Jumlah Produksi Pabrik Honda Dikurangi Selama Oktober 2022

Produksi pabrik Honda di Jepang akan dikurangi selama Oktober 2022 karena semakin sulitnya mendapatkan cip semikonduktor

Jumlah Produksi Pabrik Honda Dikurangi Selama Oktober 2022
Adi Hidayat

TRENOTO – Honda Motor Company resmi akan menurunkan jumlah produksinya hingga 40 persen pada 2 pabrik mereka di Jepang. Penurunan ini dilakukan karena perusahaan masih berjuang untuk memperbaiki rantai produksi dan masalah logistik.

2 jalur produksi pabrik Honda di Suzuka akan memotong jumlah unit hingga 20 persen bulan ini. Sementara pabrik di Saitama terpaksa menurunkan lebih besar yaitu mencapai 40 persen.

Honda mengatakan bahwa perlambatan penerimaan komponen dan logistik akibat adanya Covid-19 serta kelangkaan cip semikondutor. Penurunan produksi tersebut akan berdampak pada beberapa mobil seperti Honda Vezel EV, Stepwgn serta Civic.

Photo : Honda Indonesia

Sejatinya produksi pada 2 pabrik tersebut sudah mulai kembali normal pada Juni lalu. Namun beragam penyesuaian kembali dilakukan satu bulan berikutnya.

Honda Indonesia Terpukul

Kelangkaan cip semikonduktor memang masih menjadi perhatian serius sejumlah pabrikan mobil di dunia, termasuk Honda. Pasalnya kelangkaan tersebut dinilai sudah terlalu berat dan mempengaruhi produksi kendaraan.

Di Indonesia, kelangkaan cip semikonduktor menyebabkan Honda Prospect Motor (HPM) melakukan beragam langkah strategis. Salah satunya adalah dengan menghentikan produksi beberapa varian Honda Mobilo.

Keputusan diambil karena mereka mendahulukan produksi Honda Brio yang cip semikonduktornya tidak berbeda jauh namun permintaannya jauh lebih besar.

Photo : Honda

“Komponen yang sedang terkendala pasokannya adalah Honda Mobilio dan Brio. Sehingga kami pun memprioritaskan Brio karena permintaannya sangat tinggi,” ungkap Yusak Billy, Sales Marketing & Business Innovation Director PT HPM beberapa waktu lalu.

Meski demikian Ia menegaskan tetap akan menjual Honda Mobilio di Indonesia. Pasalnya saat ini model tersebut masih mendapat respon positif khususnya untuk pasar fleet.

“Honda Mobilio belakangan yang diminati adalah varian S MT untuk keperluan fleet. Kebanyakan dari konsumen model ini adalah di luar pulau Jawa,” tambahnya kemudian.

Sedangkan untuk kendaraan dengan cip semikonduktior paling stabil adalah Honda BR-V. Stabilnya cip semikonduktor pun membuat waktu indent mobil tidak selama model lain.

“Ketersediaan cip semikonduktor yang paling stabil adalah Honda BR-V. Hal ini pun membuat waktu inden pelanggan lebih cepat,” pungkasnya.


Terkini

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 21 Agustus 2026 Kembali Berlaku

Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Weekend, Hari Ini 21 Agustus

Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan

news
Sim keliling bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung 21 Agustus, Cek Syarat dan Biayanya

Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung

mobil
BAIC

Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik

BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan

mobil
Freelander 8

SUV Freelander 8 Mejeng di Uni Emirate Arab Jelang Debut Global

Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan

mobil
Daihatsu di GIIAS 2026

Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan, Kendaraan Niaga Laris

Penjualan Daihatsu di Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai angka tertingginya di Juli 2026

mobil
BYD M6 EV

Rapor SPK Mobil Cina di GIIAS 2026: BYD Moncer, GWM Terpuruk

Sejumlah merek mobil Cina tuai hasil positif di GIIAS 2026, BYD bukukan SPK terbanyak lebih dari 4.000 SPK

news
IEE Series 2026

Transisi Elektrifikasi Jadi Sorotan IEE Series 2026

IEE Series 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertemuan pihak industri, usung tema keberlanjutan