Honda Stylo 160 Dapat Warna Baru, Makin Variatif
24 September 2026, 18:41 WIB
Strategi elektrifikasi dinilai kurang tepat lalu gagal meger dengan Honda, Nissan berjuang di pasar otomotif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Jepang, Nissan masih harus berjuang lebih keras untuk bertahan di industri otomotif. Khususnya di tengah gempuran produk Cina yang semakin membanjir.
Menurut laporan Carscoops, dikutip Minggu (27/04) Nissan disebut akan mengumumkan kerugian finansial sekitar 5 miliar USD (Rp 84,1 triliun dalam kurs rupiah) selama di tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025.
Kerugian itu disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Nissan. Menurut pihak Nissan, restrukturisasi jadi salah satu penyebab kerugian besar tersebut.
Perlu diketahui, Nissan sebelumnya sempat melakukan pembicaraan bersama Honda terkait merger. Hanya saja diskusi tersebut tidak menemukan titik terang.
Penyebabnya, Honda mau menjadikan Nissan sebuah subsidiari alih-alih perusahaan rekanan.
Guna mempertahankan perusahaan, Nissan telah melepas 9.000 tenaga kerja, menutup sejumlah fasilitas produksi dan menghentikan penjualan sejumlah model.
Namun, Nissan bersama Honda dan Mitsubishi berkomitmen untuk tetap berkolaborasi dalam pengembangan elektrifikasi di tengah kuatnya persaingan EV (Electric Vehicle) dari manufaktur Tiongkok.
Terbarunya, Nissan tengah menyiapkan kendaraan elektrifikasi anyar pakai basis mobil konsep Hyper Tourer. Versi produksinya akan dijual pakai teknologi hybrid (e-Power) sebagai generasi keempat Elgrand.
PT NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia), distributor resmi Nissan di RI menegaskan bahwa sejauh ini Indonesia tidak terdampak keputusan seperti batalnya merger Nissan dengan Honda.
“Kalau saya rasa sih pasar Indonesia tidak ya, karena kan ordering (unit) kita sudah fix sekarang,” kata Caca Tobing, National Sales Head PT NMDI beberapa waktu lalu.
Penjualan Nissan di Indonesia diklaim masih baik, apalagi setelah kehadiran MPV (Multi Purpose Vehicle) hybrid Serena e-Power.
Untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan elektrifikasi Tanah Air, Nissan akan memperkenalkan model HEV (Hybrid Electric Vehicle) baru. Salah satunya diduga kuat X-Trail e-Power e-4orce.
“Menurut kita, e-Power (teknologi hybrid Nissan) itu jawaban dari kebutuhan pelanggan Indonesia,” tegas Caca.
Sekadar informasi, Nissan memiliki satu model BEV (Battery Electric Vehicle) yakni Leaf. Lalu ada dua model hybrid, Serena e-Power dan Kicks e-Power.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota