Wholesales Mobil Listrik Agustus 2026 Tumbuh, Hybrid Turun
15 September 2026, 13:00 WIB
Agus Gumiwang mengaku tengah mengusulkan insentif mobil hybrid buat didiskusikan dan segera dikucurkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sinyal insentif mobil hybrid kembali muncul jelang 2025. Kabarnya bantuan tersebut sedang digodok oleh para menteri Prabowo Subianto.
Stimulus satu ini dikatakan sudah diusulkan oleh Kementerian Perindustrian. Hal tersebut demi menjaga gairah industri otomotif nasional.
“Insentif untuk hybrid juga salah satu yang kita telah usulkan dan dalam waktu dekat akan dibahas,” ujar Agus Gumiwang, Menperin (Menteri Perindustrian) di GJAW 2024, Jumat (22/11).
Agus menjelaskan bahwa mereka bakal segera diskusikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam waktu dekat.
“Sudah kami siapkan, bukan hanya untuk EV (Electric Vehicle) akan tetapi juga buat hybrid,” jelas Agus.
Namun Agus belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai bentuk dari bantuan yang bakal dikucurkan oleh para pembantu Prabowo.
Apakah berupa skema PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) atau bukan. Agus bilang masih dalam pembahasan.
“Saya bisa katakan dan yakin Soon, kalau kita sudah sepakat Within Internal pemerintah saya kira dapat bergulir secara efektif itu Early Next Year,” pungkas dia.
Dia mengaku bakal mengupayakan konsep insentif mobil hybrid yang ingin diberikan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
Pada kesempatan yang sama, Agus Gumiwang turut membeberkan rencana kelanjutan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah buat mobil listrik.
Bantuan tersebut juga akan diberikan pada tahun depan. Namun dia belum dapat memastikan kapan waktu tepat pelaksanaannya.
“Ini bagian dari yang kita bahas tadi, termasuk hybrid itu. Besarannya seperti apa masih kami diskusikan,” tegas Agus.
Agus Gumiwang menilai pemberian insentif mobil hybrid dan listrik penting. Sebab bisa menstimulus penjualan kendaraan roda empat di Tanah Air
Sehingga mampu memberikan efek domino bagi perkembangan industri otomotif di Tanah Air pada tahun depan.
“Industri otomotif melibatkan tenaga kerja yang besar sehingga memang salah satu sektor perlu dilindungi. Oleh sebab itu bahasa sederhananya konsumen tidak diberatkan,” tutur Agus.
Sebagai informasi, Agus beberapa waktu lalu juga sempat mengusulkan insentif mobil hybrid. Hal tersebut demi menjaga para produsen kendaraan roda empat.
Sebab subsidi yang dikucurkan bisa membuat para manufaktur tidak memindahkan fasilitas produksinya ke negara lain.
Akan tetapi wacana tersebut masih sebatas usulan. Belum diputuskan kapan mulai diterapkan, termasuk mengenai bentuk bantuan bakal diberikan
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 September 2026, 13:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026