BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Produsen mobil mewah asal Eropa tidak siap hadapi transisi elektrifikasi, lakukan banyak pengurangan pegawai
Oleh Serafina Ophelia
Sementara itu, tahun lalu Volkswagen turut mengambil langkah serupa. Rencananya akan ada lebih dari 35.000 pekerja di Jerman dirumahkan per 2030.
Sekadar informasi, berbagai merek lain seperti Tesla, Ford serta Mercedes-Benz turut mengalami tekanan dari gempuran mobil listrik Cina.
Pada hasil riset terbaru dari IMD FRI (Future Readiness Indicator) Automotive 2025, posisi Tesla sebagai produsen otomotif terinovatif sejak 2019 harus digeser oleh BYD.
Merek besutan Elon Musk itu dikepung brand Cina lain yaitu Li Auto dan Geely. Entitas lain dinilai kurang responsif di tengah gejolak pasar otomotif.
“VW dan Stellantis tak cukup gesit mengantisipasi perubahan industri otomotif global,” kata Howard Yu, Profesor Manajemen dan Inovasi serta Direktur Pusat Kesiapan Masa Depan IMD dalam keterangan resminya.
Faktor yang membuat merek Cina unggul adalah gencarnya ekspansi teknologi dan perluasan jaringan pabrik, tersebar di negara global.
Kemudian langkah pengembangan mobilnya cenderung berbeda dari merek lain. Karena difokuskan pada software serta integrasi digital.
Hal tersebut memudahkan konsumen dalam berbagai hal. Misal, beberapa mobil Cina tak mewajibkan pelanggan membawa kendaraannya ke bengkel apabila ada komponen yang perlu diperbarui.
Sebab dapat dilakukan secara OTA alias Over The Air. Manufaktur cukup melakukan pembaruan software, seperti untuk pengaturan suspensi dan fitur keamanan.
Di Indonesia, merek Cina kerap menghadirkan inovasi guna memikat konsumen. Terbarunya adalah menghadirkan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan harga murah.
Perlu diketahui, sebelum ada Tiggo 8 CSH (Chery Super Hybrid) atau PHEV versi Chery, PHEV di RI dilego mulai Rp 1 miliar ke atas.
Sementara Chery memboyong PHEV mereka dengan harga 499 jutaan khusus 1.000 pembeli pertama, dari harga normal Rp 519 jutaan.
Brand ternama lain seperti BYD (Build Your Dreams) yang disebut sebagai pelopor PHEV, juga berpeluang menghadirkan teknologi mereka yaitu DM-i di masa mendatang.
Sub merek mewah BYD, Denza disebut berhasil menggebrak pasar karena menghadirkan D9, MPV (Multi Purpose Vehicle) bertenaga listrik mewah seharga Rp 950 jutaan.
Buat perbandingan, kompetitor Denza D9 seperti Toyota Alphard dan Vellfire HEV (Hybrid Electric Vehicle) dijual Rp 1,7 miliar ke atas.
Hal tersebut tentu perlu menjadi perhatian banyak produsen lain, apabila ingin bersaing menghadapi gempuran produk Tiongkok.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal