Produksi Hyundai Ioniq 5 Ambruk, Diskonnya Ratusan Juta
13 Maret 2026, 19:00 WIB
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia akan mempunyai mobil listrik sendiri dalam 2 sampai 3 tahun lagi dengan hilirisasi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2023 – 2024, akan bermunculan mobil listrik buatan dalam negeri. Hal ini dikatakan selaras dengan hilirisasi nikel yang tengah gencar dilakukan.
Seperti diwartakan sebelumnya, pemerintah tengah merayu investor dari luar negeri untuk mewujudkan era baru elektrifikasi di Tanah Air.
“Bapak – ibu bisa lihat, 2 – 3 tahun lagi yang namanya mobil listrik akan bermunculan dari negara kita,” kata Jokowi seperti dikutip Antara (13/10).
Jokowi menegaskan bahwa Indonesia sudah tidak lagi mengekspor nikel dalam bentuk mentah. Nikel merupakan komoditas bahan baku untuk membuat katoda baterai.
Lebih lanjut Ia juga mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan potensi besar dari nikel.
Tidak hanya nikel, Indonesia juga diharapkan bisa memanfaatkan potensi dari sumber daya alam lainnya seperti bauksit dan tembaga.
“Jangan ada lagi ekspor yang namanya nikel dalam bentuk raw material, bahan mentah. Setop ekspor bahan mentah,” jelas Presiden Jokowi.
Industri nikel di Indonesia akan bersinergi dengan industri otomotif di Tanah Air. Integrasi lintas industri, akan menjadi momentum baru di Indonesia khususnya dalam pengembangan mobil listrik.
“Industri otomotif yang kita miliki akan diintegrasikan karena kesempatan yang ada di depan adalah mobil listrik. Jangan lagi kehilangan kesempatan ekspor dalam bentuk raw material,” tuturnya kemudian.
Ia menjelaskan bahwa sumber daya alam di Indonesia harus mengalami proses hilirisasi lebih dulu di dalam negeri. Hal ini guna mendapatkan nilai tambah ketimbang hanya mengekspor bahan mentah atau raw material.
Seperti dijelaskan di atas, pemerintah saat ini tengah getol untuk menggaet investor untuk mewujudkan era baru elektrifikasi. Baru-baru ini melalui salah satu menterinya, pemerintah tengah menggoda Volkswagen Group untuk berinvestasi di Indonesia.
Selain dari pihak luar, BUMN juga ikut serta dalam hal ini. PT Krakatau Steel Tbk sebagai salah satu contoh komoditas lembaran baja yang akan diintegrasikan dengan sektor otomotif.
Perusahaan pelat merah tersebut memproduksi baja lembaran panas yang bisa digunakan untuk memproduksi badan mobil baru.
“Inilah sebuah kesempatan, jangan sampai kita nanti kehilangan kesempatan lagi. Dulu ada booming minyak kita kehilangan, kayu kita kehilangan juga. Ini (Nikel) tidak boleh. Minerba harus menjadi fondasi dalam memajukan negara kita,” tutur Jokowi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Maret 2026, 19:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
12 Maret 2026, 17:00 WIB
12 Maret 2026, 16:00 WIB
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Terkini
13 Maret 2026, 22:42 WIB
BYD buka enam posko mudik yang tersebar di sejumlah lokasi selama libur Lebaran 2026 yang segera berlangsung
13 Maret 2026, 21:00 WIB
Program Astra Siaga Lebaran mencakup pos yang tersebar di sejumlah titik jalur mudik utama tahun ini
13 Maret 2026, 19:00 WIB
Mengacu pada data Gaikindo, angka produksi Hyundai Ioniq 5 jeblok dan hanya tembus 13 unit per Januari 2026
13 Maret 2026, 17:00 WIB
Yadea Indonesia bakal meluncurkan produk barunya di Indonesia yang memiliki teknologi terkini dan efisien
13 Maret 2026, 16:10 WIB
Sebelum membeli, simak perbedaan eksterior, interior dan spesifikasi Wuling Darion EV serta Plug-in Hybrid
13 Maret 2026, 15:00 WIB
Hanya ada 200 unit Kawasaki KLE500 yang bisa dibeli oleh para konsumen di Indonesia pada batch pertama
13 Maret 2026, 13:30 WIB
Suzuki Bengkel Siaga siap layani kebutuhan para pelanggan yang ingin melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026
13 Maret 2026, 13:12 WIB
Daihatsu baru saja menyerahkan dua unit Xenia kepada dua pemenang asal Jakarta dalam program DAIFEST 2025