Chery Sebut Kolaborasi Antar Merek Bantu Percepat Ekspansi
14 April 2026, 09:00 WIB
Kini akbar Faizal dan diler telah berkomunikasi guna melakukan perbaikan pada BYD Seal yang alamii kerusakan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kasus kerusakan BYD Seal milik Akbar Faizal terus mencuri perhatian banyak pihak. Bahkan menjadi perbincangan di media sosial.
Namun kasus tersebut telah memasuki babak baru. Kedua belah pihak disebut-sebut sudah menjalin komunikasi.
“Berdasarkan update terakhir, diler telah melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait termasuk konsumen secara langsung,” ungkap Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relation BYD Motor Indonesia dalam keterangan resmi, Selasa (14/04).
Luther menyampaikan bahwa ini merupakan langkah penting. Sebab mereka dapat berdialog dengan baik.
Sehingga mampu mencari jalan keluar sebaik mungkin, lalu memberikan pelayanan optimal bagi konsumen di Tanah Air.
“Kami mengapresiasi atas keterbukaan semua pihak dalam proses tersebut. Sehingga kini telah mencapai penyelesaian secara baik,” tutur dia.
Kemudian seluruh pihak yang terlibat, mulai dari konsumen, diler, asuransi sampai leasing sepakat untuk berdamai.
Ia pun berharap kejadian seperti yang dialami oleh Akbar Faizal tidak terulang atau terjadi di kemudian hari.
“Kami juga akan terus mendorong diler untuk mengedepankan respons yang cepat dan penanganan yang optimal dalam setiap keluhan konsumen,” pungkas Luther.
Sebagai informasi, Akbar Faizal sempat mengunggah sebuah postingan di akun Instagram pribadi. Politisi satu ini mengaku BYD Seal miliknya mengalami kerusakan.
Mantan anggota DPR RI tersebut menjelaskan masalah kendaraannya di media sosial. Ia mengaku BYD Seal milik Akbar terdapat kerusakan pada bagian kaki-kaki.
“Mobil bermasalah (oleng). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih saling lempar tanggung jawab,” tulis Akbar di media sosial pribadinya.
Menurut Akbar, kerusakan pada BYD Seal miliknya sudah berlangsung sejak Desember 2025. Hal ini karena penanganan yang didapat kurang maksimal.
Diduga terjadi saling lempar tanggung jawab antara diler, perusahaan pembiayaan, asuransi hingga bengkel rekanan.
Mobil listrik tersebut sempat dinyatakan selesai diperbaiki dalam dua bulan. Namun Akbar menilai analisis bengkel keliru sehingga kondisi kendaraan justru memburuk.
Situasi pun semakin memburuk, bahkan pada Maret 2026 Akbar sempat menunda cicilan BYD Seal meski akhirnya tetap dibayarkan.
Akan tetapi di April 2026, ia memutuskan untuk menghentikan pembayaran, sebab kondisi mobil listrik tersebut masih belum jelas.
Akbar lantas melayangkan somasi kepada BYD, Clipan Finance serta perusahaan asuransi MAG. Kemudian menyoroti peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 09:00 WIB
14 April 2026, 07:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
13 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 April 2026, 13:00 WIB
Setelah proses road test selesai, Mitsubishi Fuso akan melihat dampak penggunaan B50 untuk kendaraan mereka
14 April 2026, 11:00 WIB
Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil terlaris Maret 2026 dengan mencatatkan angka wholesales sebesar 2.959 unit
14 April 2026, 09:00 WIB
Menurut Chery, kerja sama antar merek untuk ekspansi global akan menjadi tren baru di kalangan manufaktur
14 April 2026, 07:00 WIB
BYD diketahui sedang melakukan uji jalan sebuah double cabin baru versi terjangkau untuk pasar di dalam negeri
14 April 2026, 06:01 WIB
Pemilik mobil dan motor bisa memanfaatkan SIM keliling Bandung hari ini untuk mengurus dokumen berkendara
14 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta diterapkan di puluhan ruas jalan utama yang kerap terjadi kemacetan tiap harinya
14 April 2026, 05:58 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, biayanya bervariasi tergantung dari jenis SIM
13 April 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik Mazda EZ-6 cukup dinanti-nanti, sebab sempat tertangkap kamera melakukan uji jalan