Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Berdasarkan data dari 2020 sampai 2022, BYD menjadi mobil listrik yang paling banyak terbakar di China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik terbakar masih menjadi salah satu hal yang jadi perhatian calon konsumen saat ini. Mengingat kebakaran disebabkan EV (electric vehicle) hanya bisa dipadamkan pakai APAR khusus.
Bahkan negara seperti China yang sudah banyak pakai mobil listrik masih mengalami hal serupa. Nyatanya produsen belum siap menangani masalah baterai terbakar pada EV padahal ini hal fatal.
Mengacu pada data Chinese Fire and Rescue Department of the Ministry Emergency Management, per 3 April 2022 ada sekitar tujuh mobil setrum terbakar setiap hari dan alami kenaikan 32 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Tidak cuma dari pabrikan Tiongkok saja, Tesla menempati posisi kelima mobil listrik yang banyak terbakar di periode 2020 sampai 2022.
Data itu menyebut BYD jadi mobil paling banyak dilaporkan terbakar. BYD sendiri merupakan manufaktur mobil listrik terbesar di China saat ini.
Menjelang akhir 2022 lalu satu unit diduga BYD Han EV terbakar di bagian tengah dan belakang. Namun tidak diketahui jelas penyebab kebakaran itu.
Kemudian kebakaran itu terbagi lagi jadi empat jenis yakni mobil terbakar saat diisi daya, dikendarakan, diparkir atau efek setelah tabrakan.
Sedangkan laporan Beijing Institute of Technology mengungkapkan ada 38.5 persen mobil listrik terbakar terjadi saat mobil sedang dalam kondisi statis, 27.5 persen saat sedang mobil tengah dicas.
Menariknya lagi 66 persen insiden terjadi ketika cuaca sedang terbilang panas akibat baterai overheating. Lalu 34 persen kejadian di musim dingin.
Ternyata ketika DC Fast Charging digunakan di cuaca dingin, baterai berisiko terbakar jika sistem kontrol elektronik tidak bisa memanaskan baterai sebelum pengecasan.
Dijelaskan oleh CPCA (China Passenger Car Association) saat terjadi tabrakan seringkali sel pada baterai terhimpit atau bocor sehingga menyebabkan arus gangguan hubung singkat atau short circuit terjadi pada komponen lain.
Secara perlahan temperatur internal baterai pun meningkat sampai menyebabkan thermal runaway dan berakhir pada kebakaran.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan