Mitsubishi Pajero Reinkarnasi Tahun Ini, Ramaikan Pasar SUV
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Sama seperti XPander, Mitsubishi XForce juga direncanakan punya varian hybrid namun belum jelas kapan realisasinya
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Seperti laporan TrenOto dari Japan Mobility Show pada Oktober lalu, Mitsubishi berencana memproduksi varian hybrid dari Xpander. Bertepatan dengan seremoni mulai dikirimnya XForce ke konsumen Kamis (16/11/23) kemarin, PT Mitusbishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga berencana melansir SUV kompak terbarunya ini akan dilengkapi varian hybrid.
Atsushi Kurita, Presiden Direktur MMKSI menyebut pertimbangan akan diproduksi Mitsubishi XForce Hybrid adalah melihat beberapa kompetitornya. Sebut saja Toyota Yaris Cross Hybrid seta pendatang baru dari China yang kehadirannya cukup menyita perhatian konsumen Indonesia yakni Chery Omoda 5 Hybrid.
"Sejujurnya di Indonesia kami akan melihat kondisi pasar terlebih dahulu, kompetitor sudah memasarkan hybrid di segmen yang sama dengan XForce. Dan saat ini kami sedang mempelajari serta akan siap untuk mengenalkan SUV kompak hybrid di masa depan," jelas Kurita.
Yang menarik, MMKSI sampai saat ini tidak berminat untuk menghadirkan varian hybrid Mitsubishi dalam bentuk impor. Meski kita ketahui bahwa di negara lain seperti Thailand memiliki insentif menarik pada kendaraan-kendaraan hybrid.
"Kami tetap mempercayakan pabrik MMKI (PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia) yang akan memproduksi XForce hybrid. Kami tidak ingin mengenalkan model hybrid impor karena memang tidak diperkenankan oleh pemerintah," ungkap Kurita.
Benturan regulasi yang dihadapi pabrikan di Indonesia sangat berbeda dengan di Thailand. Karena di Negeri Gajah Putih aturan-aturannya sudah sangat jelas terhadap mobil teknologi ramah lingkungan.
Insentif kendaraan hybrid di Thailand tergolong besar. Ini membuat harga mobil ramah lingkungan dengan teknologi yang lebih kompleks bisa hampir sama jika dibandingkan mobil pembakaran dalam atau ICE.
XForce sendiri kemungkinan besar akan menggunakan sistem hybrid paralel. Memiliki cara kerja mengandalkan kombinasi mesin konvensional dengan motor listrik.
Ini artinya kedua sumber tenaga mesin dan motor akan langsung terhubung ke roda penggerak. Keduanya bekerja berdampingan atau bergantian tergantung kebutuhan selama pengendaraan.
Motor listrik otomatis bekerja saat mode efisiensi. Kemudian saat membutuhkan performa maksimal mesin konvensional akan mensupport sehingga efisiensi BBM bisa optimal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Mei 2026, 21:16 WIB
29 Mei 2026, 09:00 WIB
28 Mei 2026, 15:00 WIB
29 April 2026, 22:43 WIB
29 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia
24 Juni 2026, 19:00 WIB
Produsen motor listrik Alva berkomitmen membangun ekosistem motor listrik di Indonesia, Investasi Rp1 Triliun
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Bagi para konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus akan diberikan ekslusif benefit senilai Rp 60 juta
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Yadea Velax H menjadi kendaraan yang bisa diandalkan sebagai motor listrik yang memiliki banyak kelebihan