Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Strategi elektrifikasi dinilai kurang tepat lalu gagal meger dengan Honda, Nissan berjuang di pasar otomotif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Jepang, Nissan masih harus berjuang lebih keras untuk bertahan di industri otomotif. Khususnya di tengah gempuran produk Cina yang semakin membanjir.
Menurut laporan Carscoops, dikutip Minggu (27/04) Nissan disebut akan mengumumkan kerugian finansial sekitar 5 miliar USD (Rp 84,1 triliun dalam kurs rupiah) selama di tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025.
Kerugian itu disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Nissan. Menurut pihak Nissan, restrukturisasi jadi salah satu penyebab kerugian besar tersebut.
Perlu diketahui, Nissan sebelumnya sempat melakukan pembicaraan bersama Honda terkait merger. Hanya saja diskusi tersebut tidak menemukan titik terang.
Penyebabnya, Honda mau menjadikan Nissan sebuah subsidiari alih-alih perusahaan rekanan.
Guna mempertahankan perusahaan, Nissan telah melepas 9.000 tenaga kerja, menutup sejumlah fasilitas produksi dan menghentikan penjualan sejumlah model.
Namun, Nissan bersama Honda dan Mitsubishi berkomitmen untuk tetap berkolaborasi dalam pengembangan elektrifikasi di tengah kuatnya persaingan EV (Electric Vehicle) dari manufaktur Tiongkok.
Terbarunya, Nissan tengah menyiapkan kendaraan elektrifikasi anyar pakai basis mobil konsep Hyper Tourer. Versi produksinya akan dijual pakai teknologi hybrid (e-Power) sebagai generasi keempat Elgrand.
PT NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia), distributor resmi Nissan di RI menegaskan bahwa sejauh ini Indonesia tidak terdampak keputusan seperti batalnya merger Nissan dengan Honda.
“Kalau saya rasa sih pasar Indonesia tidak ya, karena kan ordering (unit) kita sudah fix sekarang,” kata Caca Tobing, National Sales Head PT NMDI beberapa waktu lalu.
Penjualan Nissan di Indonesia diklaim masih baik, apalagi setelah kehadiran MPV (Multi Purpose Vehicle) hybrid Serena e-Power.
Untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan elektrifikasi Tanah Air, Nissan akan memperkenalkan model HEV (Hybrid Electric Vehicle) baru. Salah satunya diduga kuat X-Trail e-Power e-4orce.
“Menurut kita, e-Power (teknologi hybrid Nissan) itu jawaban dari kebutuhan pelanggan Indonesia,” tegas Caca.
Sekadar informasi, Nissan memiliki satu model BEV (Battery Electric Vehicle) yakni Leaf. Lalu ada dua model hybrid, Serena e-Power dan Kicks e-Power.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda