Harga BYD Atto 1 Bakal Naik Pekan Depan, Tak Lagi Rp 100 Jutaan
05 Maret 2026, 18:00 WIB
Harga mobil listrik bekas yang ada di Tanah Air saat ini terdepresiasi cukup besar, bisa menyentuh 50 persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banyak mobil listrik yang mengaspal di jalanan Indonesia. Bahkan beberapa sudah ditawarkan dalam kondisi bekas atau seken.
Apalagi untuk Electric Vehicle (EV) yang telah dipasarkan cukup lama atau berusia sekitar tiga hingga empat tahunan.
Akan tetapi, kendaraan roda empat setrum dalam kondisi seken di Tanah Air masih sangat sepi peminat. Banyak hal yang pada akhirnya membuat konsumen merasa dirugikan.
“Peminatnya tidak terlalu tinggi. Kalau mau beli mobil listrik bekas, berarti sudah mesti siap beli cash,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLXMobbi di Jakarta, Kamis (05/03).
Menurut Agung, jarang ada perusahaan pembiayaan yang menerima pengajuan kredit mobil listrik bekas saat ini.
Sedangkan 50 persen masyarakat di Indonesia dalam membeli kendaraan roda empat seken, masih mengandalkan skema kredit atau cicilan.
“Jadi segmen pembelinya sudah turun 50 persen sendiri. Itu sih pertimbangan membeli mobil listrik bekas,” lanjut Agung.
Lebih jauh dijelaskan, masalah garansi baterai EV turut menjadi pertimbangan utama para konsumen di dalam negeri.
Banyak produsen yang tidak lagi menjamin penampung daya produk mereka, bila sudah berpindah kepemilikan.
Menurut Agung, depresiasi banderol EV di dalam negeri cukup besar hingga menyentuh 50 persen dari harga baru.
“Hyundai Ioniq 5 sekarang yang tahun 2022 itu, (banderol bekas) sekitar Rp 250 juta sampai Rp 350 juta,” tegas Agung.
Pimpinan OLXMobbi ini turut mengungkapkan, strategi perang harga diterapkan para produsen asal China turut memperburuk kondisi yang ada.
Sebab dalam kurun beberapa waktu belakangan, pabrikan kerap memasarkan produk baru dengan banderol sangat kompetitif.
“Kalau misal tiba-tiba ada mobil baru lagi yang serupa tetapi harganya lebih murah, mereka (EV seken) tergerus lagi,” pungkas dia.
Hal ini mendorong masyarakat di Indonesia, untuk membeli kendaraan roda empat setrum dalam kondisi baru.
Tidak heran jika pasar mobil listrik bekas di dalam negeri masih sangat sepi peminat. Kemudian banderol kendaraan yang ditawarkan pun anjlok.
“Terus kalau dijual harganya segini (turun), juga tidak rela. Sudah lah, mending dipakai saja,” tutup Agung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Maret 2026, 18:00 WIB
05 Maret 2026, 08:00 WIB
03 Maret 2026, 18:00 WIB
03 Maret 2026, 17:00 WIB
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Terkini
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan buat menyambut libur akhir pekan yang biasanya terjadi kepadatan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat sebelum akhir pekan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, lokasi SIM keliling Jakarta masih di lima tempat sebelum memasuki akhir pekan
05 Maret 2026, 18:00 WIB
Tenaga penjual mengungkapkan bakal ada perubahan harga BYD Atto 1 per Maret 2026, ada upgrade eksterior
05 Maret 2026, 16:00 WIB
Seluruh perjalanan tim MotoGP untuk kembali pulang setelah berlaga di Buriram, Thailand harus diatur ulang
05 Maret 2026, 14:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Februari 2026 diklaim mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen dibanding bulan lalu
05 Maret 2026, 12:00 WIB
Sejumlah faktor penting menjadi penentu kinerja positif yang diraih oleh Adira Finance sepanjang tahun lalu
05 Maret 2026, 10:00 WIB
Pertamina Lubricants kembali menggelar program menarik yang bisa memanjakan para pemudik selama perjalanan