GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Banyak manufaktur China terjun ke industri otomotif, kali ini maskapai JuneYao Airlines luncurkan JY Air
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Tiongkok terus memperkenalkan produk-produk baru guna bersaing di era elektrifikasi. Tidak cuma perusahaan gawai Huawei dan Xiaomi, sekarang maskapai JuneYao Airlines ikut menghadirkan mobil listrik bernama JY Air.
Model tersebut debut lebih dulu untuk pasar Thailand melalui Thailand Motor Expo 2024, sudah bisa dipesan dengan banderol mulai dari 899 ribu Baht sampai 1,01 juta baht atau setara Rp 417,5 jutaan-Rp 472,8 jutaan dalam kurs rupiah.
JuneYao Airlines memilih Thailand karena merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang gencar melakukan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Sebagai gambaran, JY Air memiliki dimensi P x L x T di 4.550 mm x 1.860 mm x 1.515 mm dengan wheelbase 2.800 mm. Dibandingkan sedan listrik lain masih lebih kecil, misalnya BYD Seal yang berukuran 4.800 mm x 1.875 mm x 1.460 mm.
Bicara soal spesifikasi, JY Air dibekali motor elektrik penggerak roda belakang alias RWD (Rear Wheel Drive), diklaim dapat menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi puncak 250 Nm. Sedan ini bisa melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,9 detik.
Ada dua tipe kapasitas baterai disematkan tergantung varian yakni 51 kWh dan 64 kWh. Varian standar dapat menunjang perjalanan 430 km sedangkan opsi tertinggi 520 km berdasarkan metode pengetesan NEDC.
Dalam waktu dekat, JY Air akan dirakit lokal di Thailand. Mereka bakal melawan merek ternama lain termasuk BYD dan menghadapi tantangan sendiri yakni memperkenalkan brand kepada calon konsumen, karena masih tergolong baru.
Bukan tidak mungkin model tersebut masuk pasar Indonesia. Apalagi jika melihat sejumlah kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah bagi manufaktur termasuk insentif impor mobil listrik dengan syarat komitmen perakitan lokal.
Perlu diketahui skema itu telah dimanfaatkan beberapa pabrikan China di RI seperti BYD. Sambil menunggu fasilitas perakitan mereka rampung, seluruh lini kendaraan ditawarkan seperti Dolphin, Atto 3, Seal dan M6 diimpor utuh dari negara asalnya.
Kemudian ada juga Maxus Mifa 9, akan dirakit di fasilitas milik Indomobil Group dan masih menikmati insentif impor mobil listrik dari pemerintah.
Terakhir Aletra yang memboyong MPV pesaing BYD M6, Aletra L8. Perusahaan hasil kerja sama Geely Group ini juga telah membangun pusat RND (Research and Development) di kawasan Alam Sutera.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi