Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Yaris Ativ atau kembaran dari Toyota Vios dihentikan di Thailand usai ada skandal uji tabrak Daihatsu.
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Drama skandal uji tabrak Daihatsu ternyata masih belum berhenti. Terbaru Toyota Motor Corp memutuskan menghentikan penjualan dan pengiriman produknya ke Thailand,
Mobil tersebut adalah Yaris Ativ atau kembaran Toyota Vios diniagakan di negeri gajah putih. Masahiko Maeda, CEO Toyota untuk kawasan Asia mengatakan biang kerok yang terjadi bisa saja karena ada tekanan selama pengembangan.
“Jika pembuatan dilakukan dalam kondisi sesuai, tentu masalah seperti ini tidak akan terjadi. Berarti terdapat semacam tekanan di lokasi pengembangan,” ujar Maeda seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (9/5).
Lebih jauh Maeda menilai kalau ukuran kendaraan yang relatif lebih besar mungkin menjadi tantangannya. Sebab Daihatsu spesialis memproduksi mobil-mobil kecil.
Kendati penjualan Toyota Yaris Ativ dihentikan, jenama asal Jepang tetap melakukan penyelidikan terkait skandal uji tabrak Daihatsu. Hal tersebut dilakukan guna memberi rasa aman ke konsumen.
Seperti diberitakan sebelumnya Daihatsu mengaku telah memanipulasi sekitar 88 ribu data hasil tes keselamatan pada sejumlah model.
Dengan rincian 76.289 Toyota Yaris Ativ (Vios) produksi 2022 dibuat di Thailand/ Malaysia dipasarkan buat Thailand, negara-negara Teluk Arab, Meksiko maupun negara lain terdampak skandal uji tabrak Daihatsu.
Kemudian ada Perodua Axia (kembaran Daihatsu Ayla/Toyota Agya di Malaysia), rakitan Malaysia, Februari 2023 yang dipasarkan di Malaysia sebanyak 11.834 unit
Beruntungnya produk ini masih dijual di negeri jiran. Sebab Daihatsu telah menyatakan Sertifikasi UN-R95 diberikan kepada Perodua Axia tetap utuh. Sehingga tidak perlu melakukan recall, selain itu terus melakukan pengiriman buat para konsumennya.
Selanjutnya Toyota Agya direncanakan diproduksi di Indonesia Juni 2023 untuk pasar Ekuador juga ikut terseret. Akan tetapi khusus model tersebut belum dibuat sehingga tidak ada unit terdampak.
Terakhir satu model sedang dikembangkan. Namun Daihatsu enggan menyebutkan nama mobil anyarnya.
Di lain sisi Akio Toyoda, Chairman Toyota meminta maaf atas apa yang terjadi. Pihaknya bakal melakukan investigasi mendalam.
Pasalnya pelanggaran bisa mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap produk Toyota maupun Daihatsu. Karenanya ia menunjuk Koji Sato, CEO Toyota untuk melakukan tindakan diperlukan.
“Kami ingin meminta maaf dengan tulus kepada pelanggan di seluruh dunia. Sebagai pemimpin tertinggi, Koji Sato bertanggung jawab dalam mengembangkan manufaktur Toyota serta grup sementara saya sebagai Chairman akan mengambil beberapa tindakan lain,” tutur Toyoda.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
13 Maret 2026, 13:12 WIB
10 Maret 2026, 17:00 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026