setuju dengan iming-iming uang akan disetor saat kasir telah buka.
"Saya percaya dengan cara itu karena semua ini terjadi di dalam diler resmi Honda MT Haryono dengan karyawan sales Ruhan dan Dedi yang ada di TKP. Saya transfer ke rekening Dedi. Setelah transfer Rp10 juta, Ruhan meminta KTP dan NPWP saya untuk didata dan dia mengisi SPK di depan saya," tegasnya.
Tak hanya sekali, YS juga melakukan pengiriman uang sebesar Rp30 juta ke rekening berbeda. Dalam kesempatan tersebut, sales menyebut bila pembayaran ini dilakukan untuk mendatangkan sparepart yang telah dipesan.
"Kemudian Ruhan mengatakan melalui WA untuk melakukan transfer Rp30 juta ke rekening Dede Yusup sebagai Sparepart Manager. Ia mengatakan uang ini untuk lobi bagian sparepart agar segera datang karena saya minta Kamis unit dikirim dan sebagian disetor ke Samsat untuk urusan request nopol genap," jelasnya.
Setelah melakukan transfer YS masih mendapatkan kwitansi dari pihak terkait, sehingga tak ada kecurigaan dirinya telah menjadi korban penipuan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Juli 2026, 23:04 WIB
23 Juli 2026, 09:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan
24 Juli 2026, 09:00 WIB
DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian