Penjualan Mobil Maret 2026 Turun 14,8 Persen Imbas Libur Lebaran
14 April 2026, 19:30 WIB
Moeldoko menyayangkan aksi premanisme yang dilakukan ormas dan mengganggu proses pembangunan pabrik BYD
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi premanisme di Indonesia masih marak terjadi. Terkini dialami oleh BYD saat melakukan proses pembangunan pabrik mereka.
Disebut kalau pengerjaan fasilitas produksi mereka yang berada di Subang, Jawa Barat sempat diganggu oleh organisasi masyarakat (ormas).
Bahkan hal tersebut sudah terdengar ke telinga Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo).
“Nah ini tidak benar, saya mendukung apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, tumpas saja itu,” ungkap Moeldoko di Antara, Rabu (23/04).
Menurut Moeldoko aksi premanisme sungguh sangat merugikan. Sebab dapat mengganggu investasi di Indonesia.
Oleh sebab itu ia menyayangkan tindakan para ormas yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD.
Terlebih fasilitas tersebut digadang-gadang bakal menjadi pabrik mobil listrik terbesar yang ada di ASEAN.
“Saya mengimbau supaya di tengah situasi iklim dunia usaha yang relatif perlu diperhatikan, maka kita semua masyarakat indonesia harus menciptakan iklim investasi yang baik,” tutur mantan Kepala Staf Kepresidenan.
Dia meminta kepada semua pihak untuk menindak tegas aksi premanisme. Sehingga semakin banyak orang ingin menanamkan uang di Tanah Air.
Dengan begitu maka lapangan pekerjaan bisa semakin berlimpah. Maka mampu mengurangi jumlah pengangguran.
“Di satu sisi kan ironis, kita perlu untuk bekerja dan ada orang (investor) datang memberikan peluang tetapi diganggu sama yang lain,” tegas Moeldoko.
Sekadar mengingatkan sebelumnya tersiar kabar proses pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat mendapat gangguan ormas.
“Saya sempat mendengar ada premanisme yang mengganggu investasi BYD di Subang, Jawa Barat,” ucap Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI di akun Instagramnya.
Eddy cukup menyesalkan hal tersebut terjadi. Menurut dia aksi premanisme sangat merugikan.
Apalagi dialami oleh pihak-pihak yang sedang berinvestasi di Tanah Air, seperti dilakukan oleh BYD.
“Saya kira itu harus ditindak tegas, pemerintah perlu tegas untuk menangani permasalahan ini,” lanjut Eddy.
Ia menyampaikan bahwa penindakan tegas terhadap premanisme dilakukan semata-mata untuk membuat investasi yang aman.
Patut diketahui, pabrik BYD di Subang Smartpolitan, Jawa Barat akan segera rampung. Fasilitas tersebut dikabarkan siap memproduksi mobil listrik pada akhir 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 19:30 WIB
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
14 April 2026, 07:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
Terkini
14 April 2026, 19:30 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026
14 April 2026, 16:40 WIB
Kini akbar Faizal dan diler telah berkomunikasi guna melakukan perbaikan pada BYD Seal yang alamii kerusakan
14 April 2026, 13:00 WIB
Setelah proses road test selesai, Mitsubishi Fuso akan melihat dampak penggunaan B50 untuk kendaraan mereka
14 April 2026, 11:00 WIB
Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil terlaris Maret 2026 dengan mencatatkan angka wholesales sebesar 2.959 unit
14 April 2026, 09:00 WIB
Menurut Chery, kerja sama antar merek untuk ekspansi global akan menjadi tren baru di kalangan manufaktur
14 April 2026, 07:00 WIB
BYD diketahui sedang melakukan uji jalan sebuah double cabin baru versi terjangkau untuk pasar di dalam negeri
14 April 2026, 06:01 WIB
Pemilik mobil dan motor bisa memanfaatkan SIM keliling Bandung hari ini untuk mengurus dokumen berkendara
14 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta diterapkan di puluhan ruas jalan utama yang kerap terjadi kemacetan tiap harinya