Kedatangan Toyota Veloz Hybrid Tidak Buat Chery Goyah
10 Desember 2025, 10:00 WIB
Agus Gumiwang mengaku tengah mengusulkan insentif mobil hybrid buat didiskusikan dan segera dikucurkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sinyal insentif mobil hybrid kembali muncul jelang 2025. Kabarnya bantuan tersebut sedang digodok oleh para menteri Prabowo Subianto.
Stimulus satu ini dikatakan sudah diusulkan oleh Kementerian Perindustrian. Hal tersebut demi menjaga gairah industri otomotif nasional.
“Insentif untuk hybrid juga salah satu yang kita telah usulkan dan dalam waktu dekat akan dibahas,” ujar Agus Gumiwang, Menperin (Menteri Perindustrian) di GJAW 2024, Jumat (22/11).
Agus menjelaskan bahwa mereka bakal segera diskusikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam waktu dekat.
“Sudah kami siapkan, bukan hanya untuk EV (Electric Vehicle) akan tetapi juga buat hybrid,” jelas Agus.
Namun Agus belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai bentuk dari bantuan yang bakal dikucurkan oleh para pembantu Prabowo.
Apakah berupa skema PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) atau bukan. Agus bilang masih dalam pembahasan.
“Saya bisa katakan dan yakin Soon, kalau kita sudah sepakat Within Internal pemerintah saya kira dapat bergulir secara efektif itu Early Next Year,” pungkas dia.
Dia mengaku bakal mengupayakan konsep insentif mobil hybrid yang ingin diberikan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
Pada kesempatan yang sama, Agus Gumiwang turut membeberkan rencana kelanjutan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah buat mobil listrik.
Bantuan tersebut juga akan diberikan pada tahun depan. Namun dia belum dapat memastikan kapan waktu tepat pelaksanaannya.
“Ini bagian dari yang kita bahas tadi, termasuk hybrid itu. Besarannya seperti apa masih kami diskusikan,” tegas Agus.
Agus Gumiwang menilai pemberian insentif mobil hybrid dan listrik penting. Sebab bisa menstimulus penjualan kendaraan roda empat di Tanah Air
Sehingga mampu memberikan efek domino bagi perkembangan industri otomotif di Tanah Air pada tahun depan.
“Industri otomotif melibatkan tenaga kerja yang besar sehingga memang salah satu sektor perlu dilindungi. Oleh sebab itu bahasa sederhananya konsumen tidak diberatkan,” tutur Agus.
Sebagai informasi, Agus beberapa waktu lalu juga sempat mengusulkan insentif mobil hybrid. Hal tersebut demi menjaga para produsen kendaraan roda empat.
Sebab subsidi yang dikucurkan bisa membuat para manufaktur tidak memindahkan fasilitas produksinya ke negara lain.
Akan tetapi wacana tersebut masih sebatas usulan. Belum diputuskan kapan mulai diterapkan, termasuk mengenai bentuk bantuan bakal diberikan
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Desember 2025, 10:00 WIB
06 Desember 2025, 07:00 WIB
03 Desember 2025, 10:00 WIB
02 Desember 2025, 19:13 WIB
01 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
12 Desember 2025, 15:00 WIB
CIAAF jadi wadah berkumpul dan sarana untuk para pelaku usaha yang mencari supplier suku cadang otomotif
12 Desember 2025, 14:40 WIB
Temukan beberapa cara aman memilih mobil bekas berkualitas dan lakukan transaksi terpercaya melalui platform terbaik untuk Anda
12 Desember 2025, 14:00 WIB
Ada dua ruas jalan yang diberlakukan, simak informasi lengkap ganjil genap Puncak Bogor mulai siang ini
12 Desember 2025, 13:08 WIB
Dua orang matel tewas dikeroyok di Kalibata, Jakarta Selatan saat berusaha menagih utang kredit kendaraan
12 Desember 2025, 12:00 WIB
Changan Nevo Q07 merupakan model EREV yang berpeluang dikembangkan jadi 7-seater untuk pasar Indonesia
12 Desember 2025, 11:00 WIB
Kementerian ESDM membuka opsi menambah kuota impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo sebesar 10 persen pada 2026
12 Desember 2025, 10:00 WIB
Distribusi LMPV dari pabrik ke diler menunjukkan penurunan tipis, namun beberapa model alami peningkatan
12 Desember 2025, 09:00 WIB
Mitsubishi Fuso percaya diri menghadapi kondisi pasar di tahun depan meski diprediksi masih akan menantang