BYD Formula S GT Terdaftar di RI, Bakal Debut Pakai Nama Danza
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Moeldoko menyayangkan aksi premanisme yang dilakukan ormas dan mengganggu proses pembangunan pabrik BYD
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi premanisme di Indonesia masih marak terjadi. Terkini dialami oleh BYD saat melakukan proses pembangunan pabrik mereka.
Disebut kalau pengerjaan fasilitas produksi mereka yang berada di Subang, Jawa Barat sempat diganggu oleh organisasi masyarakat (ormas).
Bahkan hal tersebut sudah terdengar ke telinga Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo).
“Nah ini tidak benar, saya mendukung apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, tumpas saja itu,” ungkap Moeldoko di Antara, Rabu (23/04).
Menurut Moeldoko aksi premanisme sungguh sangat merugikan. Sebab dapat mengganggu investasi di Indonesia.
Oleh sebab itu ia menyayangkan tindakan para ormas yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD.
Terlebih fasilitas tersebut digadang-gadang bakal menjadi pabrik mobil listrik terbesar yang ada di ASEAN.
“Saya mengimbau supaya di tengah situasi iklim dunia usaha yang relatif perlu diperhatikan, maka kita semua masyarakat indonesia harus menciptakan iklim investasi yang baik,” tutur mantan Kepala Staf Kepresidenan.
Dia meminta kepada semua pihak untuk menindak tegas aksi premanisme. Sehingga semakin banyak orang ingin menanamkan uang di Tanah Air.
Dengan begitu maka lapangan pekerjaan bisa semakin berlimpah. Maka mampu mengurangi jumlah pengangguran.
“Di satu sisi kan ironis, kita perlu untuk bekerja dan ada orang (investor) datang memberikan peluang tetapi diganggu sama yang lain,” tegas Moeldoko.
Sekadar mengingatkan sebelumnya tersiar kabar proses pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat mendapat gangguan ormas.
“Saya sempat mendengar ada premanisme yang mengganggu investasi BYD di Subang, Jawa Barat,” ucap Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI di akun Instagramnya.
Eddy cukup menyesalkan hal tersebut terjadi. Menurut dia aksi premanisme sangat merugikan.
Apalagi dialami oleh pihak-pihak yang sedang berinvestasi di Tanah Air, seperti dilakukan oleh BYD.
“Saya kira itu harus ditindak tegas, pemerintah perlu tegas untuk menangani permasalahan ini,” lanjut Eddy.
Ia menyampaikan bahwa penindakan tegas terhadap premanisme dilakukan semata-mata untuk membuat investasi yang aman.
Patut diketahui, pabrik BYD di Subang Smartpolitan, Jawa Barat akan segera rampung. Fasilitas tersebut dikabarkan siap memproduksi mobil listrik pada akhir 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
09 Oktober 2026, 14:54 WIB
Teknologi keselamatan berkendara dan GPS dari Geotab membantu keamanan operasional armada transportasi
09 Oktober 2026, 12:21 WIB
Pameran modifikasi IMX 2026 jadi wadah kreativitas dan hiburan, digelar lebih luas di tiga hall ICE BSD
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan masa berlaku kartu
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta