BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
Banyak manufaktur China terjun ke industri otomotif, kali ini maskapai JuneYao Airlines luncurkan JY Air
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Tiongkok terus memperkenalkan produk-produk baru guna bersaing di era elektrifikasi. Tidak cuma perusahaan gawai Huawei dan Xiaomi, sekarang maskapai JuneYao Airlines ikut menghadirkan mobil listrik bernama JY Air.
Model tersebut debut lebih dulu untuk pasar Thailand melalui Thailand Motor Expo 2024, sudah bisa dipesan dengan banderol mulai dari 899 ribu Baht sampai 1,01 juta baht atau setara Rp 417,5 jutaan-Rp 472,8 jutaan dalam kurs rupiah.
JuneYao Airlines memilih Thailand karena merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang gencar melakukan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Sebagai gambaran, JY Air memiliki dimensi P x L x T di 4.550 mm x 1.860 mm x 1.515 mm dengan wheelbase 2.800 mm. Dibandingkan sedan listrik lain masih lebih kecil, misalnya BYD Seal yang berukuran 4.800 mm x 1.875 mm x 1.460 mm.
Bicara soal spesifikasi, JY Air dibekali motor elektrik penggerak roda belakang alias RWD (Rear Wheel Drive), diklaim dapat menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi puncak 250 Nm. Sedan ini bisa melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,9 detik.
Ada dua tipe kapasitas baterai disematkan tergantung varian yakni 51 kWh dan 64 kWh. Varian standar dapat menunjang perjalanan 430 km sedangkan opsi tertinggi 520 km berdasarkan metode pengetesan NEDC.
Dalam waktu dekat, JY Air akan dirakit lokal di Thailand. Mereka bakal melawan merek ternama lain termasuk BYD dan menghadapi tantangan sendiri yakni memperkenalkan brand kepada calon konsumen, karena masih tergolong baru.
Bukan tidak mungkin model tersebut masuk pasar Indonesia. Apalagi jika melihat sejumlah kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah bagi manufaktur termasuk insentif impor mobil listrik dengan syarat komitmen perakitan lokal.
Perlu diketahui skema itu telah dimanfaatkan beberapa pabrikan China di RI seperti BYD. Sambil menunggu fasilitas perakitan mereka rampung, seluruh lini kendaraan ditawarkan seperti Dolphin, Atto 3, Seal dan M6 diimpor utuh dari negara asalnya.
Kemudian ada juga Maxus Mifa 9, akan dirakit di fasilitas milik Indomobil Group dan masih menikmati insentif impor mobil listrik dari pemerintah.
Terakhir Aletra yang memboyong MPV pesaing BYD M6, Aletra L8. Perusahaan hasil kerja sama Geely Group ini juga telah membangun pusat RND (Research and Development) di kawasan Alam Sutera.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026